Love & Life VII

2.5K 327 178
                                        

BONUS CHAPTER



Changbin itu selalu aneh ketika di kampus, tapi hari Rabu pagi Changbin terlihat lebih aneh dari biasanya ketika pemuda itu berjalan dengan bangganya di koridor kampus sembari menggandeng Felix yang hanya bisa tersenyum canggung.

Bak dua jiwa yang tertukar, Changbin yang biasanya hanya diam berubah total menjadi sangat ceria, sedangkan Felix tiba-tiba menjadi seseorang yang malu-malu karena tingkah kekasihnya.

"Good morning villagers!"

Hyunjin yang sudah datang dan duduk di sudut kelas melongo melihat temannya datang dalam keadaan yang mengerikan. Ia pikir Changbin sedang kerasukan setan. Pasalnya pemuda itu berteriak kencang menyapa seluruh mahasiswa yang ada di kelas, dengan panggilan absurd pula. Apa-apaan itu villager, dipikir dirinya sedang pulang kampung apa.

Changbin menarik pelan tangan Felix ke tengah kelas, kemudian dengan sombongnya ia mengangkat genggaman tangan mereka tinggi-tinggi membuat seisi kelas heboh.

"I want to announce my relationship with this cutie boy. From now on he's mine. Don't you dare to get closer to him!"

Hyunjin meringis jijik. Felix menggaruk tengkuknya gugup. Dan seisi kelas yang bersorak heboh menggoda pasangan baru itu. Di dalam kelas itu hanya ada 20 manusia, tapi hebohnya mengalahkan ospek universitas yang isinya ribuan mahasiswa. Benar-benar kelas yang berisik.

Setelah resmi menjadi sepasang kekasih kemarin, Changbin tiba-tiba menunjukkan sikap aslinya. Bukan dalam hal negatif, tapi disebut positif pun Felix tidak yakin. Yang pasti kekasihnya itu tiba-tiba jadi sangat random dan membuatnya terkejut.

Changbin itu sangat romantis, tapi terkadang ucapan dan tindakannya berlebihan. Seperti ketika pemuda itu menginap di rumah Felix semalam. Selama tidur Felix dipeluk dengan erat bahkan sampai hampir kehabisan nafas karena wajahnya yang terbenam di dada bidang Changbin sehingga membuatnya kesulitan bernafas.

Lalu tadi pagi, pemuda itu mengatakan akan membawa mobil agar Felix terlindungi dari panas dan hujan. Padahal menurut Felix naik motor berduaan jauh lebih romantis dan membuatnya bisa menghirup aroma tubuh Changbin dengan leluasa.

"Malu, Fel?" Tanya Changbin ketika mereka sudah duduk bersebelahan di dalam kelas.

Felix tersenyum lucu kemudian menggeleng pelan untuk menjawab pertanyaan kekasihnya.

"Hanya terkejut. Kau sangat random."

Changbin berdehem mengembalikan wibawanya kemudian ia menatap Felix dengan tatapan yang dalam membuat pemuda manis itu seketika menjadi gugup dengan jantungnya yang berdetak kencang.

"Kalau begini bagaimana?" Tanya Changbin dengan suara rendah.

Ctak

"Jijik bodoh!"

Changbin mengusap belakang kepalanya yang baru saja dilempar penghapus karet kemudian pemuda itu menatap galak ke arah Hyunjin yang justru meringis tak berdosa.

"Jomblo diam saja!" Ucap Changbin agak berteriak membuat seisi kelas yang tadinya berisik tiba-tiba menjadi hening.

"What?" Tanya Changbin dengan heran ketika satu kelas menatap ke arahnya.

"KITA SEMUA JOMBLO!" Teriak seisi kelas dengan lantangnya membuat Changbin dan Felix melongo seketika.







"Any question?"

Changbin mengangkat tangannya tinggi-tinggi membuat Hyunjin yang melihatnya heran. Temannya itu biasanya selalu mengantuk di dalam kelas, sangat ajaib ketika pemuda itu tiba-tiba ingin bertanya pada dosen.

Three Words 2 [ChangLix]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang