"Bagaimana bisa?"
Lamat-lamat Seungmin mendengar ucapan Felix yang sedang bicara lewat sambungan telepon dengan Changbin. Seungmin berdiri agak jauh dari tempat Felix untuk mengawasi orang yang lewat, tujuannya hanya satu, melindungi Felix agar tidak ketahuan soal siapa yang sedang pemuda manis itu hubungi.
Felix terlihat mengerutkan keningnya, kemudian pemuda manis itu terlihat marah-marah dan mendengus kesal sebelum mematikan panggilan sepihak dan berjalan dengan raut kesal ke arah Seungmin.
"Fel?"
Felix tidak menjawab, pemuda manis itu terus berjalan ke arah minimarket yang terletak di rest area. Ia butuh susu strawberry!
Lain halnya dengan Changbin yang sedang duduk di sofa studio ditemani tatapan mengadili dari dua rekannya yang duduk di depannya. Tadi Changbin sedang bersiap pergi, tapi tiba-tiba dirinya ditelepon untuk segera datang ke studio. Disinilah ia sekarang, menatap dua rekannya dengan ringisan bersalah di wajahnya.
"Tidak usah senyum-senyum!" Ujar Jisung dengan galak.
Chan menengahi. Sebagai leader ia harus bisa mengontrol emosinya dan mencoba bicara baik-baik pada Changbin.
"Apa lagi yang kau lakukan?"
Changbin menggaruk tengkuknga yang tidak gatal kemudian berucap dengan pelan agar tidak diserang dua rekannya dengan brutal.
"Kelepasan berciuman di pinggir jalan. Hanya kecupan singkat kok! Itu juga sekali," ucapnya takut-takut.
Jisung sudah bersiap mengamuk dan mengumpat, tapi pemuda imut itu hanya sanggup menjambak rambut Changbin dengan gemas. Itu juga hanya sebentar karena jika terlalu barbar bisa-bisa ia yang diamuk Felix.
"Aku memberi kakak restu untuk mendekati Felix karena aku percaya kakak bisa melindungi Felix dengan baik, bukannya mengumbar kemesraan di depan umum dan menimbulkan masalah!" Ucap Jisung setengah kesal karena ulah rekan segrupnya.
"Namanya juga cinta," jawab Changbin bergumam pelan membuat Jisung melotot semakin galak dan Chan yang hanya bisa memijat kepalanya yang terasa pening.
"Cinta apa nafsu? Kan kalian bisa berciuman panas di dalam apartemen. Biasanya juga kalian melakukan itu. Atau ke hotel atau kemana lah, malah di pinggir jalan. Dasar mesum!"
Changbin merengut sebal. Sudah dimarahi Felix lewat telepon, sekarang sahabat dari kekasihnya itu juga marah-marah padanya. Changbin kan pusing.
Kenapa? Bingung ya? Kalian bingung dengan situasi yang ada?
Jadi begini. Singkatnya saja. Ada seorang paparazzi yang menangkap momen Changbin mengecup Felix di pinggir jalan sepi. Iya, kecupan singkat beberapa hari yang lalu itu. Lalu agensi mengetahuinya dan segera mengambil langkah cepat untuk melindungi privasi artisnya. Changbin dibuatkan berita pengalihan yang mengatakan pemuda itu tengah berkencan dengan seorang aktris ternama agar berita soal dirinya dan Felix tidak dipublikasikan.
Padahal kenyataannya, hubungan antara dua selebriti itu hanyalah "bisnis" untuk melindungi kisah yang sebenarnya ada. Aktris itu adalah teman Changbin yang sudah cukup dekat. Wanita itu juga memiliki kekasih non selebriti yang disembunyikan dari media. Kasus mereka tak jauh beda, hubungan wanita itu juga hampir ketahuan media sehingga dua orang teman itu sepakat untuk saling membantu.
Felix juga tau tentang pertemanan dua orang itu. Lantas apa yang membuat si pemuda manis itu marah? Mari kita mundur sedikit pada saat Felix menelepon Changbin.
"Makanya jangan asal cium di jalan!" Begitu ucap Felix dengan teriakan tertahan karena tidak ingin menarik atensi orang-orang.
"Khilaf, sayang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 2 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2020, June 2nd Ended : 2020, September 9th ⚠️BXB AREA⚠️ Ini hanyalah fiksi, aku cuma meminja...
![Three Words 2 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/227735444-64-k413446.jpg)