79

2K 94 7
                                        

Play list Davichi Because it's you.
Btw lagunya pas banget buat part ini...huwaaa :(

"Baca!!!" bentak mama Jojo melempar sebuah kertas berwarna putih kearah Yaya, kertas itu jatuh begitu saja dibawa kaki Yaya, Yaya mengutip kertas tersebut, matanya membulat setelah membaca isi dari kertas itu.

"Apa maksud isi kertas ini ma--"

"Kau bodoh atau buta hah?! baca pake otak!!" dengus mama mertunya itu kasar. Yaya membaca ulang isi kertas itu, makian mama mertuanya tadi nancap banget ke ulu hatinya. Bukan dia ga ngerti sama sekali, hanya saja kenapa pula mama mertuanya memberikan surat cerai untuknya?

"Ma---"

"Diam!! jangan sebut aku mama mama mama!! jalang sepertimu ga pantas jadi menantuku! satu lagi, cepat tanda tangan kertas itu! tinggalkan putraku, kalo bisa kau hilang saja dari kehidupan keluargaku! bisa bisanya anak bodoh sepertimu merusak impian suami dan putraku!! dengar ini, apapun yang kau incar, mau itu harta, anakku, kau tak akan bisa merebutnya dariku!! liat posisimu! jangan kelewatan batas, kau hamil terus kurang puas anakku bertanggung jawab hah?! kau malah mencuri perhatian suamiku?!! ck, penerus apa anak yang kau kandung?!! ibunya aja jalang bisa aja sikap anaknya ga beda jauh!! lagipula kalau Jojo ga mau jadi penerus, aku masih punya Yujun, hanya keluargaku yang berhak menjadi penerus perusahaan suamiku, anak yang kau kandung itu hanya kesalahan, anak seperti itu hanya akan membawa sial!" jelas mama mertuanya panjang lebar sadis, rasanya lebih pedas dari makan cabe rawit tanpa pake gorengan. Kok pedih, perih, miris.

"Ma---"

"Sekali lagi kau menyebut ma ma ma, akan kuhabisi kau dan anakmu!!" teriak wanita itu histeris. Yaya meremas kertas yang digenggamnya. Ia menatap pulpen yang masih berada dibawah sepatunya. Air matanya sudah mengenang, jauh sebelum wanita itu memakinya, waktu dia baca sederetan tulisan yang di print itu dia uda ngerti kemana tujuan ibu mertuanya memanggilnya..disaat itulah air matanya hampir saja mengalir sederas air mancur. Tapi dia tahan tahan, berharap ini hanya mimpi, mimpi buruk!! tapi ini kenyataan, ucapan ibu mertuanya barusan menamparnya, membangunkannya, menyadarkan posisinya.

Yaya menatap kosong kertas itu, ia menoleh kearah ibu mertuanya yang duduk diatas sofa, memijit keningnya.

"Kalo anda tidak suka melihat saya...seharusnya anda bisa menghentikan an...ak anda..seharusnya Jojo...dan suami anda...mendengarkan ucapan anda...disini, anak yang saya kandung...dia ga salah apa apa...ibu dari anak ini bukan jalang...kalau saya...jalang..kenapa keluarga ini menikahkan Jojo--"

"Apa yang kau maksud?!!" potong ibu mertuanya mendengus sinis, tangan wanita itu mengepal keras, Yaya menghela nafas kasar, capek capek dia mikir biar meskat mat wanita dihadapannya, wanita tua ini malah dengan entengnya memotong balasannya...

"Sampai kapanpun saya ga akan menceraikan Jojo---"

"Jalang!!" ibu mertuanya berjalan kearahnya,

Plak!!!

Satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Yaya, wajahnya terlempar kesamping. Yaya memegangi pipinya yang terasa kebas. Matanya memejam menahan rasa marah, kesal, benci, semua campur menjadi zat emosional. Ingin rasanya dia membalas perbuatan wanita tua dihadapannya, tapi posisinya disini hanya sebagai makhluk tak kasat mata, dan posisi itu sama sekali ga ada harganya dimata mereka. Percuma dia marah, mau balas dendam sekalipun. Emang kalian pernah liat, orang miskin, susah, ga punya apa apa menang melawan holang kaya?! pernah ga hah?!!! buzeet ngegas, sorry.

"Berani beraninya kau bersikap kurang ajar kepadaku!! kau sadar siapa kau disini hah?! uda numpang hidup, makan tidur, ngaku ngaku anak yang kau kandung hasil sperma anakku?!! tolong lihat dirimu sebelum bersandiwara sejauh ini!! jelek, dan memalukan!!" maki ibu mertuanya S-A-D-I-S.

Rip hati yang terluka.

"Maaf---"

Plakk!!!

Baru saja ia ingin mengucapkan kata maaf, yang sangat sulit dilakukan oleh orang waras, ibu mertuanya itu malah menamparnya untuk yang kedua kali, mungkin kalau dia bilang sorry ditampar lagi, lagi, lagi, sampai habis juga dia ditangan wanita ini.

"Tidak perlu meminta maaf, cukup pergi dari rumah ini!!! pergi sejauh mungkin!! PERGII!!!" wanita itu mendorong bahunya kasar, Yaya hampir saja oleng, apa lagi mengingat usia kandungannya yang sudah menginjak enam bulan, itulah kenapa sekarang dia ga pergi bersekolah, disuruh cuti oleh ayah mertuanya. Yaya mencoba menahan langkahnya yang masih saja didorong ibu mertuanya.

Sebenarnya, kalau disuruh memilih, menikah atau mati? lebih baik dia mati saja, daripada dihina serendah ini. Lagian dia ga jalang!!! kenapa semua orang sangat bahagia mengatakan satu kata menjijikan itu didepannya. Apa wajahnya terlihat seperti jalang?! apa penampilannya mengarah ke kata jalang?! apa yang ada didalam dirinya, yang terlihat seperti jalang?!

Apa..apa karna anak yang dia kandung? anak ini tumbuh bukan karna dia bersikap jalang!! anak ini tumbuh bukan karena kemauannya! bukan karena dia merayu Jojo!! bukan karena dia rendahan seperti yang selalu mereka katakan!! Jojo..cowok itulah penyebab semua ini, anak ini...keluarga Jojo..makian yang ia terima...semua kebancian yang harus ia terima...semua karena Jojo!!!

Yaya menahan tangan wanita itu, mama Jojo kaget melihat dia yang memberi perlawanan.

"Lancang sekali tangan kotormu menyentuhku sialan!!" ibu mertuanya berteriak layaknya terkena eek kuda. Padahal tangannya selalu dicuci dengan sabun colek. Cuma emang ga harum semerbak wangi. Tapi kenapa sikap ibu mertuanya berlebihan. Apa karna wanita itu menganggapnya jalang?!!

TANGISAN YAYA [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang