Felix tidak mengerti apa yang diinginkan ayahnya ketika tiba-tiba memberikannya seorang bodyguard untuk menjaganya. Ia bukanlah pemuda lemah, bukan juga seseorang yang terkenal sampai harus dijaga oleh pengawal. Ia hanyalah seorang mahasiswa biasa yang suka bersenang-senang bersama teman-temannya. Iya, hanya itu. Lalu untuk apa ayahnya tiba-tiba mengirimkan seorang pengawal ke apartemennya?
Ini sudah 30 menit sejak ia duduk berhadapan dengan seseorang yang ayahnya sebut sebagai pengawal pribadi Felix, namun mereka tak mengeluarkan sepatah katapun dari mulut masing-masing. Felix jengah jika harus terus berdiam diri, ia berdehem kemudian bicara terlebih dulu.
"Nama?"
"Seo Changbin."
"Usia?"
"25 tahun."
Hening. Hanya seperti itu dan keadaan kembali terasa dingin karena dua orang pemuda disana hanya saling diam. Felix kembali memperhatikan wajah pengawalnya. Tadinya ia membayangkan seseorang dengan wajah seram dan badan besar yang akan menjaganya, tapi ia tidak menyangka jika di hadapannya sekarang justru hadir seorang pengawal yang memilih wajah cukup tampan, badannya terlihat kuat, hanya saja Felix tidak merasa pengawalnya itu cukup hebat bertarung.
"Ayahku sudah memberimu tugas, kan?"
"Ya, Tuan. Mulai sekarang saya akan menjaga anda dengan baik," ucap Changbin dan membungkukkan badannya dengan sopan.
"Jangan panggil aku tuan, karena kau lebih tua dariku mungkin panggil namaku saja tidak apa-apa meskipun aku tidak berniat memanggilmu kakak."
"Baik, akan saya lakukan."
Felix berdiri dari duduknya kemudian karena merasa penasaran pemuda manis itu menyentuh dada Changbin yang terbalut kemeja hitam. Changbin terkejut namun sebisa mungkin ia mengatur dirinya untuk tidak bereaksi.
"Hmm badanmu bagus," ucap Felix sembari masih mengusap dada Changbin, kemudian tangannya bergerak naik menyentuh pipi pengawalnya.
"Wajahmu juga tampan."
Changbin hanya diam tanpa menanggapi, pun tidak menatap ke arah Felix yang kini masih menggerayangi tubuhnya dan terus menerus memujinya.
"Ini tidak penting, tapi kenapa kau memilih bekerja sebagai pengawal? Dengan wajah tampanmu itu aku rasa kau bisa saja mendaftar sebagai seorang artis."
"Saya menyukai pekerjaan ini," jawab Changbin masih duduk diam di tempatnya.
Felix mengedikkan bahunya dan menarik tangan Changbin untuk duduk di sampingnya. Pemuda manis itu menumpukan kepala di tangannya dan menatap Changbin dengan lekat.
"Kau kaku sekali, cobalah tersenyum."
Changbin masih diam dan duduk tegak di tempatnya. Felix menatap tidak suka, pengawalnya seperti sedang berada di camp militer dan membuatnya kesal karena harus bicara sendiri.
"Kenapa kau tidak menjawabku?"
"Saya disini untuk menjaga anda dan bukan untuk menjadi teman mengobrol anda."
Felix memicingkan matanya tidak suka. Wajah pengawalnya memang tampan, tapi sikapnya menyebalkan.
"Orang sepertimu yang akan menempeliku selama 24 jam penuh?"
Changbin mengangguk mantap dan menatap mata Felix untuk pertama kalinya. Seketika Felix terdiam kemudian berkedip beberapa kali.
"Tatapanmu menyeramkan, aku harap itu berguna untuk melindungiku," ucap Felix yang kemudian segera berdiri dari duduknya.
"Kau bisa gunakan kamar lain yang berada di samping kamarku," ucapnya lagi dan segera berjalan ke arah kamarnya.
"Oh satu lagi. Nanti malam aku ingin pergi ke club malam, pastikan kau menggunakan pakaian yang tidak mencolok dan jangan coba-coba menggunakan jas hitam dan kemeja putih yang menyebalkan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 2 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2020, June 2nd Ended : 2020, September 9th ⚠️BXB AREA⚠️ Ini hanyalah fiksi, aku cuma meminja...
![Three Words 2 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/227735444-64-k413446.jpg)