Cinta Yang Tertinggal (Part 1)

6 1 0
                                        

Alur cerita yang mungkin tak diinginkan. Ketika takdir berkata lain bahwa mereka tidak bisa bersama. Rangkaian mimpi mereka hilang seketika saat sang waktu berkata bahwa mereka harus berpisah.

Irene duduk di sebuah bangku panjang yang ada di sekolahnya. Dia tak menyadari bahwa Dimas duduk di sampingnya.

"hei Irene, kenapa kau tidak sadar kalau aku di sini?" Tanya Dimas dengan cemberut.
"maaf Dimas, kau kan tau sendiri aku sedang fokus baca buku" jawab Irene sambil menoleh ke arah Dimas.
"ya sudahlah aku tak mau mengganggumu. Aku pergi dulu ya" pamit Dimas akhirnya.
"iya"

Setelah kepergian Dimas pun, Irene tetap melanjutkan membaca bukunya karena setelah jam istirahat akan diadakannya ulangan harian.
5 menit kemudian bel tanda istirahat berakhir berbunyi, Irene dengan tergesa-gesa masuk ke kelasnya.

2 jam sudah Irene mengerjakan ulangannya dan gurunya pun akhirnya keluar.
"huft lega akhirnya" ucap Irene kepada Keke sahabatnya.
"ya sudah ayo ke kantin, ini kan sudah waktunya istirahat kedua" ajak Keke langsung berdiri dari tempat duduknya.
"ayo" jawab Irene dan menggandeng tangan Keke.

Sesampainya di kantin...
"rame banget ya, kita duduk dimana ini?" tanya Irene kepada Keke sambil mencari-cari bangku yang kosong.
"ya sudah kita duduk di sana saja ya" jawab Keke sambil menunjuk ke arah salah satu bangku kosong.
"tapi kan, di sana ada Dimas aku tidak mau" rajuk Irene.

"sudahlah kenapa kalau ada Dimas, kan kita tambah seru nanti" sahut Keke meyakinkan.
"pokoknya tidak mau kalau ada si Dimas" ucap Irene dengan keras kepala.
"oh aku tau, kenapa sih kamu itu tidak bilang saja jujur kepada dia kalau kamu memang suka sama dia" jawab Keke menaikturunkan alisnya.
"tidak. Siapa juga yang suka sama dia sudah jangan ngarang cerita ya" sahut Irene.

"sudahlah kamu itu jangan ditutupin mendingan jujur saja sama dia, daripada nanti dia sudah sama yang lain kamu nyesel lho nanti" nasihat Keke.
"huft (menghela nafas) sudah ayo duduk di sana, kamu kebanyakan ceramah nanti kita tidak jadi makan" putus Irene akhirnya.
Akhirnya mereka berduapun menghampiri bangku kosong yang tepat berada di depan bangku Dimas.

"hai boleh kita gabung di sini?" tanya Keke tanpa basa basi.
"iya boleh silahkan" jawab Dimas dengan senyuman manisnya.
"terima kasih" ucap Keke langsung duduk dan menyeret Irene agar segera duduk.

"mau pesan apa Ren? Aku pesankan sekalian" tanya Keke kepada Irene.
"disamain saja sama kamu" jawab Irene.
"oke" jawab Keke langsung berjalan memesan makanan.

"ehem"
"kenapa kamu? batuk?" tanya Irene to the point.
"hah tidak kok, kamu kok diam saja kan kamu tau sendiri kalau aku tidak suka keheningan" jawab Dimas panjang lebar.
"oh gitu"

"eh Ren, kamu kenapa setiap kali bicara sama aku kamu itu cuek, tapi kalau kamu bicara sama orang lain bawaannya kamu itu rame banget" tanya Dimas menyelidik.
"bukan urusan kamu" jawab Irene sarkatis.
"oh aku tau, jangan-jangan kamu diam-diam suka sama aku terus sikap cuek kamu itu buat nutupin rasa kamu itu, iya kan jujur saja sama aku" balas Dimas tanpa mengalihkan tatapannya kepada Irene.
"huh Dimas kok bisa tau sih, aduh jantungku jadi deg-deg'an kan jadinya" ucap Irene dalam hati

"hei kok malah melamun, jadi beneran ya kalau kamu itu suka sama aku? (Sambil menunjukkan senyunan khasnya) ya sudah lah, aku juga mau jujur kalau aku juga suka sama kamu. Mulai sekarang kita taken ya, bagaimana?" jelas Dimas dengan wajah sumringahnya.
"hei hei kenapa ini mukanya yang satu tegang satunya sunringah. Ada apa sebenarnya?" tanya Keke membawa pesanannya yang datang tiba-tiba.
"ah tidak ada, ya sudah aku mau ke kelas dulu. Bye" pamit Dimas akhirnya.

Setelah kepergian Dimas ke kelasnya, akhirnya Keke pun bertanya-tanya kepada Irene. "Ren, kenapa memangnya? Kok muka kamu kelihatan tegang begitu pas tadi aku datang?" tanya Keke penuh menyelidik.
"sudahlah lupakan tidak ada apa-apa kok, ayo makan" jawab Irene.
"cerita lah sama aku, kok main rahasia-rahasiaan begini sama aku" ucap Keke cemberut.
"haha iya iya nanti aku cerita sekarang kita makan saja aku lapar"

CERPEN (AND)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang