Edward meninggalkan Lauren di dalam sebuah kamar yang telah dikuncinya dengan perasaan kesal yang luar biasa.
Awalnya, Edward tidak berniat untuk mengurung Lauren dan memperlakukan Lauren sekasar itu. Namun saat melihat Alan menyentuh pipi Lauren dengan sangat lembut dan Lauren terlihat sangat menikmati hal itu, membuat kemarahan Edward meletup – letup
Ingin rasanya Edward memukul pipi pria itu dan memecatnya, namun Edward tak ingin terlihat seperti seorang suami yang pencemburu dihadapan Lauren. Edward tidak ingin memberikan Lauren sebuah harapan. Edward tak ingin Lauren berpikir bahwa Caesarnya telah kembali.
Untung saja Mrs. Veranno menelponnya dan memberitahukan tentang pertemuan mereka dengan Lauren, sehingga Edward memiliki alasan untuk menghukum Lauren
"Tuan Edward Caesar Dominguez – Sanz?"
Mendengar namanya dipanggil dengan nada yang sensual, Edward langsung mendongakkan matanya dan mendapati seorang wanita tengah berjalan ke arahnya dengan cara yang sok elegan. Cih!
Sekali jalang tetaplah jalang!
Rasa – rasanya, Edward ingin menendang keluar wanita jalang yang hanya memakai celana dalam dan bra tipi situ dari rumahnya. Namun Edward sadar, wanita jalang itu dibutuhkan untuk pelampiasan kemarahannya
"Ayo masuk" ucap Edward dengan dingin sambil membuka salah satu pintu kamar yang bersebelahan dengan kamar tempat Lauren di kunci
Wanita jalang itu mengangkat alisnya dengan binggung saat mendapati perlakuan dingin dari Edward. Seperti permintaan Edward pada Jandro, wanita jalang yang berada dengan Edward saat ini adalah wanita jalang terbaik di club Jandro. Wanita jalang itu tidak pernah mendapatkan perlakuan dingin seperti yang dilakukan oleh Edward kepadanya.
"Sure" jawab wanita jalang itu sambil melangkahkan kakinya mengikuti Edward
Setelah masuk ke dalam kamar itu, Edward langsung mendudukan dirinya di atas sebuah tempat tidur yang berada di kamar itu. Dirinya menatap dalam wanita jalang yang berada di hadapannya itu. Wanita itu hanya memakai celana dalam dan bra tipis yang benar – benar tidak bisa menutupi area – area privasi wanita itu.
Mata Edward meneliti wanita itu dari ujung rambutnya sampai ujung kakinya. Jalang, sangat jalang! Melihat wanita itu membuat Edward teringat dengan sosok wanita yang telah meninggalkan dirinya disaat dia masih haus akan kasih sayang dan cinta.
Seakan – akan mengerti dengan arti tatapan Edward, wanita jalang itu langsung menghentikan aktivitasnya yang sedari tadi asyik memandang barang – barang mewah yang berada di kamar itu. Wanita itu sangat berharap bahwa dirinya akan dibayar sangat mahal setelah dirinya menyelesaikan pekerjaannya dengan tuntas, mengingat bahwa pria yang berada di hadapannya ini merupakan pebisnis muda yang memiliki uang tanpa limit
Dengan langkah sensual dan lidah yang bolak – balik memutari mulut kotor wanita jalang itu, wanita jalang itu berjalan mendekati Edward. Melihat wanita jalang itu, Edward kembali mengingat, apakah wanita itu juga sama jalangnya seperti wanita yang berada di hadapannya
"Tuan, perkenalkan, namaku adalah Rose. Kupastikan, malam ini, tuan akan meneriaki namaku dengan puas" ucap wanita jalang itu, Rose, tanpa diminta oleh Edward
Namanya terlalu indah untuk dirinya yang sangat kotor
Tanpa memperlukan izin Edward, Rose langsung berlutut di hadapan Edward. Dengan gerakan sensual, wanita jalang itu mengikat rambutnya yang tergerai dengan asal – asalan. Tak ingin mengulur – ulur waktu lebih lama, jari – jemari Rose langsung bergerak untuk menarik gesper yang masih melingkari pinggang Edward
Dengan cepat, Edward langsung menahan tangan Rose dan mencekalnya.
"Siapa yang menyuruhmu untuk melakukan hal itu?" tanya Edward sambil menatap Rose dengan tatapan tajam
KAMU SEDANG MEMBACA
In Your Eyes
RomanceHanya satu hal yang diinginkan oleh Lauren Rodriquez - Garcia di dalam kehidupan pernikahannya, yaitu cinta tulus dari suaminya. Rank #1 Pelakor (11 Oktober 2020, dst.) #1 Pernikahan tanpa cinta (17 Oktober 2020, dst) #1 Spanish (17 Oktober 2020, ds...
