Ost| NIGHTCORE TOGETHER.

Jojo Mahendra.
"Kok pada diam..sih...kalian pada sariawan semua?!! ni lagi si anak kampung diam aja dari tadi...uda itu mukanya ditekuk, kek ga seneng satu kelompok sama kita." Vivi berceloteh lagi, Yaya sama sekali tak menanggapi ocehan gadis itu. Oiya, Chiko masih satu kelompok sama mereka. Karna ga ada yang berani argumentasi sama pak Herman. Sok jagoan sih, banyak omong mah mereka berdua. Kalau Bian Yaya ga tau satu kelompok sama siapa. Yang jelas bukan sama Rere. Sama sekali enggak. Kalau sama Rere uda heboh bangku dia mah.
"Chik, lo masih belum bicara ama Jojo?" tanya Vivi berbisik ama Chiko, tapi karna jaraknya dekat ama Vivi, jadi ia dengar bisikan si Vivi. Ga nguping, ga minat banget sumpah.
"Ga." Jawab Chiko singkat, dingin, nada marah gitu. Ngegas banget dah ni cowok.
"Kenapa? terus lo kok belum keluar, katanya lo mau keluarkan?"
Duhh, si Vivi ngapain lagi pake acara nanya masalah kemarin, mau bikin ribut lagi. Bikin suasana jadi bahaya aja. Kan dia ga mau tuh kejadian kemarin replay lagi dimari. Ga enak sumpah, bikin pusing, kesal, takut terjadi kek yang gulat gulat yang tayang di TV ONE. Kan ga enak diliatin orang, atau mungkin mereka ga dibolehin lagi kerja kelompok dimari. Yaya melirik kearah Chiko yang masih fokus membaca kertas yang kemarin diinjak Jojo. Ternyata Chiko bacanya ga pake kacamata kok gays. Jadi kalian tenang aja. Wkwk. Is.
"Ga dikasih pak Herman ya?"
Duh Vivi!! Berhenti ngapa tuh mulut kepo!! masalahnya ini bukan kepo, ini mah cari perkara yang ada.
"Bukan." Jawab Chiko masih juga dengan nada yang sama. Kesel.
"Terus kenapa?!!"
"Lo bisa diam ga?!!!" Jojo melabrak keras meja, sehingga semua pada kaget, termasuk Yaya. Dia ngeliat wajah Jojo yang uda merah nahan kesel..mampus lo Vi, cari perkara lagi, misalnya, suruh Jojo ngurin Chiko, yang bilang kelompok mereka ga ada otaknya. Kek nya Chiko nyindir Vivi deh waktu itu. Hiiii.
"Lo mau keluar juga?!!"
Lah si Chiko aja belum keluar, sok mau jagoan lagi. Hadeehhhhhhh..
"Ehhh...ga...galah, emang gue ga tau diri apa main keluar gitu aja...lo tenang aja..gue ga akan keluar...santai aja Jo.." Vivi nunjukkin senyum ajaibnya. Yang pastinya ga mempan ke Yaya. Karna sikap Vivi masih terekam jelas di memori kepalanya, perilaku keji, yang buang seragam olahraga dia ketempat sampah senior. Sakit ni hati ya!!!
"Lo keluar juga ga masalah bagi gue, biar dua orang yang penting damai. Ga ribut, bikin sakit kepala lo semua!!" dengus Jojo kasar. Berdua? Dia sama Jojo? hah masa sih? ga. Dia ga mau. Si Jojo ngapain sih ngomong kek gitu. Bukannya baper, malah ga ada tuh dag dig dug, kesel yang ada. Masalahnya si Jojo bikin salah sangka otak dangkal si Vivi aja.
"Lo mau ngusir kita?!! terus cuma berdua sama ni cewek kampung?!!"
Tuh kan. Apa dia bilang. Yaya natap wajah dingin Jojo, kemudian berdalih ke Vivi yang wajahnya uda merah padam.
"Kalau dia keluar juga ga masalah." Ujar Jojo menambahi.
Kalau Jojo sendiri, itu bukan kerja kelompok, solo itu mah solo. Uda kayak judul lagu Blackpink aja. Yang dinyanyiin sama Jennie. Yang liriknya...I'm going soloooooololooo benar ga sih?
"Jadi dari awal lo emang ga suka kelompok bareng aku sama Chiko?!"
Yaela neng, dia juga diikut sertakan tadi.
"Udalah susah ngomong sama orang ga ada otaknya."
Yaya natap kearah Chiko yang barusan ngomong kasar. Keknya sial mulu deh dia, ga di rumah juga berkelahi. Disini juga, sakit ni kepala.
"Kalau ga ikhlas, dari awal bilang aja. Ga usa maksa maksa nerima. Sok banget depan pak Herman. Taunya, busuk!!!" maki Chiko lagi lebih sadis. Yaya mulai menyusun buku bukunya, jam pulang tinggal 20 menit lagi. Biar dia kabur, biar barang barangnya ga ikutan dilempar sama Chiko atau Jojo meskipun mereka masih duduk dibangkunya masing masing. Yaya berjaga jaga, siapa tau apa yang dia takutkan benar benar bakal terjadi.
Jojo ngelirik kearah Yaya yang sibuk nyusun buku sama penanya kedalam tas, sambil sesekali lirik lirik kearah mereka bertiga. Pas Yaya kedapatan lirik Jojo, ia menggaruk tengkuknya yang ga gatal. Karna Jojo natap dia. Sejak kapan? Yaya pura pura membuka resleting tasnya lagi. Nunggu 20 menit berlalu. Cepatlah.
"Gue juga emang ga sudi masuk kelompok ini, ga ceweknya yang gatel, ada yang sok alim." Maki Chiko sadis, Yaya hampir saja menjatuhkan tasnya kebawah. Tadi Chiko bilangin siapa ya?
Gatel? Vivi? Sok alim itu dia? atau dua duanya dia? sejak kapan dia gatel? A-apa karna novel dewasa itu?
"Lo sadar sama yang lo omongin?!" tanya Jojo dengan sikap tenang. Iya dia mah cowok, kalau apa apa tinggal main tabok tabokan. Yaya menatap mereka bergantian. Si Vivi yang bikin suasana kacau cuma bungkam. Dasar cewek sableng emang. Bikin kesel aja. Terus ini gimana sekarang, suasana makin panas aja.
"Sadar banget." Jawab Chiko lagi. Terus aja jawab Cho, terus!!!
"Gue ga suka Cho cuma karna hal ini pertemanan kita hancur, gue kenal lo orangnya gimana."
"Halah, ga usa sok dekat lo sama gue, lo ga tau apa apa tentang gue."
Oke ada yang bahas bahas masa lalu ni kek nya. Masa lalu Chiko ya?
"Terserah. Kalau kalian masih mau satu kelompok sama gue, datang besok kesini. Gue ga mau manggil manggil kalian. Gue balik." Jojo uda beranjak aja dari bangkunya. Lah gitu doang? ga jadi bahas masa lalu si Chiko?
"Gue ga anak anak bikin malu lo. Untung aja cuma gue yang ngertiin lo." Desis Jojo menyandeng tas sekolahnya. Meninggalkan mereka gitu aja. Oke, akhirnya Jojo yang duluan balik, padahal dia yang luan siap siap. Mantap Jo. Mantul banget tuh hidup. Santai. Yaya ngelirik wajah siketua kelompok Vivi. Kek nya ketua kelompok mereka si Jojo deh.
KAMU SEDANG MEMBACA
TANGISAN YAYA [COMPLETED]
Fiksi RemajaMengandung banyak bahasa kasar! [ BELIM REVISI ] Yaya gadis kelahiran asli Bandung.18 tahun sudah pengalaman pahit selalu menemaninya. Tak pernah sekalipun ada seseorang yang benar benar tulus mencintainya. "Jalang!" "Anak bodoh!!" "Kau tak pantas...
![TANGISAN YAYA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/216002011-64-k405764.jpg)