Pagi yang cukup indah, dengan langkah sumringah Ara masuk ke dalam kelasnya. Ara adalah seorang gadis cantik dengan tinggi 165 cm, kulit putih mulus dia juga memiliki segudang prestasi dibidang akademik maupun non akademik. Single, tapi itu membuatnya merasa happy. Ara benar-benar menikmatin statusnya ini. Sesekali mencoba melirik layar ponselnya, masih tetap bersih tidak ada pesan ataupun panggilan. Ara tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya ke dalam kelas yang masih sepi.
"Ara, tumben pagi-pagi udah dateng" Suara itu milik sahabatnya Lita.
"kepagian ya gua berangkatnya?" sahut Ara menghampiri sahabatnya yang sudah duduk manis di bangku paling depan. Kerena biasanya Ara berangkat tidak pernah sepagi ini. Biasanya bel masuk sudah berbunyi baru dia masuk kelas. Dan pagi ini bel akan berbunyi 15 menit lagi.
Ara dan Lita merupakan sahabat sejak SMP. Saat ini mereka sedang duduk di bangku kelas 11 IPA 2. Selain Lita, Ara juga memiliki seorang sahabat lagi yang bernama Dayu. Mereka bertiga selalu terlihat kompak dan selalu ceria. Di antara mereka bertiga hanya Ara yang belum punya pacar bahkan belum pernah pacaran. Sedangkan Lita dan Dayu sudah memiliki pasangan sejak duduk di bangku SMP. Bukan karena tidak ada yang mau menjadi kekasih Ara, banyak pria yang mencoba untuk mendekatinya, tetapi dia tidak terlalu menanggapi para pria yang ingin mendekatinya. Sehingga pria-pria itu pun menyerah.
"Udah seminggu gua gak liat Ando, dia ke mana sih?" tanya Lita.
"Mana gua tau, emang gua emaknya lo nanya sama gua" jawab Ara.
"Ya kali lo tau, biasanya kan lo kepoin dia." Balas Lita.
"Helllooo every bodyyy, kalian lagi ngomongin gua yaa?" Dayu muncul di depan pintu kelas dengan gayanya yang selalu heboh.
"Apaan kalii, dateng-dateng langsung heboh kaya gitu" Lita melempar Dayu dengan kertas.
"Emang kalian lagi ngomongin apa sihh?" tanya Dayu.
"Engga, tadi gua nanya sama Ara, Ando kok gak keliatan batang idungnya" jawab Lita.
"Ra, gua heran deh sama lo. Setiap ada cowok yang mau deketin lo, elo nya cuek-cuek aja. Malah sampe sekarang lo masih aja ngarepin Ando yang jelas-jelas lo gak tau gimana perasaannya." Tanya Dayu pada Ara.
"Entahlah gua juga bingung." Jawab Ara malas.
"Udah satu tahun lo masih aja ngarepin dia, kapan lo move on nya raaa." Tambah Lita agak kesal.
Yang mereka bicarakan itu adalah Ando, anak kelas 11 IPS. Dia adalah orang yang disukai Ara. Saat kelas 10 mereka satu kelas. Pertama kali Ara mengenal Ando pada saat MOS. Dan mereka satu grup saat MOS tersebut. Ando memiliki perawakan jangkung, ganteng dengan kulit sawo matang. Dia memiliki lesung pipi di sebelah kiri serta gigi gingsulnya yang membuat senyumnya tambah manis. Ando tipe cowok pendiam, tapi asyik diajak ngobrol jika sudah kenal dekat dengannya. Tak heran jika banyak yang mengaguminya bahkan menaruh hati padanya. Mulai dari teman seangkatan sampai kakak kelas banyak yang mencoba mencuri perhatiannya termasuk Ara. Saat kelas 10 Ando dan Ara bisa dibilang cukup dekat. Karena mereka terlihat sering ngobrol bersama. Namun Ara tidak pernah menunjukkan kalau dia menaruh hati pada Ando. Hanya kedua sahabatnya yang mengetahui kalau Ara menyukai Ando.
Entahlah, jika bicara soal Ando, Ara teringat saat masih kelas 10 dan itu adalah moment yang tidak pernah terlupakan oleh Ara. Hampir setiap hari Ando mengganggu Ara. Membuat Ara kesal karena terus diganggu oleh makhluk yang satu itu. Di depan Ando dia berpura-pura cuek padahal sebenarnya dia menaruh hati pada laki-laki itu. Dia bersikap seperti itu karena tidak mau Ando menjauhinya saat dia tau Ara suka padanya. Dengan begitu Ando masih di dekatnya pun sudah membuat Ara senang.
"Pagi pak, maaf saya telat." Ucap Ando berdiri di depan pintu.
"Kamu lagi, kenapa selalu telat?" ucap guru sejarah yang terkenal agak kiler.
Ando tidak menjawab dan hanya tersenyum sambil berjalan menuju bangkunya yang berada di belakang Ara. semua mata tertuju padanya termasuk Ara. Saat melewati Ara dengan senyaja ia menggoda Ara dengan mengedipkan matanya. Membuat Ara ternganga karena tak percaya yang barusan dilihatnya.
"Mingkem napa, ntar mulut lo kemasukan laler lagi." bisik Ando dari belakang sambil menarik rambut Ara pelan dari belakang.
Hati Ara mulai tak karuan. Apa lagi yang kan dilakukan laki-laki ini untuk mengganggunya. Konsentrasi Ara terpecah.
"Nanti pulang sekolah gua mau ngomong sama lo, jangan pulang dulu yaa." Bisik Ando di samping telinga Ara sambil mencondongkan badannya ke depan.
Bisikan itu sangat lembut dan sungguh menyebalkan, selalu saja dia bertingkah seenaknya. Ara memutuskan untuk diam dan tidak menanggapi bisikan makhluk menyebalkan itu.
"Jangan diem aja dong ra, gua butuh jawaban mau atau engga. jangan sampe gua maksa biar lo mau" Ando melintir-melintir rambut Ara yang panjang itu dari belakang. Dan itu mebuat Ara risih setengah mati.
