Love Potion III

4.2K 366 154
                                        

"Mana wajahmu?"

Felix tak berani menampakkan dirinya. Yang terlihat di layar ponselnya hanya tembok kamarnya saja. Apa yang akan Changbin katakan jika melihat wajah Felix sedang merem melek keenakan karena urutan di kejantanannya.

"Baby.."

"Ahh.."

Sebuah desahan lolos tat kala tubuh Felix bereaksi dengan panggilan Changbin. Lelaki disana terkejut namun sedetik kemudian senyum miring muncul di wajah tampannya.

"Mau melakukan call sex sayang?"

"Yeshh please."

Felix tak peduli lagi dengan rasa malunya ketika dirinya mengarahkan kamera ponselnya ke arah wajahnya yang sudah merah padam karena menahan nafsu. Pemuda manis itu semakin panas dingin ketika di sebrang sana Changbin terlihat tengah membuka kancing kemejanya dengan sensual.

"Daddy.."

Felix tak bisa menyembunyikan rasa hausnya ketika melihat Changbin perlahan menurunkan celananya dan menampilkan kejantanan lelaki itu yang masih tertidur.

"Ayo baby bangunkan dia," ucap Changbin sembari menepuk pelan kebanggaannya.

"Ahh daddy aku ingin mengulumnya dan merasakan air mani daddy memasuki tenggorokanku."

Felix semakin cepat menggerakkan tangannya dan Changbin pun mulai mengurut pelan kejantanannya agar bangun dan menampakkan kegagahannya.

"Teruskan baby."

Felix meletakkan ponselnya di depan tubuhnya dan segera berbaring mengangkang menampilkan lubang analnya, kemudian ia mengusap lubang itu pelan.

"Ingin kejantanan daddy masuk kesini."

Changbin menggeram. Ucapan Felix sangat nakal dan terus menuntunnya pada fantasi terlarang yang menyenangkan.

"Kau mau aku memasukimu, hm?"

Felix mengangguk dengan tatapan sayu. Bibir bawahnya ia gigit untuk menahan gejolak dalam diri, namun hal itu membuat Changbin semakin bergairah dan tidak bisa menahan nafsunya.

"Bayangkan aku memasukkan jariku kesana," bisik Changbin mulai menginstruksikan Felix untuk melakukan apa yang ia katakan.

Felix menurut, jari tangannya masuk ke dalam lubangnya dan digerakkan perlahan sembari membayangkan Changbin tengah melakukan foreplay padanya.

"Dua jari lagi baby."

Kejantanan Changbin sudah menegang. Lubang Felix benar-benar berada tepat di depan kamera membuatnya bisa melihat dengan jelas tangan pemuda manis itu yang keluar masuk dengan sensual disana.

"Ahh daddy.."

Felix mendongak nikmat. Jarinya tak sepanjang jari Changbin, namun sensasi yang timbul hampir menyerupai ketika bersama Changbin karena rasa dari sentuhan lelaki itu masih membekas di ingatannya.

"Lebih cepat baby."

Changbin mengurut kejantanannya makin cepat, begitu pula dengan Felix yang semakin gila menggerakkan tangannya bahkan kini jari-jarinya sudah berganti dengan dildo membuatnya semakin mengerang nikmat.

"Ahh ah daddy aku.. Ahh."

"Sebentar lagi."

Felix menutup rapat matanya sedangkan Changbin semakin menggeram nikmat menatap tubuh dan ekspresi Felix yang sangat menggoda. Keduanya hampir sampai. Hampir. Mereka saling meraung menyebut nama sebelum...

Tok tok

"Felix?"

Felix membeku di tempatnya dan seketika seluruh imajinasinya buyar. Changbin pun demikian. Lelaki itu terdiam seperti yang Felix lakukan.

Three Words 2 [ChangLix]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang