70

2.6K 91 10
                                        

Play list | Chanyeol ft Punch Stay With Me.

Pintu kamar mandi milik Jojo terbuka, Yaya yang uda nungguin suaminya itu sedari tadi menoleh ke arah kamar mandi, bayangin Jojo bangun jam tengah empat pagi, terus bongkar bongkar lemari, masuk kekamar mandi, baru keluar jam lima pagi, yaelah, tu orang mandi apa bertapa lama banget dah. Sampe lahiran juga anak Jojo nungguin bapaknya.

Ajaibnya lagi suami sialannya itu hanya memakai celana olahraga sekolahnya. Gapapa sih, inikan kamar Jojo, rumah bapak emaknya dia. Terserah suaminya itu mau ngapain. Mau gantung diri dibalkon juga ga masalah. Cuma dia ga mau...taulah cewek kalau liat yang wow gini...

"Cepat mandi, lo..kau bau!" tegur Jojo, Yaya gelagapan. Dia segera lari tanpa bayang ke kamar mandi. Sip! bau ya? Yaiyalah, parfum Biankan dia tinggalin dirumah ibunya. Semua barang atas nama Bian ga dibawa, ga mau utang budi mendarah daging. No!
Cukup ayahnya aja tukang ngutang, dia sama anaknya ga usa. Suaminya kan anak konglomerat, yakali ngutang. Ga banget!

"Jangan lama lama!!" teriak Jojo dari luar, Yaya yang baru aja melepas kaos bututnya, melemparnya asal keatas wastafel. Yaelah bray yang lama siapa? yang marah marah siapa? lama lama berasap juga ni kepala dia. Yaya ga menyahuti ucapan Jojo barusan. Biar aja dosa, bodoamat. Nikah muda dosa ga sih?

Waktu lima belas menit Yaya memakai kamar mandi sudah selesai, ia keluar lengkap dengan seragam sekolahnya. Ga kayak Jojo kok. Ga!!

"Cepetan turun, mama uda nungguin dibawah." Jojo ternyata uda lengkap dari atas sampe bawah, bahkan cowok itu uda mau keluar dari dalam kamar. Perasaan dia istri sah Jojo ga sih? kok dari tadi diatur mulu, gini amat hamil diluar nikah. Yaya menyisir kesal rambutnya. Uda nikah tapi masih pergi sekolah rasanya kok aneh banget ya, kayak gimana gitu. Anehlah pokoknya. Uda dia masih kelas dua lagi, tapi bentar lagi bakal lahiran. Nasibnya gini banget emang ya. Ga jadi dilempar kerumah bordil. Eh, malah terombang ambing ga jelas gini. Kalau anak Jojo lahir dia mau lari aja. Capek hidup kalau diatur terus ditatap kayak mau nelen orang gitu, sama ibu mertuanya. Angker banget sih ni rumah mertua.

***

Mereka kumpul lagi didepan meja makan. Ibu mertuanya ga angkat kaki lagi kok. Cuma ga mau menoleh sedikitpun kearahnya. Ayah mertuanya itu juga ga mau ngajak dia cerita sedikitpun. Nanyain peringkat dia, atau semacamnya. Lagian ga ada yang istimewa dari dia juga.

"Minumnya dong," Yujun meminta air putih, karna gelas Yujun itu uda kosong, Yaya langsung menuangkan air putih ke gelas Yujun. Yaya duduk lagi. Yujun ga bilang makasih sama sekali ke dia. Gapapa, ada saatnya karma menghampiri. Kayak yang ibu tirinya bilang ke dia. Ini karma dari Tuhan, untuknya yang sering menghina ibu tirinya itu. Btw ibu tirinya dapat karma ga sih? uda mukulin dia sampe babak belur, marahin dia, nyumpahin dia jalang, ngusir dia dari rumah...sampe berakhir kayak gini...nikah tapi di didiamin ama satu rumah. Namanya karma, emang ada karma yang berakhir bahagia? kalau misalnya ada, dia mau pesan donggg!

"Nanti Daniel datang kesini-"

"Pa-"

"Ga usa banyak protes, kau sendiri yang ga mau pindah, jadi aku sudah memanggil Daniel kemari-"

"Pa-"

"Dengarkan aku sebagai papamu!!"

"Udalah pah, dia uda susah dibilangin," ibu mertuanya mengelus punggung ayah mertuanya. Yaya yang menyuap nasi kedalam mulutnya merasa aneh mendengar pertengkaran ayah vs suaminya itu. Lagian bahas apa coba? Daniel itu siapa? pengacara Jojo?

"Aku ga mau megang perusahaan pa-"

"Jangan membantah kau! perbuatanmu ini saja sudah cukup bagiku, tapi kau harus tetap mengambil ahli perusahaan-"

"Aku ga ma-"

"JOJO!!!" bentak ibunya lantang, Yaya terlonjak kaget di kursinya. Untunglah dia ga menyemburkan makanannya ke wajah Yujun, yang tampak biasa saja mengunyah makanannya. Seakan akan ga terjadi sesuatu dimeja makan ini. Padahal Jojo dan ibunya uda saling menatap dengan kemarahan tampak jelas dimata mereka. Yaya ga enak sama ayah dan ibu mertuanya itu. Entah apapun yang mereka bahas, tapi ia merasa bersalah disini..

"Aku ga mau ma! aku ga mau ngurus perusahaan, kenapa ga Yujun aja?! kasih ke dia aja, aku ga masalah ga dapat warisan dari kal-"

"Jangan sembarangan bicara kau!! lihat perbedaan umurmu dengan adikmu! bisa bisanya kau menyuruhku memberikan perusahaan kepada bocah ingusan-"

"Aku juga belum dewasa pa, aku belum  cukup umur menguru-"

"Terus perbuatanmu ini apa, perempuan ini siapa hah?!" tanya ayah mertuanya menunjuk kearahnya. Yaya hanya mengigit bibirnya kedalam, dia istri Jojokan? kok seakan akan dirinya disini dicap seperti jalang...

"Dia ga ada hubungannya sama perusahaan! sama sekali ga ada!! papa ga usa bawa bawa dia! aku tetap ga akan mengambil ahli perusahaan itu, sampe kapanpun-"

Plak!!!

Satu tamparan dahsyat mendarah di pipi kiri Jojo, ayah mertuanya sudah beranjak dari kursinya. Jojo bangkit dari kursinya, Yaya juga ikutan.

"Pa," Jojo memegangi pipinya, menatap dingin kearah ayahnya.

"Pa,"

"Pa,"

Ibu Jojo kaget, begitu juga dengan Yujun yang dari tadi keasyikan makan, kini sudah beranjak dari kursinya. Yujun menatap dingin kearah Yaya, Yaya membuang pandangnya kearah Jojo yang berdiri beberapa senti darinya. Barulah ia mengerti apa yang dibahas Jojo dan ayahnya sehingga suaminya itu ditampar seperti tadi. Kesimpulannya Jojo ga mau ngambil ahli perusahaan. Terus bakal terima juga ga bakal dapat warisan. Terus statusnya istri konglomerat gimana dong kalau sampe itu terjadi. Dia uda resign dari tempat kerjanya. Dan ga mau balik lagi kesana. Ga mau dapat karma yang sama lagi. Berumah tangga dengan Jojo yang keluarga suaminya itu ga nerima dia aja uda membuatnya trauma. Apa lagi dia ikut menyaksikan pertengkaran hebat, suaminya itu.

"Aku berangkat!!" Jojo melengos pergi ninggalin mereka. Yaya juga ikutan angkat kaki dari sama tapi sebelum itu...

"Yaya berangkat ma, pa.."

Ga ada sautan.

TANGISAN YAYA [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang