Segala hal itu tak pernah benar-benar terjadi secara kebetulan. Itu semua sudah dituliskan di garis takdir masing-masing orang. Karir, keberuntungan, dan juga cinta. Segalanya telah dituliskan oleh Yang Maha Kuasa. Jika kau merasa sesuatu yang terjadi padamu adalah suatu kebetulan, itu artinya kau tidak pernah menduga sebelumnya.
Felix mendelik menatap Changbin dari atas kepala sampai kakinya. Kemudian ia berucap pelan dengan masih tidak percaya.
"Aku yakin memesan seorang gigolo yang berpengalaman."
"Tidakkah aku terlihat seperti seorang profesional?"
Ok Felix akui Changbin benar-benar hebat di ranjang. Tapi ia masih bingung dengan ucapan lelaki itu yang mengatakan baru pertama kali bersenggama. Tidakkah ini aneh?
"Kau siapa?"
Tepat ketika Felix bertanya, suara ponselnya mengalihkan perhatiannya. Dengan menahan ngilu di lubang analnya pemuda manis itu bangun dan meraih ponselnya yang ia letakkan di meja.
"Halo?"
"Maaf saya tidak bisa datang malam ini, apa anda ingin mengubah jadwal kita?"
Mata Felix membola kemudian ia menatap Changbin yang tengah berbaring di ranjang sembari menatapnya dengan senyum miring yang menghiasi wajah tampan itu.
"Tidak. Aku akan membatalkannya."
Pip
Felix meletakkan ponselnya asal kemudian kembali ke ranjang dan menatap Changbin dengan tajam.
"Sebenarnya kau siapa?"
Changbin mengedikkan bahunya kemudian lelaki itu mengusap puting Felix yang langsung ditepis sang empunya.
"Seorang gigolo bayaran ataupun aku, bukankah sama-sama orang asing bagimu? Yang terpenting kau mendapatkan kenikmatan, kan?"
Dalam hati Felix membenarkan ucapan Changbin, namun ia harus tau asal usul lelaki yang baru saja menggagahinya itu.
"Beritau aku siapa kau sebenarnya."
"Seo Changbin. Itu sungguhan namaku."
Felix menggeleng kencang. Bagaimana bisa lelaki itu datang ke kamarnya dan mengetahui namanya.
"Ayolah sayang, kau tidak perlu terlalu terkejut begitu. Tidakkah aku hebat di ranjang? Kau mau bermain lagi hm?"
Persetan dengan siapa lelaki di depannya itu. Tapi kejantanannya sudah berhasil membuat Felix gila. Lagipula bukankah itu menguntungkan baginya jika Changbin belum pernah bersetubuh sebelumnya? Ia akan aman dari penyakit kelamin.
Felix duduk di atas perut Changbin kemudian menggesekkan kemaluannya di perut kotak-kotak lelaki itu sampai kejantanannya kembali menegang.
"Siapapun kau, ayo lakukan sekali lagi. Tapi aku hanya mau penismu dan kita melakukannya dengan lembut."
"Sure baby, selama kau tetap memanggilku daddy apapun akan ku lakukan."
"Setubuhi aku daddy," ucap Felix dengan seduktif dan setelahnya kamar itu kembali dipenuhi suara desahan dan kecipak penyatuan yang menggairahkan.
Felix bangun ketika matahari sudah bersinar terang. Ia mengedarkan pandangannya dan disana hanya ada dirinya seorang. Padahal ia yakin semalam ia tidur dengan Changbin yang memeluknya dan kejantanan lekaki itu yang masih menancap di lubangnya.
Satu-satunya hal yang Felix temukan pagi itu hanyalah sebuah post it berisi nomor ponsel yang tertempel di kemaluannya dengan pesan yang sangat nakal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 2 [ChangLix]
FanficKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2020, June 2nd Ended : 2020, September 9th ⚠️BXB AREA⚠️ Ini hanyalah fiksi, aku cuma meminja...
![Three Words 2 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/227735444-64-k413446.jpg)