Play list | Cover Alexandra Porat You Are The Reason.
Acara pernikahan Jojo dan Yaya baru saja selesai digelar, pernikahan mereka dirayakan secara tertutup, hanya dihadiri oleh beberapa rekan kerja ayah Jojo dan pengacara cowok itu. Bian dan ibu Yaya hanya datang saat acara formal, mereka langsung pulang tanpa pamitan dengan Yaya.
Saat ini Yaya sedang makan malam bersama keluarga Jojo...suaminya. Padahal usianya baru saja menginjak genap 18 tahun..tapi ia sudah berumah tangga..mungkin sebentar lagi akan memiliki anak..entah seorang putra...atau putri..atau mungkin anak kembar...Yaya ga tau..yang jelas ia gugup sekarang berhadapan dengan keluarga Jojo. Apa lagi ibu dan adik laki laki Jojo menatapnya sedemikian rupa. Seakan akan ingin menelannya hidup hidup. Padahal uda ada makanan yang dihidangkan diatas meja...kenapa pula ia harus dimakan. Is!!!
"Mama ga lapar," ibu Jojo tiba tiba meletakan garpu dan sendoknya diatas piring. Semua menoleh kearah wanita itu yang beranjak dari kursinya.
Tinggal hanya mereka berempat dimeja makan yang bisa menampung dua belas orang. Tapi Yaya bisa bersebelahan dengan Jojo, seharusnya dia memilih bangku yang paling jauh dari keluarga Jojo, mengkarantinakan diri disudut meja.
"Kalian masih bisa sekolah, nanti setelah usia kehamilan istrimu menginjak empat bulan, biarkan dia cuti-
Hukkk hukkk
Tanpa sadar Yaya keselek makanan yang baru saja ia suap kedalam mulutnya. Pembahasan kehamilan terasa mengganjal di telinganya..makan malam, atau hidup serumah sama keluarga Jojo aja uda membuatnya gugup setengah mati, ga tenang...apa lagi menerima tatapan tak suka dari ibu Jojo sebelum wanita itu meninggalkan meja makan. Yaya meminum air putih yang berada didepannya. Ia tak mengangkat wajahnya sama sekali, ia tak berani menatap wajah wajah orang didepannya.
"Papa sudah bicara dengan kepala sekolah, jadi pihak sekolah ga akan ada yang berani buka mulut, jadi sekolahlah dengan baik, kau Jo, dapatkan peringkat umum, jangan mempermalukan aku lagi sebagai seorang ayah, cukup pernikahan ini yang mencoreng..
Hukkk hukkk
Lagi lagi, dan lagi Yaya terbatuk, dia juga ga ngerti kenapa dia bisa keselek sama makanan yang dia kunyah...atau mungkin ucapan ayah mertuanya...itu terdengar aneh di telinganya.
Benar, dia belum bisa menerima pernikahan ini...
"Kasih istrimu air putih.." ujar ayah mertuanya. Jojo menyodorkan segelas air didepan Yaya, Yaya mendongak, menatap wajah Jojo sekilas, ia langsung meneguk air yang didalam gelas itu.
"Papa uda selesai," ayah mertuanya beranjak dari kursinya. Yaya menatap punggung pria itu dengan alis mengerut. Padahal ayah mertuanya belum menyelesaikan pembicaraannya dengan Jojo, mungkin suara batuk sialannya mengganggu mereka. Kenapa bisa keselek sih, perasaan dia ga makan ikan yang ada durinya...
"Terus bang Jo tidur dimana ni?" Yaya mengangkat kepalanya, menatap wajah adik satu satunya Jojo..yang namanya Yujun...kayaknya sih.
"Dikamar." Jawab Jojo sambil mengunyah makanannya.
Yaya ga tau mau tidur dimana, kenapa ga nanya ke dia coba.
