Hubungan persahabatan macam apa yang akan saling memeluk ketika tidur. Saling memberikan perhatian dan juga posesif terhadap satu sama lain. Sering bertengkar, tapi akan segera membaik setelah beberapa saat. Yang satu sangat usil dan seenaknya, sedangkan yang satu lagi selalu galak pada yang lainnya. Meski begitu selalu ada kasih sayang di antara keduanya. Mereka sahabat, tapi saling menyayangi. Sebenarnya rasa sayang apa yang mereka miliki itu?
"Changbin.."
Felix cemberut dengan pipi menggembung ketika wajahnya sedang diberi make up. Changbin di sampingnya hanya tersenyum memperhatikan, ia tidak berminat membantu Felix meskipun ia tau jika sahabatnya itu tidak suka jika wajahnya disentuh sembarang orang.
"Hanya sedikit make up, tunggu sebentar," ucap Changbin sembari mengarahkan kamera ponselnya ke arah Felix yang masih cemberut.
Felix ngambek sebenarnya. Pagi-pagi sekali ia sudah diseret oleh Changbin dengan alasan ingin membeli sarapan, tapi sahabatnya itu justru menculiknya ke sebuah studio foto. Saat itu Changbin mengatakan akan melakukan pemotretan, tapi Felix tidak tau pemotretan apa yang akan dilakukan.
"Nanti aku traktir makanan apapun yang kau mau, jadi berhentilah cemberut seperti itu."
"Jangan kemana-mana, temani aku."
Felix menarik tangan Changbin duduk di sampingnya dan pemuda manis itu meremat ujung kemeja Changbin agar sahabatnya itu tidak pergi meninggalkannya sendirian di ruang make up. Felix sedikit canggung disana, jadi ia harus memastikan ada seseorang di sampingnya untuk diajak mengobrol.
"Tolong jangan meremat bajunya agar tidak kusut," ucap seorang stylist yang juga berada di ruangan itu.
Felix melepas pegangannya dan semakin cemberut di tempatnya. Di kepalanya, pemuda manis itu mulai menyusun rencana untuk balas dendam pada Changbin yang sudah menculiknya. Sedangkan Changbin yang merasakan aura tidak enak dari Felix pun peka dan segera mengambil tindakan.
"Biar saja, kekasihku hanya sedang merasa gugup karena baru pertama kali melakukan pemotretan," jawab Changbin sembari menggenggam tangan Felix.
"Kekasih pantatmu!"
Oh tenang, itu hanya batin Felix yang bicara. Meski ia kesal tapi tidak mungkin ia mempermalukan Changbin di depan umum dan membongkar kebohongan pemuda itu seenaknya. Felix masih cukup baik untuk tidak melakukannya dan membiarkan Changbin tetap menggenggam tangannya.
"Pertahankan posisi itu."
Changbin berdiri dengan santai namun memancarkan wibawanya, sedangkan Felix duduk di sebuah kursi yang terletak di depan Changbin dan hanya mengikuti nalurinya dengan tersenyum tipis ke arah kamera. Changbin mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung sampai siku dan tiga kancing teratas dibuka menampilkan dada bidangnya, celana kain dengan warna senada pun membalut kakinya dengan pas dan apik. Sedangkan Felix mengenakan kaos berwarna putih dengan jaket denim dan sebuah kalung choker hitam melingkar di lehernya. Bayangkan saja, mereka terlihat seperti pasangan lelaki kaya yang dingin dan seorang mahasiswa yang manis.
Sepasang sahabat itu terlihat begitu baik di kamera. Terlebih Felix, meskipun tidak pernah melakukan pemotretan namun posisi dan gayanya membuat fotografer tidak perlu terlalu banyak memberi arahan.
"Tolong buat gaya yang sedikit lebih intim."
Mata Felix terbelalak dan segera menatap Changbin dengan tajam, sedangkan pemuda itu justru meringis gugup dan mengusap tengkuknya yang merasa dingin karena aura Felix yang terlihat ingin membunuhnya.
"Boleh aku minta istirahat sebentar?" Tanya Changbin pada sang fotografer. Fotografer itu jelas saja merasa bingung namun pada akhirnya mengangguk dan menghentikan pemotretan sebentar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 2 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2020, June 2nd Ended : 2020, September 9th ⚠️BXB AREA⚠️ Ini hanyalah fiksi, aku cuma meminja...
![Three Words 2 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/227735444-64-k413446.jpg)