Felix terbangun ketika merasakan seseorang memainkan pipinya. Ia membuka mata kemudian menemukan suaminya sedang tidur menyamping menghadapnya dengan wajah yang terlihat sedang gemas.
"Eh, sayangku sudah bangun," ucap Changbin meringis tak bersalah.
"Kau itu sedang apa?"
"Bermain squishy."
"Mana?"
"Ini," jawab Changbin dan kembali bermain dengan pipi Felix. Pemuda manis itu hanya diam, pasrah saja dengan perlakuan suaminya.
"Bangun sana, mandi."
Felix menjauhkan tangan Changbin dari wajahnya dan memindahkannya ke pinggangnya. Kode minta dipeluk. Untung saja suaminya peka dan segera mendekatkan tubuh mereka.
"Tidak mau."
"Kau tidak mau kerja?"
"Libur."
"Memangnya sekarang hari libur?" Tanya Felix dengan wajah penasaran.
"Meliburkan diri."
"Bolos kerja?"
"Bisa dibilang begitu."
Changbin berucap acuh dan menyamankan posisi memeluk Felix sembari menarik selimut untuk menghangatkan tubuh mereka.
"Kok begitu? Masa iya seorang bos tidak memberikan contoh yang baik bagi karyawannya."
"Bukankah menjadi workaholic dan membuat pasangan kesepian di rumah juga bukan contoh yang baik?"
Felix terdiam kemudian ia mencubit sebelah puting suaminya dengan keras membuat lelaki itu mengaduh sakit. Oh iya, mereka kan masih telanjang setelah melakukan hubungan badan semalam.
"Itu beda," ucap Felix dengan gemas.
"Kok dicubit? Kan sakit. Lebih baik hisap saja biar enak. ADUH SAYANG SAKIT."
Changbin menggeliat di tempat tidur ketika putingnya kembali dicubit dengan keras oleh suami manisnya. Kekerasan dalam rumah tangga. Kan Changbin jadi... Enak. Hehehe.
"Isi otakmu kalau bukan soal pekerjaan ya pasti soal selangkangan. Mesumnya di luar batas normal."
"Tapi kan aku bisa membuatmu berteriak nikmat di ranjang."
"Bicara sekali lagi aku ikat mulutmu itu."
Cup
"Dicium lebih baik daripada diikat," jawab Changbin setelah mengecup singkat bibir suami manisnya.
"Tapi beda cerita sih kalau tanganmu yang diikat kemudian mendesahkan namaku."
"Kau-"
"Apa sih yang sudah aku lakukan sampai mengesampingkan kesayanganku yang sangat manis ini. Bodohnya aku," ucap Changbin memotong ucapan suami manisnya yang terlihat ingin mengomel.
"Baru sadar?" Tanya Felix sembari memutar bola matanya malas.
"Sayang."
"Iya, suamiku?"
Changbin terkekeh pelan mendengar jawaban Felix kemudian ia mengecup kening suami manisnya dengan sayang.
"Kau itu seperti lagu Sheila On 7."
"Maksudnya?"
"Anugerah terindah yang pernah ku miliki."
Felix tertawa kemudian menyamankan kepalanya di pelukan suaminya yang hangat.
"Kalau dulu kau tidak datang ke rumahku untuk meminta kembali bersama, kira-kira sekarang kita bagaimana ya?" Gumam Felix.
"Aku pasti sedang menyesali diri karena sudah melepasmu pergi. Kalau kau, mungkin sudah bersama orang lain."
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 2 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2020, June 2nd Ended : 2020, September 9th ⚠️BXB AREA⚠️ Ini hanyalah fiksi, aku cuma meminja...
![Three Words 2 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/227735444-64-k413446.jpg)