Risma menoleh ke arah edgar. Untuk pertama kalinya, orang ini terlihat tidak semenjengkelkan biasanya.
''Bagus sekali! Berita yang sangat baik. Aku akan memberikan tiket itu padamu secepat mungkin!'' Risma mengatakan kalimat itu dengan sebelum berlari keluar kelas. Dapat dilihat dari wajahnya, bahwa dia sangat senang.
Remi berjalan menghampiri edgar saat melihat gadis itu telah pergi. ''Sobat, apa kau dihampiri arwah perdamaian? kenapa kau membuatnya senang?"
Edgar menghela nafas berat.
''Aku tidak punya pilihan lain. selain dari ingin membuatnya marah, aku juga memerlukan sesuatu darinya. kau tahu kan penyelenggara konser itu adalah perusahaan reza genio.''
Dia menggertakan giginya. ''lelaki cabul, dan tidak tau tempatnya itu. sangat membuatku tertekan. karna ayahku menerbitkan berita tentang skandal nya, dia menjadi sangat dendam pada perusahaan ayahku dan aku terkena imbasnya juga"
"Tau apa yang dia lakukan? Karna dia tidak mampu melakukan hal jahat pada keluargaku yang berada di status sosial tinggi juga, dia melakukan hal yang kekanak-kanak kan. dia sengaja memata-matai akun sosial media seluruh keluargaku, dan itu termasuk aku juga tentunya!"
"saat dia tau artis yang kusukai, dia sengaja mengundangnya dan menjadikannya tokoh utama di konser itu, dia menjadikan semua keluargaku daftar hitam. Bagaimanapun aku mencari atau membeli tiket dari internet, mereka tidak akan berani menjualnya padaku''
Remi memasang wajah prihatin yang dibuat-buat. ''Ah.. begitu. Aku dengar, berita tentangnya menjadi sangat berapi -api, dan itu menurunkan harga sahamnya, dengan jumlah besar. Wajar dia memiliki dendam. Aku agak kasihan dengannya''
Edgar menyipitkan mata tidak senangnya pada remi, yang saat ini sedang ingin duduk di atas mejanya.
''Kau mengasihani siapa? Tentu saja akulah korbannya disini. bahkan aku tidak tahu apa-apa tentang berita itu, ayahkulah yang menerbitkannya, aku tidak ikut andil didalamnya. Tetapi lihatlah sekarang, aku yang terkena dampak juga''
Dia melanjutkan dengan penuh penekanan. '' Lihat saja nanti, aku akan mengorek-ngorek semua kehidupannya, mencari kesalahan apapun, dan menjadikannya berita panas, yang akan menjungkir balikan dunianya lagi. aku juga yakin kebiasaanya itu tidak bisa berubah.''
Remi menepuk bahu edgar, dia memahaminya. Tentu saja orang tidak akan berubah secepat itu. ''lakukan yang kau mau kawan, aku tentu saja tidak akan lagi mengasihani lelaki seperti dia. Mengingat tentang riwayat menjijikkannya, bagaimana aku bisa merasa bersimpati?''
remi mendengus, menambahkan kayu kedalam api. ''dia sudah tua bangka, tetapi berani melakukan pelecehan pada karyawan-karyawannya sendiri. Terlebih lagi dia menikahi wanita yang cocok menjadi putrinya'' raut wajah remi sangat berat ''.. Untung saja dia memiliki banyak uang, kalau tidak bagaimana dia bisa membela dirinya dan bebas dari sesi hukuman di setiap hal menjijikkan yang dia lakukan.. Ah!''
Remi menepuk tangannya tiba-tiba, dia langsung memandang edgar dengan kagum.
''.... Maka dari itu kau meminta risma kan? Karna ayahnyalah yang membantu reza genio dalam semua kasus-kasus beratnya''
Edgar mengaitkan bibirnya ''ya, itu merupakan rencananya. Reza genio, mampu menghindari hukuman dari setiap masalah yang mendatanginya hanya dengan membayar denda, itu karna pengacara itu, maka dari itu lelaki cabul itu pasti akan memberikan tiket itu secara Cuma-Cuma pada putri penyelamatnya"
"Tentu saja risma tidak tahu, dan hanya akan bercerita pada ayahnya bahwa dia sangat ingin pergi ke konser itu dengan teman-temannya. Veno krisan, dia adalah orang terlicik, terkejam, dan hanya mengejar uang. Tetapi dalam semuanya, dia sangat menyayangi risma bagaimana pun manja dan menyebalkannya anak itu, dia akan selalu memenuhi kebutuhannya dan akan memberikan apapun yang diinginkannya, tentu saja saat dia tahu bahwa penyelenggara acara itu adalah reza genio, dia akan meminta bantuan padanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
AIRA (On Going)
RomancePada usia 17 tahun Aira bunuh diri Lalu dia terbangun lagi, kembali diawal untuk mengubah kebodohan- kebodohannya dimasa lalu. ••••• "AIRA VELIKA! KAU MULAI LAGII!" Tertidur diranjang rumah sakit dengan lemah, teman- t...
