Dia Pergi di Pangkuanku

6 2 0
                                        

ketika langit cerah ketika mentari bersinar terang disitulh tertanam harapan kebahagiaan....
dia seorang wanita yang tegar, cuek, dan ketika bicara slalu blak blakan itulah yang membuatku jatuh cinta padanya, dia terlahir dari keluarga yang sangat sibuk dengan pekerjaan nya, kedua orang tuanya tinggal di US sementara dia tinggal disini bersama kake dan nenek nya, mungkin dia kaya dengan harta tapi sangat miskin dengan perhatian dari keluarganya, dia anak si mata wayang jadi apapun yag dia inginkan pasti dituruti kedua orang tua nya.. sementara aku hanya seseorang pengangguran, berandalan, yang punya cita cita menjadi musisi
terkenal mungkin itu cuma mimpi tapi aku trus mengguleti mimpi itu karena smua kesuksesan berawal dari mimpi dan usaha yang sungguh sngguh,,

aku mengenalnya di saat aku sedang nongkrong di cafe tempat biasa aku nongkrong dia memakai kaos putih dan menggunakan celana jeans dengan rambut yang di ikat.. hmmm... snagt simple menurutku,, pandanganku slalu tertuju padanya sampai tiba tiba dia menghampiriku dan aku pikir dia mau mengajaku berkenalan eh nyatanya dia hanya ingin meminjam korek api dariku.. hadehhhhh....

setelah beberapa saat aku pun memberanikan diriku untuk menghampirinya aku ingin sekali berkenalan dengan nya...
hai... boleng gabung,, sapaku... dia pun tersenyum menatapku.. kami pun berkenalan ternyata namanya gladis,, lumanyan lama aku dan dia berbincang bincang sampai akhirnya temanku pun datang untuk mengajak ku latihan band, sebelum aku pergi dia pun meminta no hp ku dan aku pun memberinya... sambil berjalan pergi aku hanya bilang call me... dan dia pun hanya tersenyum melihatku..

setelah itukami pun sering bertemu, jalan bareng dan dia banyak menceraitakan tentang dirinya mungkin hampir smuanya dia critakan padaku, meskipun aku sudah dekat dngan nya namun aku gak pernah berani untuk mengungkapkan tengtang perasaan yang selama ini aku pendam terhadapnya entah kenapa aku hanya ingin dia bahagia bagaimanapun caranya aku pasti lakukan..

malam ini aku sudah janjian bersamanya untuk bertemu di cafe seperti biasa, setelah aku pesen makan dan ngobrol ngorl tiba tiba dia meringis kesakitan,,
aku : kamu knapa glad...??
gladis : kepala aku sakit banget nch...
aku : yudah ayo aku antar pulang...
baru saja dia bangkit dari duduknya dia langsung terjatuh dan pingsan,, dengan prasaan ga karuan antara khawatir dan takut bercampur jadi satu, aku pun membanya kerumah sakit terdekat dengan menggunakan mobilnya, sesampainya di rumah sakit aku pun segera menghubungin kake dan neneknya dan galdis pun langsung dilarikan ke ruang UGD karena ada pendarahan di hidung nya,,

setelah docter keluar dari ruangan dimana gladis dirawat dia pun menanyakan keluarga nya.. dan aku pun mengaku sebagai kaka nya dan menanyakan ada apa sebenarnya dengan gladis dan docterpun menjelskan smuanya.. ternyata setelah sekian lama aku mengenalnya aku baru tau kalau dia mengidam penyakit yang sangat berat.. bahkan docter memponis umurnya tidak akan lama lagi.. betapa terkejutnya aku mendengar sma itu.. dan yang lebih heran lagi dia tak mau satu orang pun tau kalu dia mengidam penyakit itu...

selama seminggu dia di rawat aku pun slalu menemani nya seakan rumah sakit menjadi rumah ku sendiri..
aku : hai.. cantik,, udah bangun...??
gladis : hmmm... lebay akh kamu..
aku : hehehe...
gladis : aku boleh minta tolong ga sama kamu..??
aku : boleh dong.. apa sih yang ga boleh buat kamu
galdis : aku mau tidur di pangkuanmu yah...
aku : hmmm... yudh sini... manja ya kamu...

gladis pun tidur di pangkuanku sambil ku belai belai rambutnya dia pun mengucapkan hal yang tak terduga dia bilang kalau dia nyaman denganku, sayang padaku dan ingin slamanya bersamaku,, sambil tersenyum aku jawab "aku akan slalu ada untukmu selamanya" kami berpadu dalam indahnya cinta berpaur dalam kehangatan jiwa,, lalu dia pun berkata " seandainya langit itu slalu terang dan mentari slalu bersinar terang aku pasti berharap slalu ada bersamamu namun jikalau langit telah gelap aku pasti akan menjadi bulan yang akan slalu menerangi di setiap sudut malam gelapmu dan hanya satu pintaku kenanglah aku di setiap hembusan napasmu" lalu dia pun terdiam.. setelah beberapa saat aku memanggilnya... gladd.. gladdd.. gladisss... dia tak menjawabnya... sambil ku pegang kepalanya aku trus memanggil nmanya... gladissss... bangunnnn... lau akupun berteriak memanggil docter... docterrrrrrr.... doc...... tak lama kemudian docter pun datang dan memeriksa galis dan ternyata dia telah tiada..

antra kesedihan penyesalan bercampur menjadi air mata kepedihan.. kenangan bersamanya takan pernah bisa ku lupakan sampai ajal menjemputku.

t

CERPEN (AND)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang