Sebelum benar-benar sampai ke tempat yang dia tuju. Tiba-tiba ada seseorang menabrakkan tubuhnya hingga menghalangi langkahnya yang dibuat terhenti. Rendra sedikit mengumpati orang itu, namun mulutnya langsung terdiam saat orang itu mengangkat wajahnya.
Rendra seperti mengalami Dejavu sejenak. Mata itu... Rendra mengenalinya. Orang yang di depannya itu mempunyai mata yang sama dengan gadis itu yang akhir-akhir ini membuat hati dan pikiran tidak keruan.
"Mbak hati-hati dong, kalau gak kuat mabuk jangan ke tempat sini." dengus Rendra kemudian setelah sadar siapa orang yang ada di depannya ini. Seorang wanita berpakaian seksi dengan memiliki paras yang cantik menarik dimatanya.
Wanita itu terkekeh kecil sembari memperhatikan sebentar wajah tampan Rendra.Lalu membelainya dengan pelan.
Rendra meneguk ludahnya. Ia tidak mengerti apa yang akan dilakukan oleh wanita cantik nan seksi yang masih terlihat awet muda itu dengan gaya sensual itu terhadapnya.
Terlebih Rendra dibuat tak bisa berkutik, yang dipikirannya sekarang mulai terbayang sosok gadis yang dia sukai yang satu kelasnya, lebih tepatnya sebangku dengannya. Rendra membayangkan wanita itu adalah sebagai Mea di depannya karena kemiripan yang dimilikinya sama.
"Mamah!" panggil Mea saat menemukan ibunya itu kini tengah berdiri berhadapan dengan seorang lelaki tidak jauh darinya. Alangkah terkejutnya saat orang itu juga menolehkan wajahnya ke arah Mea yang sama halnya terbelalak kaget dengan apa yang ia rasakan sekarang. Tidak percaya.
Mea yang susah payah mencari ibunya ditempat hingar-bingar yang dipenuhi oleh banyak kerumunan orang-orang itu, harus ia lewati terlebih dulu dengan saling berdesakan dan bersenggolan.
Mea benci tempat terkutuk ini. Beberapa ada tangan nakal yang hendak mencoba menyentuhnya dan memaksanya ikut berdansa. Untungnya Mea bisa terlepas kabur dari godaan itu. Hingga ia bertemu cowok sialan itu tengah bersama ibunya.
What the--?! Rendra melototkan mata saat mengetahui dan tersadar langsung dengan orang yang di depannya ini... adalah calon mertuanya?!
Demi apapun! Woy gue dipertemukan dengan keadaan seperti ini?! tidak terduga sama sekali, cepat sekali rencana Tuhan?! Pekik batin Rendra tidak menyangka dengan barusan apa yang sedang terjadi padanya.
Ups! Gue salah ngomong keknya tadi. Rutuk batin Rendra lagi dalam hati menyadari saat ia tidak sengaja mengumpatinya.
Gue kira ini kakaknya anjirr! Eh tau-tau malah mamaknya! Sialan malu-maluin banget Lo Ren! Tau gini gue lemah lembut ae tadi ngomongnya, salamin terus cium tangannya kek!! Anjir dah malah kesan pertama bertemu buruk banget gak sopan gue jadi calon mantu!! Gimana nih? Ntar gue gak dapat restu?! Rendra jadi panik sendiri saat memikirkannya. Ia juga meneguk ludahnya beberapa kali saat batinnya bersuara tanpa didengar oleh siapapun.
Fresa--ibu Mea, dia tidak mendengarkan panggilan dari gadis itu tadi. Malah dirinya terpana dengan sosok pemuda tampan seperti Rendra. Walau dalam keadaan mabuk Fresa masih dapat menangkap bayangan wajah lelaki itu yang menawan dimatanya yang sedikit burem.
Dan lagi-lagi tubuh Fresa menubruknya seolah terjatuh ke dalam pelukan, didepan hadapan lelaki itu, mau tidak mau dengan sigap Rendra berusaha menahannya.
Kali ini lebih menempel dekat, Rendra mati-matian untuk tetap terlihat tenang di depan mertuanya yang cantik awet muda itu. Sampai-sampai ia salah mengira kalau itu adalah kakaknya Mea sendiri. Ternyata salah.
"Saya suka dengan lelaki seperti mu." bisik Fresa sembari mencengkeram kerah baju Rendra sedikit lebih mendekatkan maju ke arah wajahnya.
"Ta-tapi saya naksir sama anak Tante,," jawab Rendra sedikit gugup dalam hati, ia memundurkan kepalanya untuk menahan posisinya meski tubuh dihimpit oleh wanita itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MEANDRA
JugendliteraturDiiincar oleh para lelaki the geng Badboys berkelas untuk dijadikan pacar 'istimewa' oleh mereka yang begitu menginginkannya. Dia adalah Mea Alestara, seorang gadis penuh kesederhanaan yang mempunyai sisi menarik pada dirinya. Cantik dan tertutup. N...
