Pagi Tanpa Mentari (Part 3)

6 1 0
                                        

Saat Lista terbangun dia melihat randi tidur di rajang di sebelahnya. Saat itu Lista berpikir, betapa beruntungya dia memiliki calon suami seperti randi. Seletah seminggu dirawat di rumah sakit, mereka pun diizinkan pulang. Mereka mulai mempersiapkan pernikaahannya. Karena kesibukan randi pernikahan baru bisa dilakukan sebulan kemudian atau 2 hari setelah hari ulang tahun Lista. Kondisi Lista berangsur membaik tapi lain halnya dengan Awan. Operasi yang dilakukan berjalan sukses, namun tubuh Awan tidak bisa menerima, shock akibat ginjalnya yang satu telah diambil. Karena kinerja yang terlalu keras, ginjal yang dimiliki oleh Awan tidak mampu menanggung kerja yang keras. Sehingga muncullah kelainan kerja ginjal pada diri Awan. Dan bekas sayatan operasi pada tubuhnya tidak dapat tertutup dengan sempurna sehingga terjadilah infeksi. Kondisi ini membuat Awan hanya bisa terbaring di rumah sakit. Keluarga Awan ingin memindahkan Awan ke luar negeri untuk diobati. Tetapi Awan menolak, dia mempunyai keinginan sebelum dia dipindahkan ke luar negeri. Dia meminta keluargannya menemani untuk mencari bunga dan kado untuk ulang tahun Lista.

Siang itu juga Awan dengan ditemani oleh orangtuanya pergi mencari keinginan Awan. Sebuah rangkaian bunga yang indah, kado berisi ikat rambut dan sebuah puisi menjadi kebiasaan Awan untuk ulang tahun Lista. Kali ini sebuah sajak dengan huruf N besar yang menutupi 3 kolom pertama kertas dibuat oleh Awan "Namun bila waktu berhenti berputar untukku aku rela, karena sebagian waktuku sudah ada dalam dirimu." Itulah puisi yang Awan tulis sembari tertidur di ranjang tempat dia dirawat. Selesai menulis itu Awan pun diterbangkan ke jerman untuk memperoleh pengobatan disana. Kali ini dia tidak menunggu Lista menerima hadiah darinnya karena kondisi yang tidak memungkinkan. Setelah sampai di jerman tim dokter segera melakukan medical check up untuk Awan. Hasil yang sangat mengejutkan pun didapat oleh mereka. Tim dokter mengabarkan pada keluarga Awan bahwa penyakit yang diderita Awan sudah terlalu parah. Jika saja lebih cepat mungkin mereka masih bisa membantu. Tim dokter memvonis Awan menderita gagal ginjal akut dan kelainan sunsum tulang belakang sehingga tubuh Awan tidak bisa lagi menyaring racun dan memproduksi zat antibody untuk pertahanan tubuh. Dia divonis tidak akan bisa bertahan lebih dari 2 hari. Dalam sakitnya Awan berpesan pada kakak perempuannya yang saat itu menemaninya di rumah sakit "jika sudah tiba waktuku, aku ingin agar kakak mengirimkan kado seperti hari ini pada Lista. Dan jangan katakan kalau aku yang telah memberikan ginjalku padannya. Biarkan separuh dari tubuhku hidup dalam diri Lista. Biarkan waktu terus berjalan mengiringinnya." Dengan suara terbata-bata Awan mengatakan hal itu pada kakaknya. Kakaknya yang semula berniat menahan air mata, tidak sanggup lagi menahannya. Airmata jatuh bercucuran di atas tubuh Awan.

Di waktu yang sama siang itu juga, Lista menerima bingkisan kado dari Awan. Untuk kali ini, Lista merasa heran. Randi berada di dalam rumah sedang mendata siapa sajakah yang akan diundang di hari pernikahan mereka. Tetapi hal itu tidak diambil pusing oleh Lista. Dia masuk ke dalam dengan membawa kadonya. Sampai di dalam dia melihat randi sedang bercanda gurau dan tertawa terbahak-bahak dengan keluarganya. Untuk yang satu ini benar-benar menimbulkan pertanyaan yang besar untuk Lista. Bagaimana bisa mereka dioperasi dalam waktu yang sama tapi tingkat penyembuhannya berbeda. Luka bekas opersi yang ada pada Lista masih terasa sakit meski hanya untuk sedikit tertawa. Hal ini membuat Lista bertanya-tanya. Dia kemudian mendekati randi, seolah ingin mengajak randi bercengkrama secara sengaja dia menyenggolkan sikunya pada bekas luka randi, tetapi randi tidak bereaksi. Lista kembali bergurau dan tanpa sepengetahuan randi dia menyingkap baju randi. Alangkah terkejutnya Lista melihat tidak ada luka bekas operasi pada tubuh randi, hari itu juga Lista yang beralasan ingin membeli sesuatu, bergegas ke rumah sakit. Dia menemui dokter dan bertanya pada dokter mengenai hal itu. "dokter, sebenarnya siapa yang telah memberikan ginjal pada saya? Dokter pasti tau hal itu. Bukan randi orangnya. Saya tidak melihat bekas luka di tubuh randi. Dokter jawablah pertanyaan saya." Lista bertanya dengan sedikit memaksa pada dokter. Tetapi dokter menolak untuk menjawab "maaf saya tidak bisa menjawabnya saya sudah berjanji untuk tidak memberitahukan pada anda. Anggap saja ini kebaikan dari Tuhan untuk anda agar bisa melihat matahari pagi lagi." Di saat perdebatan itu sebuah panggilan darurat masuk ke telepon di atas meja kerja dokter. Resepsionis memberitahukan sebuah keadaan darurat dan membutuhkan penanganan segera. Dokter pun meminta diri dan pergi meninggalkan Lista.

CERPEN (AND)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang