Catch You, Love You

4.1K 343 144
                                        

Changbin jatuh cinta pada seseorang yang juga menjadi adik kelasnya di sekolah. Orang itu memiliki kulit putih mulus bak porselen, senyumnya manis dan tutur katanya begitu lembut membuat tenang hatinya. Rambut pirang sebahu orang itu dibiarkan tergerai dan akan bergerak dengan indah ketika tertiup angin yang berembus. Kacamata membingkai mata bulatnya, namun itu tak mengurangi kecantikan dari matanya yang selalu berbinar. Changbin benar-benar sudah jatuh cinta, tetapi dunia seakan menentangnya karena orang yang ia cintai adalah seorang laki-laki, sama sepertinya.

"Seo Changbin!"

Changbin terbangun dari tidurnya ketika mejanya digebrak dengan keras oleh gurunya yang sekarang berdiri di sampingnya. Pemuda itu mengusap matanya kemudian menunduk meminta maaf pada gurunya.

"Maaf, Pak saya tidak akan mengulanginya."

"Kau selalu mengatakan itu di kelas saya, kali ini saya harus memberimu hukuman agar kau merasa jera. Segera keluar dari kelas saya!"

Changbin menggaruk tengkuknya kemudian dengan pasrah keluar dari kelas dengan langkah gontai. Pemuda itu melangkahkan kakinya ke arah perpustakaan. Tidak, ia tidak mungkin membaca sesuatu. Pemuda itu hanya ingin melanjutkan tidurnya di tempat yang tenang sehingga ia tidak terganggu.

Changbin melangkah ke ujung perpustakaan dimana itu adalah titik ternyaman untuk ia gunakan tidur karena disana selalu sepi, namun ia tak pernah menyangka jika diusir dari kelas membuatnya mendapat keberuntungan. Di sudut perpustakaan ada seorang pemuda manis sedang menunduk membaca buku. Changbin berdehem dan mengubah ekspresi senangnya menjadi ekspresi normal dan berjalan mendekat untuk duduk di samping si pemuda manis.

"Ekhem."

Felix menoleh kemudian menunduk sopan dan bergegas berdiri dari tempat duduknya. Changbin yang melihatnya pun segera menarik tangan Felix untuk kembali duduk di tempatnya. Ia tidak memikirkan soal rasa malu, kesempatan seperti itu kan belum tentu bisa terjadi lagi.

"Eum.. Kenapa kak?" Tanya Felix sembari menunduk menyembunyikan wajahnya.

"Kenapa pergi? Apa aku mengganggumu?"

Felix mendongak kemudian menggeleng kencang sampai rambut panjangnya bergoyang. Astaga, ia tidak tau saja jika Changbin sedang menahan nafas karena melihat keimutannya.

"Aku pikir kakak yang terganggu karena aku disini," ucap pemuda manis itu mencicit pelan.

Diam-diam Changbin mengulum senyum. Sesuai dugaannya, Felix benar-benar anak yang polos dan lucu. Ini kali pertama mereka mengobrol, tapi Changbin sudah merasa semakin jatuh saja pada pesona adik kelasnya itu.

"Tidak, tenggorokanku kering tadi sehingga aku berdehem. Aku tidak mengusirmu."

Mungkin jika para sahabat Changbin melihatnya, mereka sudah menghujat habis-habisan karena Changbin tidak pernah bertingkah manis pada seseorang. Tapi lihat sekarang, pemuda itu memperlakukan pujaan hatinya dengan penuh hati-hati dan menjelaskan segalanya agar pemuda manis itu tidak salah paham.

"Ngomong-ngomong, apa kau mengenal Jeongin?" Tanya Changbin pura-pura tidak tau, padahal ia sangat tau jika Felix satu kelas dengan adiknya.

"Ah iya kak, kami teman satu kelas," jawab Felix dengan lembut. Jangan begitu Fel, lihat itu Seo Changbin semakin jatuh cinta padamu.

"Jeongin itu adikku, jika dia berbuat nakal laporkan saja padaku."

Felix tersenyum kemudian mengangguk pelan sembari membenarkan letak kacamatanya. Changbin terus memperhatikan, ia merasa gemas dengan segala tingkah laku Felix membuatnya ingin mengunyel pemuda manis itu.

"Apa kakak mengenal Kak Chan?" Tanya Felix tiba-tiba membuat Changbin seketika diam. Chan adalah sahabatnya, kenapa Felix menanyakannya? Apa pemuda manis itu menyukai sahabatnya itu? Ohoho itu tidak boleh terjadi. Changbin menggeleng kemudian memasang wajah sok berpikir.

Three Words 2 [ChangLix]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang