Hai namaku Khaira. Saat ini sudah memasuki libur panjang. Yeeey!! Pasti seru sekali. Aku punya banyak rencana untuk liburan. Ya udah mari simak ceritanya!
Hari ini aku mau nonton film sama Elgina. Aku sedang menunggunya di taman merdeka. 5 menit kemudian dia datang dengan motornya. Aku pun naik ke motor itu. Perjalanan yang cukup jauh ditambah teriknya matahari yang sangat menyengat membuat perjalanan kali ini benar benar melelahkan. sampai di sana, aku dan Elgina memilih film yang seru.
"Ra, kita nonton moana aja! Kayaknya seru" ajak Elgina "ya udah deh aku ikut aja" jawabku sambil mengelap keringat yang mengucur dari pelipis.
Elgina mengantri untuk membeli tiket, Sementara aku membeli popcorn dan coca cola. "Ra aku udah beli tiketnya di teater 1" ucap Elgina "aku udah beli popcorn sama coca cola. Ini buat kamu" ucapku seraya memberikan popcorn dan coca cola.
"Pintu teater satu telah dibuka silahkan memasuki ruangan" terdengar suara pemberitahuan saat aku dan Elgina asyik mengobrol. kami berdua pun masuk dan menonton dengan gembira.
Keesokan harinya aku dan kak Viveca juga Elgina pergi ke waterboom. Kami menaiki mobil yang dikendarai kak Viveca yang lebih tua dari kami. Saat sampai, kami mengganti baju dan berenang dengan seru. Namun saat perjalanan menuju mall yang cukup jauh, Elgina merasa mual.
"Khaira, kak Viveca, aku merasa agak mual. Lebih baik kita pulang saja" kata Elgina dengan lemas. "Baiklah Elgina. Kita pulang saja ya Ra, Kasihan kalau Elgina memaksakan diri" kata Kak Viveca sambil memutar mobilnya. "Baiklah liburan masih lama. Kita bisa pergi ke mall lain waktu" kataku
Sampai di kompleks perumahan, aku dan Elgina turun. Kak Viveca memarkir mobilnya di garasi rumah dulu. Aku mengantar Elgina ke rumahnya.
"El, kamu gak apa-apa kan?" tanyaku pada Elgina. "Tentu. Aku merasa lebih baik" jawabnya riang kami pun tertawa bersama.
Dalam seminggu ini, aku sudah melakukan hal-hal yang aku inginkan. Aku sudah nonton Film, ke waterboom, ke mall, dan lain lain. Nah masih ada satu kegiatan lagi yang akan kuceritakan.
Hari itu, aku dan Delyssa mengikuti kegiatan persami di sekolah. Kegiatan ini ditujukan untuk mengisi hari hari liburku. Aku tinggal di tenda bersama Delyssa, Amira, dan tidak lupa Elgina. Aku belum menceritakan trouble maker di kelasku ya? Namanya Salshabila. Dia punya dua sohib yang selalu membantunya melakukan kejahilan. Aku salah satu korbannya (lebay). Dia mengubah roti milikku yang gurih menjadi sangat pedas. Bukan hanya itu, tapi aku tidak bisa menjelaskan semuanya. Sohibnya bernama Ririn dan Nana.
Balik ke cerita "Sekarang kita akan bermain games tebak lagu dan tebak kata. Dilanjutkan dengan mencari jejak dan mencari ikan" kata pak Sony lantang. Aku dan teman temanku memenangkan semua permainan itu. Aku dan teman temanku dihadiahi buku Harry Potter yang cukup tebal. Kami semua istirahat sambil ngemil camilan enak yang kami bawa.
Keceriaan kami berubah marah ketika Salshabila mengambil buku harry potter milik kami. Karena kesal, aku menarik bajunya dan mencubit lengannya.
"Kembalikan buku kami!" Seruku sambil terus mencubit lengannya "auw! Sakit tau! Lo itu terlalu kamseupay untuk mendapatkan buku ini! Dari pada buat lo mending jadi milik gua! lebih baik lo Khaira jangan macem macem" kata Salshabila sambil melepaskan lengannya dari cubitanku. "Enak aja lo bilang kita kamseupay! yang ada lo kali yang kamseupay dan gak pantes buat dapetin buku itu" ucap Delyssa marah "lebih baik kamu balikin buku itu daripada kena akibatnya dari Khaira" kata Amira karena kata kata Amira itulah Salshabila mengembalikan buku kami.
"Huh gua balikin buku kalian bukan karena takut tapi gua kasian aja liat kalian" kata Salshabila
Kalimat Salshabila menutup acara siang ini karena sudah malam.
Eits. Persami ini belum selesai sampai sini saja lho! Masih ada lanjutannya. Jam 20.00 ada penyalaan api unggun ditambah penampilan regu regu pensi. Malam yang gelap dan dingin itu kalah oleh keceriaan kami pada acara api unggun. Kegiatan terakhir sebelum tidur adalah menonton layar tancap bersama-sama. Seru banget ya! Tapi film yang diputar adalah film horor. Jam 22.00 kamipun dipersilahkan ketenda dan tidur.
Keesokan harinya jam 02.00, kami dibangunkan untuk melakukan aktivitas persami lainnya. Apalagi kalau bukan jurit malam. Kami disuruh membawa dua senter dan sebuah sarung (untuk apa ya?). Kami semua berbaris rapi "anak anak, sekarang kita akan melakukan jurit malam. Kalian harus mencari bunga melati, kamboja, mawar, cempaka, dan sebuah kendi dari tanah liat. Masing masing bunga ambil 3 tangkai. Setelah diambil, letakkan di sarung yang akan dibawa salah satu dari kelompok kalian. Kalian bisa mengikuti tanda panah berwarna merah. Siapa yang mau maju duluan?" arah pak Sony kepada seluruh peserta. "Kami pak!" kataku, Delyssa, Amira, dan Elgina sambil mengangkat tangan. "Baiklah. Kelompok Edelweis silahkan maju" kata Pak Sony
Awalnya terasa biasa saja. Setelah Amira memetik bunga kamboja dan diletakkan di sarung yang dibawa Delyssa terasa hawa dingin pagi hari ditambah aroma melati yang menambah rasa takut. Amira yang penakut merinding ketakutan. Setelah kami memetik bunga yang diperintahkan, kami mencari kendi tanah liat.
"Itu di sana ada kendi!" kata Elgina sambil menunjuk kearah dalam dinding. "Kha..Khaira.. itu kan ku..kub..kuburan!" jerit Amira Histeris. Kami pun selesai dan mendapat hadiah regu terbaik.
Nah itu semua kegiatanku saat libur. Bagaimana denganmu?
