Udara di akhir tahun semakin dingin, orang-orang memilih diam di rumah dengan secangkir cokelat hangat dan netflix. Tapi apa yang lebih menghangatkan dari itu semua? Tentu saja kehangatan cinta pasangan.
"HATCHIM!"
Felix masuk ke kamar dengan segelas air putih dan obat pereda flu. Pemuda manis itu mendekat ke arah ranjang kemudian menyerahkan minuman beserta obat yang ia bawa pada suaminya.
"Masih pusing?" Tanya Felix setelah Changbin meminum obatnya.
"Sedikit, sudah lebih baik daripada tadi pagi."
Felix mengangguk kemudian meletakkan gelas air putih suaminya ke nakas di samping tempat tidur dan setelahnya ia duduk di samping lelaki itu. Pemuda manis itu menatap suaminya kemudian memijat pelan kepala lelaki itu untuk membantu mengurangi rasa pusing di kepalanya.
"Untungnya besok libur nasional sehingga kakak bisa beristirahat."
"Padahal aku berencana pergi kencan denganmu."
Felix menatap suaminya kemudian mengusap sayang kepala lelaki itu dengan sesekali menepuknya.
"Lain kali masih bisa, Kak. Kencan di apartemen kan juga bisa," ucap pemuda manis itu sembari tersenyum manis. Changbin yang melihatnya cemberut kemudian memeluk tubuh Felix dengan erat.
"Jangan tersenyum begitu, aku kan jadi ingin menciummu."
Felix terkekeh pelan mendengarnya. Seharian tadi Changbin terus mengeluh karena harus menahan diri untuk tidak mencium Felix dikarenakan tidak ingin menularkan flu pada suami manisnya. Felix mendekatkan wajahnya pada Changbin, kemudian menempelkan pipinya pada bibir suaminya.
"Cium disini juga bisa," ucapnya dengan lucu membuat Changbin jadi gemas dan mengecupi pipi pemuda manis itu bertubi-tubi.
"Bagaimana aku tidak bersyukur jika aku memiliki malaikat sepertimu di sisiku?"
Felix bangun kemudian mendudukkan dirinya di pangkuan Changbin dan memeluk lelaki itu dengan kepalanya bersandar di bahu kokoh suaminya.
"Aku mencintai kakak."
"Aku juga mencintaimu."
"Cintaku tidak terhingga."
"Cintaku hanya ada kau di dalamnya."
Felix tersenyum kemudian mengecup leher suaminya yang hangat karena suhu tubuh lelaki itu yang belum sepenuhnya turun. Sedangkan Changbin mengeratkan pelukannya di pinggang Felix sembari tangannya bergerak mengusap sayang punggung sempit suami manisnya.
"Apa kau semakin kurus?" Tanya Changbin sembari tangannya terus bergerak mengusap badan Felix.
"Kenapa?"
Changbin mengangkat pantat Felix membuat pemuda manis itu terkejut dan menepuk tangan Changbin pelan.
"Tubuhmu semakin ringan."
"Kakak yang semakin berotot!"
"Aku olahraga rutin agar makin kuat di ranjang," ucap Changbin dengan bangga sembari memamerkan ototnya.
"Lepas ah, aku mau minum."
Felix turun dari pangkuan Changbin kemudian keluar kamar untuk meminum segelas air putih tanpa tau jika suaminya ada di belakangnya. Lelaki itu mendekat dan berbisik pelan di samping telinga Felix dari belakang.
"Udara semakin dingin tapi kau berpakaian seperti ini, berniat menggodaku atau bagaimana hm?"
Felix terlonjak kaget dan berbalik menatap suaminya yang sedang tersenyum manis namun mengerikan ke arahnya. Biasanya suaminya itu hanya akan tersenyum seperti itu ketika berniat bermain di ranjang. Pemuda manis itu kemudian memperhatikan baju yang ia gunakan. Celana boxer sebatas paha dan kaos kebesaran yang menampilkan sebelah bahunya. Ia baru sadar jika sedari tadi dirinya memakai baju itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 2 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2020, June 2nd Ended : 2020, September 9th ⚠️BXB AREA⚠️ Ini hanyalah fiksi, aku cuma meminja...
![Three Words 2 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/227735444-64-k413446.jpg)