Di pagi yang cerah ini. Ku langkahkan kaki ku untuk berangkat ke sekolah. Kebetulan sekolah ku gak begitu jauh dari rumah. Ku awali mentari pagi dengan senyuman. Sesampainya di sekolah aku bertemu dengan seorang temanku namanya Yuni. Saat ku lihat dia sedang menyapu lantai kelas. Kebetulan itu adalah hari piketnya.
Kemudian setelah kulangkahkan kakiku untuk masuk ke dalam kelas "Citra..." suara itu memanggilku. Aku pun menoleh ke belakang "Candra..." ucapku tersenyum. Tiba-tiba ada salah satu dari teman Candra yang memanggilnya. Akhirnya pembicaraan kita putus sampai disana. Candra adalah sahabat karib ku yang selalu setia temani dan hibur aku ketika sedih maupun senang. Dia selalu menceritakan masalahnya pada ku. Apa lagi kalau dia mau nembak cewek, hemmm... tapi sayang aku gak pernah cerita tentang perasaanku pada dia.
Bel masuk pun bordering. Selama 4 jam 2 mata pelajaran pun sudah kita lalui. Akhirnya saat yang kita tunggu-tunggu yaitu saat istirahat telah tiba. Ku coba langkahkan kakiku untuk keluar. "Citra..." suara itu muncul lagi. Ku tolehkan kepalaku ke belang "Candra, ada apa?" tanyaku. "Kamu mau kemana?" Tanya ia balik "aku mau ikut Faza ke kantin nich" ucapku sambil menggandeng tangan Faza yang sejak tadi menunggu ku. "aku duluan ya..." ucap ku lagi. Candra hanya mengagguk.
Ketika kita selesai pergi ke kantin aku dan faza pun masuk ke dalam kelas lagi. Di sana pandanganku langsung tertuju ke belakang. Yaitu kepada Candra dan Vivi, sepertinya mereka sedang asyik ngobrol di belakang. Aku pun melangkahkan kakiku untuk keluar. "Citra..." suara itu muncul lagi di telingaku. "Ya.." jawabku singkat sambil menoleh ke arah Candra "kemari" ucapnya sambil melambaikan tangannya dan mempersilahkan aku duduk di sampingnya. Aku pun melangkah ke arahnya dan duduk di sampingnya. "Ada apa?" tanyaku. "Gak ada apa-apa kok. Cuma kangen aja sama kamu" ucapnya dengan pendangan nakal.
Kemi pun bercerita bersama. Sementara Candra selalu bercerita pacarnya sama aku. Sementara aku hanya bisa mendengarkannya. Kadang Candra juga cerita tentang kehidupan dan tingkah anehnya bersama teman-temannya. Aku pun ikut tertawa mendengarnya. Sementara aku gak pernah bercerita tentang diriku pada Candra. Aku pun tidak pernah memberitahu rumahku pada Candra. "Oh ya citra, aku boleh tau rumahmu gak?" tanyanya kemudian. "Rumahku gak jauh dari sini kok, cukup jalan kaki sudah sampai" ucapku "Aku boleh gak main-main ke rumah kamu?" tanynya lagi. "Silahkan aja" jawabku tersenyum. Candra pun ikut tersenyum.
Sepulang sekolah aku sudah melihat ayah dan ibuku duduk di kursi ruang tamu. Entah aku juga gak tau mereka lagi musyawarah apa, sepertinya sih, serius banget. Aku pun melangkah masuk pintu dan menuju ruang tamu "Citra... kemari..." ucap ibuku setelah aku buka sepatuku dan menarauh sepeti di tempatnya dimana terletak di luar pintu rumahku. Aku pun duduk di tengah-tengah mereka. "Citra, kami berencana untuk pindah tempat tinggal. Dan pindah ke rumah ayah. Karena di sana tidak ada yang huni lagi. Kakek dan nenekmu sudah tiada. Mereka ikut kakak ayah ke jombang. Sementara ramah ibumu disini akan di pakai kakaknya yang pengen tinggal disini." ucap ayah "Kakak ibu yang mana?" tanyaku "Kakak ibumu yang bernama abdur, yang dari kalimantan." ucap ayah "Ohhh, oom abdur" jawabku "Iya oom abdur, kamu mau kan?" tanya ayah lagi "Terus gimana dengan sekolah ku?" tanyaku "Sekolahmu akan ayah pindahkan juga" jawabnya "Tapi yah, kalau mau pindah nunggu kenaikan kelas dulu ya yah, soalnya nanggung nich..." ucapku memohon kepada ayah. "Ya, kalau itu mau kamu. Ayah akan nurutin deh, ayah akan nunggu kamu." jawab ayah. Aku pun senang dan ayah memelukku sambil mencium keningku. Aku pun pergi ke kamar. Dan kemudian mandi. Karena kebetulan aku capek banget saat itu.
Sore harinya aku pun membaca novel mini yang sejak dari tadi kupegang. Dan duduk di ruang tamu. Tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar rumah. Aku pun beranjak berdiri dan membuka pintu. Aku pun kaget "Hai..." ucapnya "Candra..." ucapku melotot "Kenapa? Kaget ya..." ucapnya tersenyum "Bagaimana kamu bisa tau rumahku?" ucapku penasaran. "Aku tau dari teman kamu". "Oh ya, silahkan masuk. Ngomong-ngomong kamu ada perlu apa kemari?" tanya ku sambil melangkahkan kakiku mengantar Candra ke ruang tamu dan mempersilahkannya duduk. "Aku cuma pengan main-main ajah." ucapnya tersenyum.