"Sama dia?" tanya Yujun lagi. Untunglah Yaya ga lagi mengunyah atau minum. Jadi dia hanya tersedak ludahnya sendiri. Dia ga mau membuat hal memalukan yang bisa membuat Yujun angkat kaki, mungkin ayah dan ibu Jojo belum kenyang...tapi karna eneg melihatnya, jadi terpaksa mereka pergi..dengan perut kosong..tapi ga juga...tadi ia melihat mertuanya itu makan hidangan jamuan pesta. Jadi ga mungkin mereka lapar...kok bahas bahas mertuanya lapar sih! terserah mereka mau makan atau enggak, lapar atau enggak. Dia ga mau ikut campur. Masalahnya sekarang...dia mau tidur dimana...diluar? dironda pos depan rumah Jojo, sama pak satpam? ganti sip? atau dikamar pembantu? boleh sih, asal ada tempat tidurnya aja.
"Dikamar samaku." Jawaban Jojo seketika bagikan petir yang menyambar dirinya, Yaya menoleh kearah suaminya...itu..jawaban Jojo yang enteng..membuat perasaan Yaya curiga. Dikamar...maksud Jojo mereka tidur sekamar. Ga kebayang gimana dia..mandi..belajar.. Ga ada sekamar!!!
***
Sekarang mereka sudah ada didalam kamar Jojo, dekorasi kamar suaminya itu terlihat sederhana. Dinding kamar yang dicat warna black mendominasi dengan seprai ranjang, yang berwarna grey, yang cukup untuk tiga orang. Btw Yaya ga tau mau tidur dimana, ga ada sofa dikamar cowok itu. Yakali, dia tidur dilantai. Duh suami durhaka kalau itu sampe terjadi.
Jojo membawa barang barang Yaya kedalam kamar, dia ga ada modus minta bantuan cowok itu, Jojo aja tadi yang menyuruhnya ga usa megang apapun termasuk barangnya sendiri. Takut dia ceroboh, atau apalah. Jojo ga mau Yaya membuat keributan dirumah cowok itu. Cukup suara batuknya saja menganggu pembicaraan ayah mertuanya dan Jojo, itulah sebabnya Jojo ga mau dia repot repot bawa barangnya, takut jatuh atau apalah. Emang sih dia ceroboh. Tapi ga sampe segitunya juga kali. Tapi yaudalah toh dia ga capek ngangkat kopernya. Uda ada suami. Hihi...tawa jahat!
"Kita tidur seranjang, ga ada tidur dilantai, atau di ruang tamu, papa uda nyuruh pembantu ngeluarin sofa biar ga ada yang tidur disofa, jadi jangan banyak protes, barangmu biar pembantu yang membereskan besok."
Seranjang? terus mereka ga...itu...layaknya suami kepada istri...taulah jawabannya apa..
"Ga usa banyak mikir, lagian lo...kau lagi hamil ga mungkin juga kita lakuin sekarang." Jojo berbicara dengan tenang, santai...kayak lagu karna kuselo...sungguh selo...sangat selo...is malah nyanyi...cowok itu melewatinya begitu saja menuju ranjang.
W-what?
"Mau sampe kapan kau berdiri disitu? besok sekolah!!" tegur Jojo.
Benar, besok sekolah, duh lupa lagi...tapi besok ga kerja lagi kan..enggakkan? malas kerja, bosan..dia mau merasakan kekayaan suaminya aja...
Yaya menyusul Jojo ketempat tidur, untunglah suara jantungnya ga kedengaran. Coba kalau Jojo mendengar irama jantungnya..mungkin cowok itu akan tertawa sinis, atau mungkin memikirkan hal yang aneh aneh, tentang dia punya perasan kepada Jojo. Padahal mah zonk ga ada perasaan apa apa. Benci mungkin.
Yaya duduk diujung ranjang, sekali Jojo nendang dia, dia bakal nyium lantai. Jojo ga sekasar itu kok. Cuma bajingan...
"Tidur, ga usa mikir yang enggak enggak. Ga bakal ada malam pertama!" Ujar Jojo dingin menarik selimut, menutupi seluruh tubuh cowok itu. Lah selimut buat dia apa?
KAMU SEDANG MEMBACA
TANGISAN YAYA [COMPLETED]
Teen FictionMengandung banyak bahasa kasar! [ BELIM REVISI ] Yaya gadis kelahiran asli Bandung.18 tahun sudah pengalaman pahit selalu menemaninya. Tak pernah sekalipun ada seseorang yang benar benar tulus mencintainya. "Jalang!" "Anak bodoh!!" "Kau tak pantas...
![TANGISAN YAYA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/216002011-64-k405764.jpg)