"Seperti yang semua orang tau, ada 30 orang didalam satu kelas. Mereka semua mengatakan bahwa siswi berliana memiliki sedikit gangguan pada kepribadiannya. Dia jarang bergaul dengan mereka, dan biasanya hanya diam dikelas, atau tiba tiba dipertengahan kelas, dan di jam istirahat dengan waktu yang acak, akan meledak dan membuang semua bukunya atau melemparkan semua barang barang yang ditemuinya"
"Seringkali, siswi berliana juga melakukan pertengkaran dengan anggota keluarga yang kebetulan memiliki konflik dengannya. Para siswi berpendapat bahwa pertengkaran terkadang menggunakan serangan fisik. pada saat itu, guru, dan juga para murid dikelas itu akan melerai, dan menjauhkan keduanya"
"Wali kelas sempat mengajukan perpindahan kelas untuk memisahkan mereka berdua agar tidak sering bertemu dan memicu konflik, tetapi pihak manajemen sekolah kusuma bangsa masih mempertimbangkan dengan mengulur waktu, mereka menimbang bahwa angkatan pertama belum selesai, dan perpindahan kelas akan sangat sulit dilakukan saat tahun ajaran belum selesai pada tahun ini"
Sekretaris komite liga sekolah menengah atas yang dipanggil juga membuka lembaran file, melihat dengan seksama, sebelum bertanya,
"Semua teman sekelasnya tidak menyukainya?"
Konselor melihat kearah sana, sebelum menjawab pertanyaan itu, "dia memiliki beberapa masalah dengan situasi kehidupanya, dan para siswa siswi yang sekelas dengan siswi berliana juga sedikit tidak nyaman dengan sifatnya yang meledak ledak, yang juga terkadang emosi secara tiba tiba, jadi mereka memiliki beberapa pertimbangan untuk bermain dengan siswi berliana. Dia tidak diisolasi, hanya sedikit memiliki masalah dalam pendekatan"
Lalu konselor memutar ulang adegan di vidio yang diambil dari cctv itu, dan melanjutkan penjelasanya, " seperti yang terjadi pada vidio ini, kami telah memanggil beberapa saksi yang terlibat dengan kejadian itu, belum ada pertanyaan pribadi yang kami ajukan pada mereka, tetapi karena ini darurat, kami hanya akan membuat mereka hadir untuk membuat para orang tua mengetahui, siapa saja yang terlibat"
"Dari sini kami menghitung, terdapat 9 siswa dan siswi sebagai saksi, 1 sebagai korban kejadian yang mendapat beberapa luka goresan, yang juga merupakan anggota keluarga siswi berliana sendiri. Tetapi sama dengan kejadian sebelum sebelumnya, siswi yang berinsial A ini, tidak mengajukan tuntutan apapun, sehingga kami tidak bisa melakukan pemberatan pada siswi berliana, walaupun dari pihak kami, tuntutan siswi berinisial A ini sangat penting"
Terjadi keributan lagi dibawah sana, sehingga ketua yayasan harus mengetuk meja 4 kali agar semua orang menjadi tenang.
"Sebelum melakukan polling ulang untuk 40 persen pendonasi, kami akan meminta pernyataan pada kedua orang tua siswi berliana" konselor melihat barisan paling depan dan bertanya, " apakah ada pertanyaan keberatan, tentang hal yang kami lakukan saat ini, sehingga kami dapat mempertimbangkan ulang keputusan kami?"
Semua orang memandang kedua orang tua pihak yang bersangkutan dengan tatapan apatis.
Berliana yang sejak tadi diam di kursi depan podium, juga menatap kearah kedua orang tuanya, tatapannya berisi harapan, bahkan beberapa patah katapun akan sangat dihargainya pada saat situasi yang hancur ini.
Tetapi harapannya sirna saat ayahnya, orang yang dia puja, mengeluarkan pendapatnya,
"Kami tidak memiliki keberatan apapun tentang semua keputusan yang diambil"
Sekretaris komite liga sekolah menengah atas melihat keluarga yang bersangkutan, mengerutkan kening, sebelum melihat siswi yang bernama berliana itu. Dia membuat kesimpulan, dan menandatangani dokumen yang berada diatas meja.
Konselor berbicara lagi, setelah mendapat jawaban yang sudah dia tebak sebagai hasilnya, " baiklah, tidak ada keberatan dari pihak orang tua tersangka. Maka, polling ulang untuk 40 persen pendonasi, akan kami mulai"
KAMU SEDANG MEMBACA
AIRA (On Going)
RomancePada usia 17 tahun Aira bunuh diri Lalu dia terbangun lagi, kembali diawal untuk mengubah kebodohan- kebodohannya dimasa lalu. ••••• "AIRA VELIKA! KAU MULAI LAGII!" Tertidur diranjang rumah sakit dengan lemah, teman- t...
