Happy Reading! Maaf bnyk typos!!
"Mea kenapa penampilan mu berubah seperti ini sih?! Ada hubungan apa kamu juga dengan mereka berdua terlihat sangat dekat sekali!?" tanya Dewa sedikit sinis saat mengingat dua lelaki yang dimaksud siapalagi kalau bukan Axel dan Kevan, tentu saja Dewa cemburu pada kekasihnya itu lebih dekat dengan banyak cowok lain.
"Apaan sih?! Kok kamu marahin aku?! Kamu nggak tahu ya... Sekarang aku ada hubungan apa dengan mereka berdua?!" Mea balik bertanya, "itu karena salah kamu sendiri yang nggak pernah ada waktu buat aku ceritain semuanya!!" ketus gadis itu. Ia kesal tiba-tiba saja Dewa memarahi dirinya, diluar koridor kelas.
"Loh kamu tahu sendiri 'kan kalau aku nggak ada punya waktu banyak buat mencari tahu semuanya." kata Dewa tidak ingin disalahkan dirinya oleh gadis itu.
"Terus apa gunanya kamu marah-marah sama aku?! Lagian kamu udah buang waktu berhargamu itu sendiri, hanya karena ingin mengetahui urusanku!" jawab Mea tidak santai.
"Aku kan pacarmu Mea, jadi wajar aku ingin tahu. Sebenarnya ada hubungan apa sih sekarang kamu dengan mereka berdua." sekali lagi Dewa mengulangi pertanyaannya yang belum dijawab oleh gadis itu. Mea terlihat menarik napas panjangnya.
"Mereka sekarang jadi sudah saudara tiriku." sahut Mea mulai datar. Ia masih kesal. Salah Dewa sendiri tidak pernah menyempatkan waktu untuk dirinya. Mea cukup mengerti lelaki itu sibuk dengan belajarnya tapi dia juga kan yang bingung dan panik saat Mea mulai berubah karena ketidaktahuan cowok itu sendiri akan dirinya.
Kemarin-kemarin kemana saja Dewa yang tidak peduli pada Mea? Sekarang lelaki baru peduli padanya lagi ketika melihat penampilan Mea yang jauh berbeda? Walau sebelumnya ia tempo lalu sempat bertengkar dengan Dewa karena kesalahan pahamannya. Tapi tetap saja Dewa lebih asik dengan dunianya sendiri tanpa mempedulikan Mea.
Dewa mulai menarik napasnya sebelum berbicara dengan sedikit melunak. "Mea, maafin aku ya... Selama beberapa hari ini aku nggak peduliin kamu. Tapi percayalah Mea aku benar-benar sayang sama kamu. Aku pikir tadi mereka ingin macam-macam juga sama kamu. Aku khawatir saja."
"Iya Dewa, aku nggak papa kok. Kamu tenang aja. Aku juga sayang sama kamu." Mea pun tersenyum kecil. Tatapan Dewa sedikit lebih lama ke arah diri Mea yang sekarang.
"Mea aku..." kata Dewa saat tangannya mulai terangkat ingin memegang tangan Mea, tiba-tiba saja Savero datang lebih dulu menarik gadis itu berdiri didekatnya.
"Mea Lo dipanggil Kevan sama Axel ke kantin bareng,," ujar Savero cowok itu sedikit menyeringai tipis saat melihat raut muka Dewa yang menahan kesalnya.
"Eh mau ngapain emang? Sekarang ya? Bilangin aku masih ada urusan sama Dewa."
"Lo mau Axel ngamuk? Tuh anak manjanya banget pake ngancem gue segala! Udah lo buruan ikut gue! Ntar aja main pacarannya, sama gue juga bisa!" ucap Savero mendesak sembari sedikit tersenyum tipis membuat Mea melototkan matanya dan tidak sempat mengatakan apapun selain dibawa paksa oleh lelaki itu lebih dulu untuk ikut pergi bersamanya.
"Mea aku masih belum selesai ngomongnya,," ujar Dewa merenggut kesal saat melihat gadis itu meninggalkan, kalau bisa Dewa ingin mengejarnya tapi itu pilihan yang percuma, pasti dia akan dihajar oleh geng Axel kalau berani menginjakkan kaki di hadapannya. Akhir-akhir ini Dewa kesulitan untuk mendapatkan waktu yang tepat mengajak Mea kemanapun karena terhalangi oleh jarak dan batasan dari mereka yang sesuka hatinya ingin sekali melihat hubungannya renggang dengan gadis itu.
Dewa akan berusaha untuk mempertahankan hubungannya dengan Mea, walau bagaimanapun ia tidak ingin berakhir dengan kata putusan! Ia tidak menginginkan hal itu sampai terjadi nantinya. Apalagi Mea sekarang bertambah sangat cantik, tidak bisa dipungkiri dengan kenyataannya begitu sampai perhatian Dewa pun tak mampu teralihkan. Ia menjadi tidak konsentrasi saat dalam dunia belajarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MEANDRA
Fiksi RemajaDiiincar oleh para lelaki the geng Badboys berkelas untuk dijadikan pacar 'istimewa' oleh mereka yang begitu menginginkannya. Dia adalah Mea Alestara, seorang gadis penuh kesederhanaan yang mempunyai sisi menarik pada dirinya. Cantik dan tertutup. N...
