Masih Bertahan Diposisinya.

1K 78 2
                                        

Happy Reading!!

Maaf jika banyak typo's!!

"Hai... Lo Rendra 'kan?" sapa Alyra ramah, terlihat dengan penampilan seragamnya yang kebesaran dan rok panjang semampai mata kakinya itu. Memiliki rambut panjangnya juga yang berwarna coklat-kemerahan menyala itu terkucir tinggi dibelakangnya. Gadis itu menunjukkan senyuman manis terbaiknya untuk lelaki yang baru saja disapa olehnya. Dan disusulin kedua temannya Syella dan Molly yang ikut bersamanya tadi.

"Kev mantan Lo tuh? Ngajak rujukan kali ya?" sikut Petra saat melihat Syella. Kevan sedikit menatap tajam pada Syella yang mendadak cewek itu menjadi sedikit canggung.

"Iya. Lo masih ingat sama gue?" Rendra sedikit terkejut melihat kedatangan Alyra yang menghampirinya. Lalu semringah kecil setelahnya, mempersilahkan gadis itu untuk duduk ketika dia masih berdiri memperhatikan dirinya.

Ternyata benar Rendra nggak bohong.  Cewek itu terlihat lebih akrab dengannya.

Mea sempat melihat ke arah gadis itu yang sedikit nyentrik dengan rambut kemerahannya itu. Tak ada tatapan benci seperti yang ia dapatkan dari  lainnya yang biasa ditunjukkan pada Mea. Ia tentu tahu Alyra yang mengakui sebagai pacarnya Axel itu pasti melihatnya saat ini yang sedang menyuapi Axel makan dikantin khusus tempat mereka berkumpul saat ini.

Alyra terlihat tampak cuek saja mengabaikannya dan hanya melihat sekilas ke arahnya.

"Wah beneran Lo ya Ren! Gue kira salah orang! Udah lama banget gue ngggak ketemu sama Lo bro apa kabarnya?" Alyra langsung mengambil posisi duduknya disamping Rendra sembari menghadap ke arah cowok sangar itu yang tengah memakai topinya dengan cara terputar balik kebelakang. "Gimana jangkrik Lo udah mati belum?" tanya Alyra sok dekat. Mereka menatap heran sebentar. Membuat Syella juga menepuk dahinya sendiri dan Molly yang masih sedikit ngos-ngosan.

"Njirr! Jangkrik buat apaan dipelihara?" tanya Petra penasaran.

"Gue gak ngomong sama Lo ya anjing!" ketus Alyra, Eboy sedikit terperanjat mendengarnya. Petra mengusap dadanya.

Galak beneran emang! untung cakep! Kalau nggak gue ledekin lu sekarang!

Sadis dari oroknya dah!

"Buat nemanin tidur malam gue lah!!" sahut Rendra yang masih sempat menjawab pertanyaan bodoh dari Petra temannya itu tadi lebih dulu.

"Plis deh Ra gue kira lu dah pensiun kek bencong! Emang sih penampilan Lo udah berubah banget. Tapi kelakuan lo plis dah jangan bikin gue malu! Gak usah ngingetin jangkrik gue lagi gak ada hubungannya! Btw, dah sesak napas gue semprotin pakai vave!" kesal Rendra kemudian.

Ia sempat sejenak memandangi diri gadis itu dari atas sampai bawah dengan alisnnya terangkat sebelah. Benar-benar berubah dratis menurut penilaiannya. Namun wajah kecantikan Alyra semakin bertambah lebih menawan diatas rata-rata. Gue demen? Sorry hati gue udah terpatri untuk Mea seorang!

Eboy tergelak cukup keras saat membayangkan Rendra yang tidurnya akan ditemani bersama binatang malam liar itu, "Dih parah! Kek gak ada yang lain aja Lo! Kecil banget itu malah! gimana cara puasinnya?!"

Jastin dan Satria serta Yanuar juga ikut menertawakannya habis-habisan. Rendra mendelik tajam. Kevan menawan tawanya. Savero terkekeh geli sambil menggelengkan kepalanya. Petra sedikit bergidik ngeri, dia sendiri malah jauh membayangkan suasana kuburan malam itu sebagai kamarnya Rendra yang diisi bunyi jangkrik dan cicak didinding.

Axel hanya memasang wajah datarnya yang kentara dan tidak perduli sambil mengunyam makanannya. Terlihat tidak tertarik sama sekali dengan arah pembicaraan yang barusan terjadi menggelikan.

MEANDRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang