"Jadi, Fel. Maukah kau kembali menjalin hubungan denganku?"
Begitu ucap Changbin setelah melepas ciuman mereka. Wajah Felix memerah lalu pemuda manis itu mengangguk pelan sebagai jawaban. Changbin bersorak senang dan segera memeluk Felix dengan erat.
"Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi."
Begitulah kisah singkat mereka kembali bersama. Di tempat yang sama namun dalam waktu dan perasaan yang berbeda. Kali ini hubungan mereka benar-benar serius. Tidak ada lagi ucapan perpisahan yang menyakitkan dengan alasan tak masuk akal.
Felix berjalan memasuki sekolah dengan sebelah tangan yang menutupi wajahnya. Beberapa siswa terlihat menatap ke arahnya dengan penasaran, sedangkan Jisung yang baru saja datang juga ingin berteriak memanggil sahabatnya. Tapi tidak jadi setelah melihat siapa yang bersama sahabatnya.
Itu Changbin. Berjalan di samping Felix dan tangannya menggenggam tangan pemuda manis itu dengan erat. Tentu saja itu mengejutkan banyak siswa, tak terkecuali seorang perempuan yang tidak asing bagi Changbin.
Pemuda itu berhenti sejenak di depan perempuan tadi. Ia tersenyum lebar kemudian mengangkat genggaman tangannya dan berucap dengan bangga.
"Maaf ya, aku yang menang. Felix hanya milikku."
Changbin itu suka sesumbar. Prinsipnya adalah tunjukkan kemampuanmu di depan lawan. Inilah kemampuan Changbin yang harus dipamerkan. Mendapatkan Felix yang ia sayang dan mengalahkan saingan.
Perempuan itu melongo, berusaha mencerna apa yang terjadi. Namun ketika melihat Changbin menggandeng Felix pergi ia baru sadar jika dirinya baru saja dikhianati. Ia merasa salah orang untuk meminta bantuan.
Felix masih menutupi wajahnya sembari berjalan menunduk. Sebenarnya tadi sudah terjadi drama kecil di parkiran sekolah. Tentu saja perkara Changbin yang tiba-tiba menggenggam tangannya. Felix tidak mau menolak, tapi ia malu jika pamer kemesraan si sekolah. Dari situ Felix mencoba kabur, namun dengan mudahnya Changbin menariknya dan segera berjalan dengan bangganya seakan memamerkan hubungan mereka.
"Ayo sayang angkat kepalamu. Jadilah angkuh karena tidak lagi menjadi jomblo."
Mulut Changbin itu terkadang memang harus dibekap agar tidak banyak bicara. Felix benar-benar malu karena tidak biasanya ia menjadi pusat perhatian di sekolah. Beda lagi dengan Changbin yang memang tidak pernah kenal malu.
"Pulang sekolah kencan dulu, ya?"
Changbin berucap semangat ketika mereka sudah sampai di depan kelas Felix. Pemuda itu mengangguk saja agar Changbin segera pergi dan ia tidak perlu menahan malu lebih lama.
"Ok sayang, aku ke kelas dulu."
Cup
Felix membeku di tempatnya ketika Changbin mengecup pipinya tiba-tiba. Mereka ada di koridor depan kelasnya dan Changbin dengan seenaknya menciumnya. Felix ingin menghilang saja rasanya.
"Pegangan, sayang."
Dengan cepat Felix meletakkan tangannya di sisi pinggang Changbin ketika pemuda itu bicara dengan cukup keras membuat beberapa orang di tempat parkir menoleh ke arah mereka. Lagi-lagi Felix merasa malu.
"Cepat jalan!"
"Nanti kau jatuh."
"Cepat!"
Dengan terpaksa Changbin melajukan motornya, gagal sudah modusnya kali ini. Tapi tidak apa-apa, bukan Changbin namanya jika menyerah begitu saja. Ketika motornya sudah keluar dari area sekolah, dengan cepat ia menarik tangan Felix untuk ia lingkarkan di perutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 2 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2020, June 2nd Ended : 2020, September 9th ⚠️BXB AREA⚠️ Ini hanyalah fiksi, aku cuma meminja...
![Three Words 2 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/227735444-64-k413446.jpg)