Tetaplah Bersamaku (Part 1)

6 2 0
                                        

"Assalamu'alaikum Bu, Pak.. Nia berangkat,"
"Wa'alaikumsalam nduk, seng tenanan yo.. Semoga kamu jadi orang sukses,"
"Aamiin,"

Tak lama kemudian kereta api gajayanan membawaku hijrah ke kota pelajar, Jogjakarta. Alhamdulillah, satu dari sekian banyak mimpiku tercapai. Ya, aku sudah sejak lama bercita-cita belajar di sini, gratis pula. "Terima kasih Ya Allah," Tak terasa 12 jam berlalu begitu cepatnya, kini dengan penuh doa dan harapan aku mulai menjejakkan kakiku di Jogja dan ku rasa hari pertamaku berlalu begitu cepat karena aku terlalu sibuk menyiapkan keperluan MOPDB esok hari di kampus. Malam pun bersambut, di tempat kos di mana kini aku tinggal mulai ku kenali satu per satu suasana lingkungan beserta para penghuninya.

"Kenalin aku Nadine,"
"Oh, iya kenalin namaku Nia, kamu kuliah di mana?"
"Aku di UGM HI, kamu?"
"Aku di UGM juga, tapi FK,"
"Wow, anak FK. pinter dong,"
"Ah biasa aja kok,"
"Eh, kalau nggak salah kita satu gugus ya besok,"
"Oh iya, aku baru inget. Besok kita barengan aja ya,"
"Ok,"

Perkenalan singkatku dengan beberapa penghuni kost, termasuk Nadine membuatku semakin bersemangat, terlebih saat aku tahu bahwa aku sudah punya teman MOPDB besok.. legaa sekali. Pagi ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di tempat semegah ini sebagai tempat belajarku sekitar 4 tahun kedepan. Insyaa Allah. Hari pertama MOPDB berlangsung sangat meriah, akrab, dan menyenangkan. Namun hal itu hanya bertahan hari itu saja karena aku mulai merasa mulai terganggu dengan hari hari berikutnya, entahlah apa kesalahanku hingga setiap hari aku kena hukuman.

"Hmm.. Nadine, cape tahu dihukum mulu,"
"Iya, sama.. Seniornya pada ngeselin deh,"
Namun sialnya, percakapan kami terdengar oleh panitia dan mengakibatkan kami mendapatkan hukuman selanjutnya.
"Kalian harus menemukan senior lain fakultas, dan kalian harus menjelaskan 1 teori singkat dalam jurusan kalian,"
"Haaa? Tapi Kak,"
"Sudah cepat lakukan, sekalian minta biodata singkat dan tanda tangan,"
"Gila kali tu orang," Gerutuku sambil berjalan menyusuri kampus.

"Kak, boleh tanya?"
"Apa?"
"Anu, kakak jurusan apa?"
"Arsitektur,"
"Oke, minta bantuannya ya kak. Jadi gini,"
"Maaf saya sibuk,"
"Loh kak, aduh please kak.. Sebentar aja, tolong kak.. Tolong banget,"
"Ya udah cepet, dasar anak kecil,"
"Oke, jadi gini kak sistem kekebalan manusia yang biasa disebut sebagai sistem imun terbagi menjadi 2 bagian,"
"Udah selesai?"
"Eh, belum kak biodata sama tanda tangannya,"

"Emang nyusahin ya. Ihh,"
"Hehe, maaflah kak.. Makasih banyak, pokoknya makasih banget kaak.. Danang, iya Kak Danang," Kataku sambil melihat biodata yang baru ditulisnya.
"Ciye, Danang abis pdkt sama anak baru,"
"Alhamdulillah lo akhirnya ngerti cewek jugaa,"
"Apaan sih kalian, itu cuma anak kecil yang ngerepotin,"
"Ah, ya jangan gitu kamu Nang.. Nanti tahu, tahu jadian lagi, haha," Buli teman-teman Kak Danang.
"Ah enggak lah. udah ah yuk,"

"Gimana, kamu dapet orangnya?"
"Alhamdulillah dapet Dine, walaupun orangnya cuek gila,"
"Iya sama, aku juga gitu kok,"
Hari ini adalah hari terakhir MOPDB, yang artinya besok kita sudah mulai belajar di jurusan masing-masing. Acara hari ini ditutup dengan penyematan KTM oleh rektor, KTM secara simbolis biasa disematkan kepada mahasiswa penerima beasiswa atau mahasiswa termuda.

"Penyematan Kartu Tanda Mahasiswa kepada Husnia Fikri Tsabita dari Fakultas Kedokteran,"
Tak pernah ku duga, bahwa hari itu aku menjadi mahasiswi termuda sekaligus penerima beasiswa, Alhamdulillah.
"Selamat ya Ni.. Dari awal udah kelihatan kalau kamu itu hebat," Ucap Nadine memberi selamat.
"Kamu juga hebat Dine, terima kasih,"

"Eh, eh Rif, itu kan anak kecil tadi," Kata Kak Danang.
"Iya, yang minta biodata lo kan,"
"Iya, wih anak pinter ternyata. Haha,"
"Nah yang kayak gitu tuh yang cocok buat lo dan,"
"Apaan sih lo,"
"Emang yang kayak apa sih tipe lo, mulai juragan ayam goreng sampe ayam kampus nggak ada yang lo mau,"
"Udah ah yuk," Sahut Kak Danang sewot.

CERPEN (AND)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang