101

2.9K 165 42
                                        

Jangan lupa follow aku author biar kalian ga ketinggalan notif.

Kalo nemu typo, kalian komen terus tag paragrafnya, biar aku langsung perbaiki ulang, biar readers yang lain ga pecah pala-nya pas baca chapter ini, kan eneg tuh baca terus nemu typo.

Rekomendasikan cerita ini ke teman-teman kalian, kakak, tante, mamak, bapak, om, doi---kalo lu punya doi ye:) bagi mereka yang suka membaca tentunya. Rekomendasikan cerita Tangisan Yaya di segala somsed kamu, pake hastag @Hotnamaria.

________________________________

Ost | Lala Hsu Foolish Love.

Yaya segera berdiri, tak tanggung-tanggung ia menggerebek meja kedai kopi itu dengan kemarahan yang sudah mencapai ubun-ubun. Bisa-bisanya Jojo melucu tentang kematian anaknya, cowok ini pikir kematian seseorang itu candaan begitu?

Setelah tadi cowok ini berbicara berputar-putar meminta maaf, supaya dirinya memaafkan mama cowok ini. Lalu tiba-tiba saja Jojo menyingung anaknya.

Tanpa memiliki perasaan, cowok ini menyamakan bayinya dengan makhluk yang bernama Nafia Nafia, ia tak tahu seperti apa rupa si Nafia yang dimaksud cowok ini. Yang ia tahu, ia sangat tersinggung sekali atas jawaban Jojo barusan.

"Bayi kita eh?!!"

"Nafia? Apa kamu mau melucu dengan ku hah? Apa kamu mau menghina aku yang sudah kehilangan bayiku begitu? Siapapun NAFIA, Nafia yang kamu maksud--"

"Dia anak kita, Nafia putri kita---"

"Persetan! Aku tak pernah mengenal manusia yang namanya Nafia! Kamu memang tak melihat wajah anakku, kamu memang tak hadir di pemakaman-nya, asal kamu tau, aku benci anakku di samakan dengan Nafia Nafia mu itu!" Yaya beranjak dari hadapan Jojo.

Jojo mengejar langkah gadis itu yang hampir mencapai pintu luar.

Jojo pikir Yaya akan percaya.

Tapi tak semudah itu ferguso.

Yaya bahkan terlihat sangat emosi sekali, gadis itu marah anaknya yang sudah mati entah bayi siapapun itu Jojo tak tau, Yaya marah karna ia menyamakan anaknya dengan Nafia, yang notabenenya putri kandung mereka.

"LEPASKAN AKU!" Teriak Yaya dengan suara meninggi, ia menghempaskan tangan Jojo yang menahan langkahnya.

Mereka sudah menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung yang sedang menikmati kopi di kedai itu.

"Maaf aku menyi--"

Sial.

Lagi-lagi Yaya meninggalkan dirinya yang belum sempat menyelesaikan kalimatnya. Jojo masih tak menyerah, ia mengejar langkah gadis itu yang sudah keluar dari kedai kopi tadi.

Jojo kembali menahan lengan Yaya, kali ini ia membalikan tubuh gadis itu sebelum gadis itu berbalik sendiri seperti tadi lalu menghempaskan kasar tangannya.

Jojo menatap mata gadis itu, Yaya masih menangis, matanya sudah membengkak, bibir gadis ini terlihat bergetar hebat. Istrinya sangat terpukul itulah penilaiannya terhadap istrinya.

TANGISAN YAYA [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang