Punya sahabat kalo nggak dimanfaatin ya buat apa?
- Camila Joy Sahara
Untung kenal dari orok, kalo nggak udah gua buang ke Afrika tuh sahabat sinting.
- Alvian Jacka Swara
Makasih sudah membaca, jangan lupa vote komen dan share sesama shipper VJoy.
Happy Reading...
"Woy kebo, bangun." V berusaha membangunkan Joy yang tertidur sangat pulas.
Joy memang seperti itu, sangat sulit membangunkannya jika ia sudah terlalu nyenyak. Bahkan ditepuk, ditendang, diteriaki masih kurang mempan, maka hal itu harus dilakukan berkali-kali baru Joy bangun. Pikiran licik mulai merasuki otak Alvian, dengan hati-hati ia memencet hidung Joy dengan kuat, sampai Joy kesulitan bernapas.
"Vi! Gu-gue gak bisa napas!" Ujar Joy gelagapan.
"Makanya jangan kebo," ejek Alvian.
Namun setelahnya lelaki itu sedikit merasa bersalah karena membangunkan Joy seperti tadi. Maka Alvian dengan cekatan membantu Joy yang masih mengantuk keluar dari mobil, dengan sengaja Joy bergelayut manja pada tangan Alvian. Nyawanya masih belum bangun sempurna sehingga ia masih butuh tumpuan agar dia tidak jatuh, sekalian juga Joy balas dendam kepada Alvian ia sengaja memberatkan tubuhnya agar Alvian tahu rasa.
Tetapi seberat apapun sahabatnya itu Alvian hanya diam tidak peduli, toh jika Joy sampai jatuh itu hanya akan membuatnya malu jadi tontonan. Meskipun agak berjalan dengan lambat, akhirnya mereka berdua sampai juga di meja pemesanan keduanya dilayani oleh seorang pelayan laki-laki.
"V."
"Udah sadar?"
"Udah, gue sadar gara-gara ada cowok bening. Tuh pelayannya ganteng juga ya."
"Dasar ganjen, sana deh lo cari tempat duduk. Nanti gua susul."
"Iya iya."
***
"V, fotoin gue dong. Buat feed ig." Ujar Joy seraya menyerahkan handphonenya pada V.
"Gak usah sering-sering post ig, nanti ada yang pelet baru tau rasa." Komentar V. Bukan apa-apa, jaman sekarang foto cewek banyak yang disalah gunakan sama cowok. Buat bahan penyaluran nafsu lah, dipelet lah. V tidak mau Joy menjadi korban.
Akhirnya V tetap memotret Joy, namun begini hasilnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Nih." Setelah memotret Joy sekali, V langsung mengembalikan handphone Joy.
"Ya elah V. Masa difoto wajah gue blur, merem lagi. Fotoin sekali lagi nih."
"Gak mau, ribet amat."
Perdebatan itupun akhirnya membuat Joy jengkel, mau tidak mau ia terima hasil foto yang kurang bagus itu.
"Bagus difoto sama Cristian dari pada V." Gumam Joy tetapi masih didegar oleh V. Memang sengaja Joy menyindir V.
Ramen yang mereka pesan pun datang, kebetulan yang mengantarkan adalah pelayan yang tadi Joy puji karena ketampanannya. Pelayan tampan itu menaruh 2 porsi ramen, 1 camilan nugget di meja, dan 2 minuman yaitu lemon tea dan es cappucino.
Seolah tersihir, Joy seakan tidak bisa berpaling dari wajah pelayan itu. V yang sedari tadi memperhatikan pun sedikit illfeel.
"Wajah lo bikin illfeel tau gak." Ujar V sambil menoyor kepala Joy.
"Aduh, ganggu deh."
Selesai menaruh pesanan mereka pelayan itu langsung pergi, dengan mengucapkan Arigatou.
"Iya mas sama-sama." Jawab Joy dengan gestur sok imut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kedua manusia itupun makan dengan khidmat, tidak ada percakapan sama sekali disela-sela acara makan itu. Mereka akhirnya telah menghabiskan makanan yang ada di meja. Sekarang waktunya V membelikan titipan Ibunya.
"Udah selesai kan, mau dibungkus nggak?" V bertanya setelah menandaskan minumannya.
"Nggak usah, yang doyan ramen kan cuma kita doang."
"Oke, kita langsung ke Olivia ya. Jangan tidur lagi, bahaya habis makan tidur." V memperingati Joy, sebenarnya tidak papa tidur. Tetapi berhubung mereka habis makan, kan kurang baik kalau dibuat tidur. Karena bisa menyebabkan Diabetes.
"Siap pak dokter."
***
Sekitar 30 menit, mereka pun sampai di Olivia. Olivia sendiri adalah salah satu toko kue terkenal langganan Mama Vian, rasa dan bentuknya selalu yang terbaik. Kebetulan sekali Toko kue Olivia ini adalah rekomendasi dari Joy dulu.
"Selamat Siang, mau pesan apa Mas?" Tanya seorang karyawan Olivia pada V.
"Red Velvet 1."
"Baik, ada tambahan lagi?"
"Joy, lo mau apa? Pilih gih buat Bunda sama Ayah." Tanya V pada Joy. Sungkan rasanya kalau tidak membelikan Joy dan keluarganya sekalian.
"Em, 2 boleh kan. Red Velvet sama Cheesecake ya."
"Ya itu mbak, tolong dibungkuskan ya." Ujar V pada karyawan yang masih menunggu tadi.
"Baik red velvet 2 dan cheesecake 1, silahkan ditunggu sebentar ya Mas, Mbak."
Mereka berdua segera mencari tempat duduk yang kosong. Tempat duduk itu terletak dekat jendela toko, tempat yang strategis.
"Makasih udah mau beliin Ayah sama Bunda." Ucap Joy berterima-kasih
"Iya, santai mereka juga Orang tua gue." Jawab V.
"Hehe."
Kebiasaan Joy dan V sejak kecil adalah memanggil orang tua Joy dengan sebutan Ayah Bunda, dan orang tua V Mama Papa. Rasanya mereka seperti saudara, tetapi tidak sedarah. Namun banyak orang mengatakan bahwa mereka lebih cocok menjadi sepasang kekasih dari pada saudara.
TBC
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.