"Hai manis, sendiri saja?"
Felix yang sedang memakan bakso di kantin sekolah hanya melirik malas ke arah seseorang yang baru saja duduk di depannya. Sedangkan satu pemuda lain yang duduk di samping Felix segera berseru protes dengan suara melengking.
"Seo bodoh Changbin! Matamu kemana ha? Ada aku disini, sendiri apanya?!"
Kini giliran Changbin yang hanya melirik tidak minat pada teman Felix yang berpipi chubby itu kemudian senyum tengilnya kembali lagi ketika menatap Felix.
"Sekarang kan sudah new normal, mau keluar bersamaku?"
Felix menggeleng mantap membuat Changbin mendesah kecewa.
"Ditolak lagi?"
"Sudah tau selalu ditolak tapi masih saja mendekati. Tau diri dong," celetuk teman Felix dengan nametag Han Jisung tersemat di seragamnya.
"Berisik kau tupai."
"Dasar babi!"
"Heh!"
"Diam."
Seketika dua orang disana menutup mulut ketika Felix bicara pelan namun penuh penekanan. Changbin kembali memusatkan perhatian pada Felix kemudian ia menumpukan kepalanya di sebelah tangan dan kembali bicara tanpa kenal menyerah.
"Ayolah, Fel. Sekali saja."
"Keadaan memang new normal, tapi ada satu hal yang tidak akan pernah bisa normal," ucap Felix masih fokus pada bakso di hadapannya.
"Apa itu?"
Felix mendongak, menatap ke dalam mata Changbin kemudian mengarahkan jari telunjuknya ke kepala pemuda itu.
"Otakmu."
"HAHAHAHAHAHAHA."
Changbin cemberut, Jisung tertawa keras, dan Felix kembali melanjutkan makannya tanpa peduli sekitar.
"Meski tidak normal begini juga aku selalu setia denganmu, Fel."
"Cringe cringe bunyi sepeda."
"Bisa diam tidak, Han?"
"Aku kan hanya menanggapi karena kasihan kalau kau terus-terusan diabaikan Felix. Kurang baik apa aku."
Felix pusing mendengar perdebatan dua orang di sekitarnya itu. Mengganggu acara makannya saja. Karena merasa semakin terganggu, Felix menengahi dengan bicara pada Changbin.
"Nanti aku pertimbangkan, jadi kau bisa pergi sekarang."
Hanya kalimat seperti itu saja seorang Seo Changbin sudah bahagia. Ia mengangguk semangat kemudian beranjak berdiri dari duduknya.
"Aku tunggu kepastiannya," ucap Changbin yang kemudian pergi dari sana.
"Kau serius mau keluar bersamanya?" Tanya Jisung memastikan meski ia tau sahabatnya itu tidak akan pernah mengingkari ucapannya. Felix mengangguk lalu menyuapkan bakso terakhir ke mulutnya.
"Sekali saja aku turuti keinginannya agar dia tidak terus menggangguku. Kasihan juga jika selalu ditolak."
"Felix."
Felix yang sedang bermain ponsel di halte bus mendongak ketika ada yang memanggilnya, namun setelahnya ia kembali memusatkan perhatian pada ponselnya tanpa menjawab panggilan orang itu. Felix itu orangnya sangat ramah, hanya satu orang yang bisa membuatnya seperti itu, siapa lagi kalau bukan Seo Changbin.
"Tidak bawa motor?"
"Menurutmu?"
Changbin mengangguk dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Jelas Felix tidak membawa motornya karena pemuda manis itu sekarang duduk di halte. Motor Felix sedang menginap di bengkel, tapi ia juga tidak mau repot-repot menjelaskannya pada Changbin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 2 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2020, June 2nd Ended : 2020, September 9th ⚠️BXB AREA⚠️ Ini hanyalah fiksi, aku cuma meminja...
![Three Words 2 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/227735444-64-k413446.jpg)