Medul dan Nedul (Part 1)

6 1 0
                                        

Sahabat itu harus seperti teh manis. Ada yang menjadi gula. Dan ada yang menjadi bubuk teh. keduanya harus saling melengkapi untuk menjadi teh yang baik. Terkadang salah satu diantaranya juga harus rela menjadi air panas. Agar menjadi teh yang sempurna.

Ini cerita persahabatanku dengan Yoyo. Persahabatan kami sudah terjalin selama 1 tahun lebih. berawal dari sebuah ekstrakuler, yaitu pramuka. Dan dari situlah medul mengenal nedul dan nedul mengenal medul. Medul adalah panggilan khas yang diberikan yoyo kepadaku. Medul adalah singkatan dari 'messi mandul'. itu karena aku sangat mengkagumi sosok messi. Tetapi kemampuanku dalam bermain bola sangat tidak bisa diandalkan. Terkadang saat ingin menendang bola, bisa saja tendangan itu meleset. Oleh karena itu aku disebut medul olehnya. Aku lebih mahir dalam hal komputer atau renang.

jika aku 'Alwi Hermawan' adalah medul. Maka Yoyo adalah nedul nya 'neymar mandul'.
Tidak berbeda denganku. Yoyo juga hanya dapat memegang bola. Yang seharusnya ditendang. Ia lebih mahir dalam hal renang, wanita dan perhitungan. Perbedaan skill IQ kami inilah yang membuat kami berbeda kelas di SMK swasta di Bogor. Aku di kelas XI RPL-1. Sedangkan Yoyo di kelas XI akutansi-2.Tetapi keakraban kami melebihi teman sekelas. Setiap hari kami pergi dan pulang bareng layaknya abang beradik. Atau bisa juga seperti kotoran cicak yang berjalan. Dikarenakan aku yang memiliki kulit yang lebih gelap daripada Yoyo yang lumayan putih. ya jadi itam putih gitu. seperti taik cicak.

Susah senang kami lewati bersama. rahasiaku adalah rahasia nya juga. Dan begitu juga sebaliknya. Ini sudah genap satu tahun aku menjomblo. entah kenapa. Menurutku pacar hanya membuang waktu. Berbanding terbalik dengan Yoyo. Sahabatku yang tampan dan berkharisma ini, sangat diidolakan kaum hawa. Dan ia pun terbawa susana karena itu. Singkatnya Yoyo adalah play boy. Tapi itu tidak merubah cerita persahabatan kami.
Sebagai sahabat bukannya aku tak peduli. Mulut sudah berbusa untuk menasehatinya.
"ned, uda deh. tobat. jangan lu kerjain mulu tuh cewek cewek", saranku yang ke seribu kali
"iya iyaa med", jawab santai yoyo dengan senyuman. jawabannya selalu sama. tapi masih tidak ada perubahan. Kebiasaan buruk Yoyo yang suka permainkan perempuan, akhirnya lama kelamaan menjadi termaklumi ku.

Ini malam adalah malam mingguan. seperti malam minggu sebelumnya. Jika Yoyo sekarang berpapasan dengan cewek. Maka aku berpapasan dengan monitor komputerku. Jika Yoyo memeluk pacarnya, maka aku memeluk komputerku. Jika Yoyo mencium pacarnya, maka aku eh gak usah dilanjutin.
Tidak bosan bosan aku menatap bola persahabatan kami itu. Bola yang dipajang di sebelah monitorku. Yang ukurannya pun tidak terlalu besar seperti umumnya bola. Ukuran hanya sedikit lebih besar dari buah jeruk. Terdapat logo fc barcelona di permukaannya dan ditambah replika tanda tangan dari 2 algojo FCB yaitu Messi dan Neymar. Dan tidak lupa tulisan cakar ayam dari spidol, aku dan Yoyo yang menulisnya. Bertulis 'Medul dan Nedul sahabat selamanya' dan di bawah kalimat itu. Aku (alwi) dan Yoyo bertanda tangan. Yoyo juga mempunyai bola yang seperti ini satu. Kami berdua berjanji, kami akan mewariskan bola kami ini ke anak cucu kami nanti. Agar mereka bersahabat juga layaknya kami.

Di tengah lagi asyiknya memperhatikan bola. Tiba tiba loudspeakers cpu ku bunyi. (teeng). Itu berasal dari facebook yang sebelumnya telah ku buka. Kupikir itu hanya pemberitahuan kalau seseorang telah meng like statusku. Ternyata ada inbox. Itu dari Uki, anak cewek dari akutansi-1
uki: Awii?
Awi: ya?
uki: aku boleh nanya gak?
Awi: wah jarang jarang ada orang yang mau bertanya samaku. Tanya apa?
uki: sebelumnya maaf. Kamu uda punya pacar?
Awi: belum, emang kenapa?
uki: masa kamu gak tau si. Amel suka sama kamu lo. dia sayang banget sama kamu. dia uda ngasi tanda tapi kamu kenapa gak ngerespon?
Awi: maaf bukan gak ngerespon. aku kurang peka dalam hal itu.

Setelah itu aku langsung menonaktifkan obrolanku. Agar pembicaraan kami tidak semakin aneh. Aku sedikit kaget dengan perkataan Uki barusan. Aku mengulang ulang kalimat dari Uki tadi. Amel adalah sahabat Uki. Dia juga termasuk anggota pramuka.
Aku baru sadar. Sikap Amel belakangan ini memang sedikit aneh. Ia seperti memberikan ku perhatian yang tidak jelas. Ia seperti mengharapkan sesuatu dariku. Ia begitu hangat akhir akhir ini.
Aku sangat bingung. apa yang harus kulakukan. aku duduk sambil mendengak kan kepalaku. aku menatap langit langit kamarku. dalam hati aku bertanya kepada diriku sendiri.
ya tuhan... bagaimana ini. Apakah benar Amel menyukai ku? Bagaimana bisa gadis secantik Amel menyukai orang sepertiku? Bukannya aku jual mahal. Tapi aku benar benar tidak memiliki perasaan untuknya.
Dan di malam minggu itu pun aku tidur dengan penuh dilema.

CERPEN (AND)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang