Tidak seperti biasanya, malam itu Sivan merengek kepada Evan ingin ikut pergi ke Singapura. Beberapa hari Sivan ketakutan melihat bayangan hitam dan mendengar suara aneh bersama Sinta. Malam itu Evan mati-matian menolak. Ia tidak ingin dua harta paling berharganya di dunia terluka.
Rengekan Sivan malam itu ternyata tanda petaka. Sinta terluka parah di seluruh tubuhnya. Di dalam tarikan napas terakhir, Sinta memeluk erat Sivan yang berteriak histeris, berjanji untuk menjadi anak yang baik. Evan gagal melindungi dua harta berharganya.
Evan tidak hanya kehilangan Sinta. Ayah Sinta memutus ikatan takdirnya dengan Sivan. Membawanya pergi menjauh dari Evan. Beberapa tahun berlalu dengan penyesalan yang menggunung. Berbekal kerinduan yang tulus, Evan nekat ke Merapi untuk memeluk Sivan kembali.
"Ayah seperti Merapi. Tidak pernah ingkar janji."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rindu Tanpa Akhir
General Fiction"Ayah seperti Merapi. Tak pernah ingkar janji." Tidak seperti biasanya, malam itu, Sivan merengek kepada Evan ingin ikut pergi ke Singapura. Beberapa hari Sivan ketakutan melihat bayangan hitam dan mendengar suara aneh bersama Sinta. Malam itu, Eva...