Cinta Tapi Gak Mau Pacaran

4 1 0
                                        

Pagi itu kelas 11 IPA 4 sedang pelajaran olahraga. Semua perempuan pergi ke wc untuk ganti baju. Sedangkan laki-laki ganti bajunya di kelas. Setelah ganti baju, semuanya pun ke lapangan.

Sekarang olahraganya adalah tes lari. Yang pertama dites adalah perempuannya dulu. Sedangkan laki-laki menunggu perempuannya selesai. Sambil mereka menunggu perempuannya selesai, mereka bermain sepak bola dulu.
"Pak, dites larinya berapa keliling?" Tanya Fandra.
"Lima." jawab pak Slamet.
"Baik, absen 1-10 cepat berbaris!" Teriak pak Slamet.

Karena Kirana absen 23, dan ditesnya masih lama, dia dan Melly pun duduk di depan anak laki-laki yang sedang main bola.
"Eh, Andre suka sama kamu lho!" Kata Melly sambil menyenggol Kirana.
"Terus?" Tanya Kirana dingin.
"Ya, dia suka sama kamu." Jawab Melly
"Oh." Jawab Kirana singkat.
"Kamu ini urusan cowok selalu saja cuek."
"Jadi, gue harus bilang WOW gitu?"
"Ya sok!"
"Wow!" Kata Kirana singkat padat dan jelas. Sahabatnya yaitu Melly pun hanya bisa menghela nafas saja.
Kirana tidak peduli dengan omongan Melly. Soalnya gak penting. Tapi, walaupun begitu menurut dia Andre itu ganteng dan keren. Tapi, Kirana masih ragu apakah dia cowok yang baik apa enggak.
Karena katanya sih dia itu play boy. Jadi, Kirana tidak peduli, mau dia suka dengannya lah apalah, karena itu pasti kebohongan dia yang sudah biasa.

Tiba-tiba Diana menghampiri Kirana dengan wajah yang menyeramkan seperti habis operasi plastik tapi gagal haha.
"Heh, Kirana! Kamu jangan sok deketin Andre lah! Dia itu pacarku." Sahut Diana dengan kesal.
"Pacarmu? Bukannya udah putus ya?" Ejek Melly.
"Diam kamu! Aku gak punya urusan denganmu!"
"Biarin wleee." Ejek Melly.
"Denger ya Kirana, aku putus itu gara-gara kamu tau!" Diana menunjuk pada Kirana.
"Aku? Gara-gara aku?" Kirana mununjuk pada dirinya sambil terheran-heran.
"Ya!" jawab Diana geram.
"Asal kamu tahu ya, aku itu tidak suka sama Andre si play boy. Jadi, ngapain aku deketin dia?" Kata Kirana ketus.
"Pembohong!" kata Tiara sahabatnya Diana.
"Aku tidak bohong. Memang aku tidak suka dengan dia. Aku tidak suka kriteria cowok play boy macam dia. Dianya aja yang deketin aku."
"Denger ya, anak baru. Beraninya kamu jadi pacar dia, gue hajar!"
"Heh, Mbak! Mbakekok! Jangan mentang-mentang kamu anak karate, main hajar orang!" kata Melly.
"Masalah buat loe?! Udah yuk, teman-teman! Kita cabut aja! Di sini ada dua tikus menjijikan yang kerjanya hanya bikin ulah terus sama kita!" Diana dan teman-temannya pun langsung pergi dengan centil. Kirana dan Melly membiarkan mereka pergi, walaupun Kirana dan Melly sedikit kesal dengan mereka. Karena merekalah yang kerjanya bikin ulah mulu.

Sekarang giliran absen 21-30 yang dites. Kirana, Melly dan yang lain pun langsung bersiap-siap. Ketika semuanya sudah siap, peluit pun ditiup, dan anak-anak berlari dengan sekuat tenaga. Ketika Kirana baru berlari tiga keliling lapangan, dada Kirana terasa sesak. Dia sudah tidak kuat lagi. Nafasnya terdengar bunyi ngik-ngik. Kepalanya pusing, dan tiba-tiba dia jatuh.

"Kirana! Bangun..!!" Teriak Melly.
Kirana langsung bangun ketika mendengar suara Melly memanggilnya. "Alhamdulillah, kamu sudah sadar." Sahut Melly gembira. "Aku di mana Mel?" Tanya Kirana sambil memaksa untuk bangun, dan ternyata ada Andre di sebelahnya, dan dia menyuruh Kirana agar tidak bangun dulu. Kirana jadi gugup ketika ada Andre di sebelahnya.
"Tadi asma kamu kambuh terus kamu pingsan. Lalu ditolong sama Andre, dan dibawa ke sini." Jawab Melly.
"Ooo, gitu. Makasih ya, Ndre." Kata Kirana langsung melempar senyum malu-malu.
"Sama-sama." Andre tersenyum juga. Tiba-tiba Kirana jadi deg-degan ketika dia berada di dekat Andre. Kenapa bisa? Biasanya dia gak suka begitu kalau berjumpa dengan Andre. Malah kalau dia nyapa Kirana, Kirana malah suka nyuekin. Andre senyum ke Kirana saja malah dibalas wajah cemberut dengan mata ndelekin. Ya, Kirana berbuat begitu soalnya biar gak ada cowok yang mau sama dia. Kan mana ada cowok yang mau sama cewek yang SUPER JUTEK banget kayak dia? iya kan? Namanya juga anak sholehah, pasti menjaga yang mana makhrom dan mana yang bukan makhromnya. Jadi dia gak berani deket sama temen-temen cowok di kelasnya.

CERPEN (AND)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang