"Aku pulang!"
Changbin memasuki apartemennya dengan beberapa kantong belanja di tangannya. Jangan tanya isinya apa, tentu saja oleh-oleh untuk sahabat tersayangnya. Atau sudah bukan? Mereka sudah menjadi sepasang kekasih kan? Iya atau tidak?
"Felix?"
Changbin berkeliling ke seluruh perjuru apartemen untuk mencari Felix, dan ia menemukan pemuda manis itu sedang duduk diam di sudut kamarnya. Changbin mendekat kemudian menyentuh pelan pundak Felix yang memunggunginya.
"Aku pulang, kenapa tidak disambut? Biasanya kau paling semangat untuk menagih oleh-oleh."
Felix menoleh dan betapa terkejutnya Changbin melihat mata dan hidung Felix yang memerah.
"Kau menangis?"
Felix cemberut kemudian memeluk tubuh Changbin sampai pemuda itu jatuh terduduk. Changbin bingung namun ia memilih tidak menanyakannya sampai Felix sendiri yang bercerita.
"Sudah jangan menangis, ada aku disini," ucap Changbin sembari menepuk-nepuk punggung Felix untuk menenangkannya.
"Changbin, ini sangat menyedihkan."
"Hm? Apanya?"
Felix melepas pelukannya kemudian menyerahkan ponselnya pada Changbin. Pemuda itu melihat apa yang membuat Felix menangis kemudian seketika ia berdiri dan pergi meninggalkan kamar pemuda manis itu.
"Kenapa kau pergi? Aku masih butuh pelukan!"
Changbin berdecih dan masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian. Ia menyesal karena sudah menkhawatirkan Felix yang menangis padahal alasan pemuda manis itu menangis sangat menjengkelkan.
"Changbin! Drama ini benar-benar menguras air mata tau!"
Ya. Alasan Felix menangis hanya karena drama yang sedang ditontonnya. Itu kenapa Changbin seketika merasa jengkel dan seperti diberi harapan palsu. Padahal kan ia sudah bersiap menjadi pahlawan untuk melindungi Felix yang ia kira diganggu seseorang. Tapi ternyata... Ah sudahlah.
"Apa ini bagus untukku?"
Felix mematut diri di depan cermin untuk mencoba baju baru yang dibelikan Changbin, sedangkan pemuda itu hanya duduk di tempat tidur Felix sembari memperhatikan sahabat manisnya.
"Karena itu memang aku beli untukmu, tentu saja terlihat bagus."
Felix tersenyum senang kemudian memberikan dua jempolnya pada Changbin.
"Kau terbaik! Aku akan memasak apapun yang kau mau untuk makan malam nanti."
"Aku ingin makan malam di luar."
"Oh? Kenapa?"
"Bukankah aku sudah bilang kita akan berkencan ketika aku pulang?"
"Aku belum menyetujui itu."
"Aku memaksa."
Felix ingin protes tapi entah bagaimana ia merasa tidak bisa menolak dan berakhir dengan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah."
"Ada apa ini? Kenapa kau tidak mengumpat?"
Felix yang sedang berganti baju disana menoleh dengan sebelah alis terangkat.
"Kau ingin mendengarku mengumpat?"
"Tidak. Felix yang manis begini lebih menggemaskan."
Changbin yang melihat Felix hanya diam meski ia goda pun bangun dan memeluk pinggang sahabat manisnya, oh bukan, kekasih manisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 2 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2020, June 2nd Ended : 2020, September 9th ⚠️BXB AREA⚠️ Ini hanyalah fiksi, aku cuma meminja...
![Three Words 2 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/227735444-64-k413446.jpg)