Jika Joy tahu liburannya ke Singapura akan sesingkat itu, ia lebih baik mengambil cuti lebih sedikit. Begini jadinya jika ia terlalu banyak memiliki waktu luang. Ia gabut parah, dari pagi hanya rebahan. Berguling-guling di kasur sampai puas. Tidak ada yang ia lakukan, Joy hanya menonton video di youtube hingga ponselnya panas.
Untuk keluar rumah saja ia tidak memiliki semangat. Ia yakin Bunda dan Mama tidak akan berhenti untuk menasihatinya tentang kehamilan. Sampai telinganya panas pun sepertinya dua wanita itu tetap tidak akan lelah.
Jika menikah seburuk ini, dari awal Joy akan terus mencari alasan saja untuk sang ayah agar tidak terburu menjodohkannya. Jika sudah seperti ini, ia terlanjur tenggelam. Hanya Alvian tempatnya berkeluh kesah.
Tunggu, ia tadi sudah diberi izin untuk mengunjungi Alvian saat makan siang. Joy langsung saja beranjak dari tempat tidurnya. Ia menengok jam yang berada di dinding, masih jam sebelas kurang. Apa lebih baik ia menyiapkan bekal sendiri daripada beli?
Setelah berpikir lebih lama, Joy memutuskan untuk memasak. Ini akan menjadi kali pertama Joy membawakan Alvian bekal buatannya ke rumah sakit. Biasanya mereka suka delivery order, tetapi karena hari ini Joy memiliki waktu luang untuk memasak, apa salahnya memasak sendiri. Ini akan menjadi bekal paling spesial karena dibuat dengan cinta oleh Joy.
Gadis itu keluar dari kamar tidurnya dan berjalan terburu kearah dapur. Di sana ternyata tidak ada orang. Joy jadi lebih leluasa bereksplorasi. Satu persatu bahan untuk sebuah olahan makanan sudah disiapkan oleh Joy.
Tangannya dengan cekatan mulai mahir mengolah bahan mentah menjadi sebuah masakan. Gadis itu membuat chicken karage, lalu telur gulung, dan juga sosis berbentuk gurita. Untuk sayurnya, ia menambahkan salad. Semua itu ia tata di sebuah kotak makan dengan rapi dan indah. Mirip seperti banto box.
Joy melakuka semuanya menghabiskan waktu sekitar satu jam setengah. Dan kini semuanya sudah jadi. Tepat setengah jam sebelum jam makan siang dimulai. Joy masih memiliki beberapa waktu untuk bersiap dan berangkat menuju rumah sakit.
Joy sudah menyiapkan bekalnya. Lalu ia kembali ke kamar untuk bersiap, dandan, agar layak dilihat. Ia tidak ingin memalukan jika mengunjungi suaminya.
Saat ia sudah siap, Joy segera menyiapkan mobilnya untuk ia bawa. Sebelum suara sang bunda menghentikan langkahnya.
"Joy mau kemana?" tanya Bunda penasaran. Karena sejak pagi putrinya ini ia lihat asik di kamar, dan sekarang tiba-tiba sudah nampak cantik dan ingin pergi.
"Ke tempat Alvian. Bawain bekal, dia tadi pesan ke Joy," jawab Joy.
"Oh, ya sudah. Hati-hati ya," Bunda seperti memberikan izin kepada anaknya.
Bunda nampak tersenyum diam-diam. Dalam hati beliau sangat menyukai bagaimana hubungan Joy dan Alvian. Memang keduanya biasa kurang terlihat romantis, bahkan terlihat hanya seperti sehabat bukan pasangan. Tapi diwaktu tertentu Alvian terlihat menatap Joy penuh cinta. Atau Joy nampak begitu perhatian dengan hal hal kecil yang dilakukan suaminya. Bunda selalu menilai hubungan keduanya ini unik, dan beliau berharap jika keduanya akan langgeng dan bahagia sampai selamanya.
"Joy berangkat dulu bun," pamit Joy. Kemudian gadis itu menyetir mobilnya perlahan hingga keluar dari area rumahnya. Menuju jalan besar Joy mulai menaikkan kecepatnnya.
Ia sampai rumah sakit dengan waktu standar, karena ia tidak mengebut. Saat akan memasuki rumah sakit, Joy ingin memastikan dahulu jika Alvian memamg sedang berada di ruanganya. Ia mengeluarkan ponselnya dan mendial nomor Alvian. Butuh sedikit waktu hingga Alvian menjawab teleponnya.
"Halo?" tanya Joy begitu ia bisa mendengar suara Alvian menjawab panggilannya.
"Iya, Joy? Lo udah di rumah sakit?" balas Alvian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Help! [Ongoing]
RomancePunya sahabat kalo nggak dimanfaatin ya buat apa? - Camila Joy Sahara Untung kenal dari orok, kalo nggak udah gua buang ke Afrika tuh sahabat sinting. - Alvian Jacka Swara
![Help! [Ongoing]](https://img.wattpad.com/cover/212909092-64-k543712.jpg)