"Kau mengabaikanku?"
Felix merengut namun enggan menjauhkan tangannya dari selangkangan Changbin. Pemuda manis itu justru duduk semakin dekat pada pengawal pribadinya. Changbin berdehem, ia menjauhkan tangan Felix kemudian bicara dengan tenang.
"Bukan begitu Felix, hanya saja saya benar-benar tidak tau jawabannya."
Felix manggut-manggut kemudian ia kembali bicara tanpa mempedulikan minumannya yang sedari tadi sudah dihidangkan di depannya.
"Bagaimana bisa seseorang sesantai ini ketika alat vitalnya disentuh. Kau hebat! Aku bangga padamu!"
Felix bertepuk tangan dengan senang membuat Changbin merasa heran. Apa yang perlu dibanggakan?
"Aku ingin tau sesuatu," ucap Felix menarik perhatian Changbin.
"Apa?"
"Kepribadianmu sangat kaku, apa kejantananmu juga bisa sekaku itu?"
Changbin terkejut. Kali ini benar-benar terkejut sampai ia tersedak ludahnya. Baiklah. Ini adalah sebuah awal dimana Felix akan melakukan berbagai tidakan impulsif terhadap pengawalnya di kemudian hari. Tindakan yang bisa dibilang cukup.... Dewasa.
"Changbin!"
Changbin yang baru selesai mengenakan pakaiannya bergegas keluar kamar ketika Felix memanggilnya. Pemuda manis itu kini sedang berada di ruang tengah sembari melipat kertas warna warni membentuk sebuah burung. Changbin mendekat kemudian duduk di hadapan majikannya.
"Ada apa?"
"Bantu aku melipat burung-burung ini," ucap Felix sembari menyerahkan kertas origami ke hadapan Changbin.
Changbin sweatdrop. Ia adalah seorang pengawal yang artinya ia bertugas untuk melindungi atasannya. Ia sudah dilatih dengan keras untuk pandai bertarung dan membaca situasi kritis. Tapi apa ini? Ia harus melipat burung? Changbin tidak salah tempat kerja kan? Ia merasa seperti menjadi pekerja di taman kanak-kanak.
"Jangan hanya diam, cepat dilipat. Aku akan dibunuh oleh Lee Minho jika origaminya belum selesai."
Lee Minho, kakak kedua Felix sekaligus menjadi kakak yang paling ditakuti oleh pemuda manis itu. Bukan ditakuti karena wibawanya, tapi ditakuti karena Felix tidak mau dijadikan korban keisengan kakaknya. Seminggu yang lalu kakaknya meminta Felix untuk melipat 100 origami burung, katanya ingin memberikan surprise untuk kekasihnya yang seorang pecinta origami. Tapi Felix sangat malas sehingga dirinya baru mau bergerak setelah semalam kakaknya mengiriminya gambar hantu untuk mengancam Felix agar menyelesaikan origami.
"Semuanya dilipat menjadi burung?" Tanya Changbin sembari matanya memperhatikan tumpukan burung yang sudah jadi.
"Iya, hanya bentuk burung. Tapi burung yang bisa terbang, bukan burung yang ini," ucap Felix sembari menekan selangkangan Changbin dengan jempol kakinya.
Changbin refleks mundur dan melotot kaget. Felix yang melihatnya merasa senang, akhirnya ia bisa melihat ekspresi Changbin yang lain. Pemuda manis itu bertepuk tangan senang dan kembali sibuk pada origaminya tanpa mempedulikan wajah Changbin yang sudah merah padam.
Setelah beberapa jam dua pemuda disana sibuk dengan kertas-kertas, akhirnya selesai juga origami mereka. Felix membaringkan tubuhnya di karpet kemudian menggelundung sampai menabrak kaki Changbin yang sedang duduk bersila.
"Aku lelah, bisakah kau pijat tanganku?"
Changbin menunduk menatap Felix kemudian meraih tangan pemuda manis itu dan mulai memijatnya pelan. Ia semakin bingung saja dengan tugasnya disana. Menjadi pengawal atau menjadi asisten pribadi Felix?
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 2 [ChangLix]
FanficKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2020, June 2nd Ended : 2020, September 9th ⚠️BXB AREA⚠️ Ini hanyalah fiksi, aku cuma meminja...
![Three Words 2 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/227735444-64-k413446.jpg)