Rendra benar-benar gila! Dia hampir membuatnya senam jantung disaat diperjalanan dengan kebutan motornya. Cowok itu menyalahkan waktu yang terlalu singkat untuk dikejar olehnya. Maka dari itu ia menarik habis gas stang motornya dengan kecepatan yang tinggi.
Mulut Mea tidak bisa berhenti komat-kamit merapalkan semuanya sampai ia lupa bagaimana cara berdoa pun malah jadi ikutan salah. Bahkan dirinya sampai dibuat latah mendadak dengan kata-katanya yang kadang terdengar memalukan, entahlah Mea tidak peduli Rendra mendengarnya atau tidak, toh suaranya juga teredam bunyi knalpot yang begitu nyaring menyahuti dirinya.
"Semoga saja Tuhan masih kasihan denganku! Ambil saja nyawa cowok ini sebagai tumbalnya, aku rela, ikhlas dan lapang dada menerimanya!!"
"Paan sih lu Mea! Gitu amat sama gue." gerutu Rendra tidak terima, telinga cukup jelas mendengarnya dari belakang ketika gadis itu berdoa melibatkan dirinya.
"Lagian kamu sendiri yang kayak gitu! Bawa motornya gak benar, mau mati kan?! Aku gak sudi mati bareng kamu!!"
"Yaudah. Kalo gitu kita tidur bareng aja, sebelum gue pergi menghadap Tuhan lo,," jawab Rendra enteng dengan seringai tipisnya melirik Mea, membuat gadis itu melotot tajam lalu memukul keras Rendra dari belakang dengan tangannya.
"Awh! Enak Mea!" ringis Rendra terkekeh mengejek sembari menahan sakit, tapi masih sempatnya bercanda membuat Mea merenggut kesal. Ya Rendra berhasil membuatnya merasakan naik darah pagi ini.
"Siap-siap Mea! Pegangan yang erat, gue akan menerobos gerbangnya." ujar Rendra mengintruksikannya. Lagi-lagi membuat Mea melotot tak percaya saat mendengarnya, ia juga melihat ke arah depan dimana sebentar lagi akan sampai ke sana, namun gerbangnya mulai bergeser untuk tertutupi.
"Jangan modus deh kamu! Kita nggak akan bisa ngelewatinnya!!" desis Mea tajam.
"Jangan geer dulu! Gue gak mau tanggung ya kalau Lo jatuh jangan salahin gue nantinya! kan udah gue bilangin tadi, lo nya aja gak nurut jadi cewek!! Dan kita lihat aja gue bisa ngelakuinnya!!" dengus Rendra seraya mendelik.
"Eh?! Iya-iya nih aku udah pegangan!!" meski enggan Mea pun tetap melingkarkan tangannya ke perut Rendra dengan erat memeluk cowok itu diatas motor. Saat Rendra benar-benar berniat siap melakukan aksinya.
Rendra menyeringai sebentar ketika melihat Mea mulai memejamkan matanya melalui kaca spion yang menunjukkan wajah takut akan gadis itu. Cowok itu pun menggas motornya dengan sekali tarik gas dan berhasil meleset cepat memasuki gerbang sekolah sebelum benar-benar hampir terkunci rapat dan mendarat dengan mulus.
Kalau sampai terjadi sesuatu, atau tidak berhasil melewatinya, Mea akan mengutuk cowok itu pingsan selamanya! Hal itu tadi benar-benar membahayakannya. Bagaimana jika tas Mea tersangkut digerbang, sedang ia duduk diatas motor cowok itu dalam posisi motor itu berjalan.
Mea tidak bisa membayangkan dirinya kalau tersangkut disana akan ditarik secara paksa melompat dari motor Rendra. Hal gila macam apa itu yang akan terjadi menimpanya jika benar-benar ia sampai merasakannya nanti?
Untungnya dirinya saat ini selamat sentosa. Tidak diragukan lagi kelihaian Rendra mengendarai motor ninjanya membuat jiwa Mea terguncang hebat serasa nyawanya hampir melayang ikut terbang tertiup dibawa oleh hembusan angin deras yang begitu kenceng setiap kali cowok itu menaikan pacuan gasnya dengan begitu brutal.
_______
"Mea muka Lo kenapa?!" tanya Savoro khwatir saat melihat wajah gadis itu, terlebih pada sudut bibir Mea yang terlihat ada luka kecilnya di atas sana.
"Lo apain dia Ndra?! Jangan kasar sama cewek!!" Savero beralih pada Rendra meminta penjelasannya. Kemarin malam Mea tidak kenapa-kenapa dan baik saja saat itu bersama Savero.
KAMU SEDANG MEMBACA
MEANDRA
Roman pour AdolescentsDiiincar oleh para lelaki the geng Badboys berkelas untuk dijadikan pacar 'istimewa' oleh mereka yang begitu menginginkannya. Dia adalah Mea Alestara, seorang gadis penuh kesederhanaan yang mempunyai sisi menarik pada dirinya. Cantik dan tertutup. N...
