Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Tuhan Sayang Kita, Kok

10 4 0
                                        

Sinar mentari telah menerobos ruangan di mana Lina tidur semalam. Itu tandanya pagi telah menyapanya. Babak baru dalam kehidupan akan segera dimulai. Pukul 06.05.
"Lin, bangun ini sudah siang. Nanti kamu terlambat sekolah loh!" kata Tika.
"Hoamm.. hm. Lina masih ngantuk, dik. 5 menit lagi ya Lina bangun kok," jawabnya.
"Lihat! Sekarang jam berapa? Apa kamu tidak takut dihukum lagi?" omel Tika yang pagi-pagi seperti ini sibuk membangunkannya.
"Iya, iya dik. Lina bangun," jawabnya kemudian.

Linda Herlinawati itulah sebuah nama yang diberikan oleh kedua orangtuanya. Itulah awal dari aktivitasnya yang hampir setiap hari seperti itu. Bangun kesiangan dan yang membangunkan Lina tadi ialah Tika, adik sepupunya yang sudah duduk di bangku kuliah. Eits bangun siang bukan karena Lina pemalas, loh. Han ya saja Lina memiliki banyak kegiatan di sekolah maupun di lingkungannya. Maklumlah Lina tinggal bersama omnya. Hal itu pula yang membuatnya harus bersikap mandiri. Kami tinggal di perumahan Kopo Permai, Bandung. Ya, walaupun Lina sendiri kurang menyukai suasana tinggal di perumahan elit.

Mau tak mau Lina harus menjalaninya. Lina merupakan anak yatim piatu sejak usiaku 6 tahun. Lina yang masih terlalu kecil untuk menikmati hidup tanpa orangtua. Namun inilah yang harus ia jalani sesuai garis kehidupan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebenarnya Lina itu masih punya seorang kakak laki-laki yang memiliki selisih usia 2 tahun dengannya, Ndaru namanya. Akan tetapi Lina tidak tahu di mana sang kakak berada sekarang, karena hampir 4 tahun mereka berpisah.

"Lina, kamu tidak sarapan dulu?"
"Tidak, Tante. Ini Lina sudah terlambat," jawab Lina sedikit sopan sambil merapikan seragamnya.
"Ya, sudah. Tante sudah siapkan bekal untukmu nih. Dibawa loh!"
"Iya, Tan. Terima kasih."
"Itu sudah menjadi kewajiban Tante. Kamu tidak perlu berkata terima kasih dengan Tante."
"Lina izin berangkat ke sekolah dahulu Tan," ucap Lina kepada Tante Mia sambil mencium telapak tangan beliau.
"Hati-hati di jalan," pesan Tante Mia.
"Iya, Tan" jawab Lina.

Sesampainya di sekolah. SMA Tunas Bangsa ialah tempat di mana Lina bersekolah. Di sanalah Lina menggoreskan berbagai kenangan manis maupun pahit teman-temannya. Ada Gyta yang pandai berorganisasi, Sarah yang memiliki otak encer dalam bidang pengetahuan alam, Kak Tiya yang mahir bercerita dan mengorek sedalam-dalamnya tentang peristiwa yang terjadi pada masa lampau, dan Kak Aris yang gemar ceramah. Mereka mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Walaupun begitu kami saling melengkapi dan selalu kompak dalam suasana apapun. Lina satu kelas dengan Gyta dan Sarah yaitu di kelas XI IA 3, sedangkan Kak Tiya dan Kak Aris merupakan kakak kelas Lina.

"Lin, kamu sudah sarapan belum?"
"Hehehehe. Belum," jawab Lina dengan wajah sumringah.
"Kamu itu kebiasaan ya, kalau pagi jarang sarapan."
"Hehehe," jawab Lina sambil menunjukkan kedua jarinya yang melambangkan V ke arah Kak Tiya.
"Ya sudah. Ini ada sepotong roti nih untuk kamu yang belum sarapan."

"Cie Lina cie," ucap sahabat-sahabat Lina yang lain dengan kompak.
"Kalian itu apa-apaan sih?"
"Cie-cie yang sedang dibela Kak Aris."
"Awas!! Ada yang terbang nih!"
"Jangan lupa tengok ke bawah."
"Sudah-sudah, ayo cepat dimakan rotinya sebelum bel masuk. Padahal beberapa menit lagi bel masuk loh!"
"Iya-iya."

1 menit 2 menit 3 menit 5 menit bel masuk pun berbunyi. Teng tong teng tong, teng tong teng tong. Pelajaran pertama adalah Matematika. "Aduh, kenapa sih harus ada pelajaran ini. Padahal Lina paling tidak suka pada pelajaran ini. Mana gurunya Pak itu lagi. Bosen ah pelajaran itu," keluh Lina kepada Gyta, teman sebangkunya.
"Sabar, Lin. Suatu saat nanti pasti kamu akan menyukainya bahkan kamu bisa menguasainya, loh!" ucap Gyta yang memotivasi Lina. Agaknya sih Lina mulai menikmati pelajaran ini. Buktinya dari sepuluh soal ia mampu menjawab 5 soal dengan benar. Biasanya sih Lina bisa menjawab 3 soal saja. Mengalami peningkatan sih walau hanya sedikit.

CERPEN (AND)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang