"JANGAN MENGGANGGUKU!"
Hari Minggu pagi di rumah keluarga Lee terdengar suara teriakan dari anak tunggalnya. Felix membuka matanya dengan terpaksa menampilkan mata bulatnya yang memerah karena masih mengantuk. Sedangkan di samping ranjangnya ada seorang anak SMA tetangganya yang berdiri diam sembari menggenggam selimut Felix yang baru saja ditariknya.
"Kemarin kakak memintaku untuk membangunkan kakak untuk olahraga pagi. Ini sudah aku lakukan dan kakak harus bangun sekarang."
"Aku mengantuk!"
Felix menenggelamkan kepalanya di bawah bantal dan mencoba untuk kembali tidur. Namun Changbin dengan teganya justru mengangkat tubuh Felix dan mendudukkannya di pinggir ranjang.
"Ayo bangun, kita harus olahraga."
Felix menggeleng kecil dan menyandarkan kepalanya di bahu Changbin yang sedang berjongkok di depannya. Apa? Terkejut dengan sikap manis Felix? Oh. Itu terjadi sejak kencan pertama mereka dua minggu yang lalu. Beberapa hari setelahnya Felix mulai luluh dan selalu menerima perhatian yang Changbin berikan dengan senang hati. Lalu beberapa hari belakangan pemuda manis itu mulai bertingkah manja dan menggemaskan.
Changbin tidak masalah, justru ia sangat senang, hanya saja menurutnya kakak manisnya itu terkadang bertingkah sangat manja membuatnya sedikit kerepotan. Pernah satu waktu Felix merengek minta ditemani seharian penuh, bahkan Changbin tidak diizinkan untuk sekedar mandi. Itu benar-benar tidak terduga.
"Kak."
Changbin mengusap kepala Felix pelan, sedangkan Felix hanya bergumam dengan mata terpejam kemudian pemuda manis itu bergerak menyamankan diri di bahu Changbin untuk kembali tidur.
"Ayo olahraga."
"Aku tidak mau," jawab Felix dengan nada manja. Itu kelemahan Changbin. Felix yang sedang manja akan membuat Changbin tidak berkutik dan menurutinya.
Padahal hubungan mereka belum resmi, tapi mereka sudah terlihat seperti pasangan sungguhan. Seringkali kedua orangtua mereka juga akan menggoda anaknya karena jadi sering berduaan, namun siapa sangka jika mereka masih terjebak dalam hubungan tanpa status.
Hal itu bukan karena Changbin yang tidak bergerak cepat. Anak itu sudah beberapa kali mengajak Felix untuk menjalin hubungan, hanya saja pemuda manis itu pasti akan menghindar dan enggan menjawab ajakan Changbin sehingga membuat anak itu jadi tidak pernah bertanya lagi karena takut membuat Felix jadi tidak nyaman.
Pukul 9 di kediaman keluarga Lee, Felix akhirnya bangun dan menatap sekeliling untuk mencari seseorang. Tidak lain dan tidak bukan adalah Seo Changbin, tapi anak itu sudah pergi dari kamarnya. Ia mengedikkan bahunya, berpikir mungkin Changbin pergi olahraga sendirian.
Felix keluar dari kamarnya dan menemukan adik sepupunya sedang bermain video game di ruang tengah. Jeongin yang menyadari kehadiran seseorang di dekatnya mendongak kemudian tersenyum cerah sembari melambaikan tangannya.
"Selamat pagi kakak pemalas!"
Felix berdecih kemudian mendudukkan diri di samping Jeongin yang kembali sibuk pada stick gamenya.
"Aku kira kakak sedang berolahraga," ucap Jeongin sembari tangannya tidak berhenti memainkan gamenya.
"Tidak jadi, lagipula tau darimana kalau aku ada rencana berolahraga?"
Jeongin melirik sekilas ke arah Felix kemudian anak itu menggaruk tengkuknya sembari tersenyum canggung membuat Felix merasa curiga.
"Apa-apaan dengan sikapmu itu?"
"Eum.. Aku tidak tau apakah harus mengatakannya atau tidak karena ini tidak begitu penting. Tapi tadi sekitar jam 7 aku sempat melihat kekasih kakak di taman sedang itu.. Aduh bagaiamana ya.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 2 [ChangLix]
Fiksi PenggemarKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2020, June 2nd Ended : 2020, September 9th ⚠️BXB AREA⚠️ Ini hanyalah fiksi, aku cuma meminja...
![Three Words 2 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/227735444-64-k413446.jpg)