Bau darah mendorong tikus-tikus untuk berkumpul di genangan yang setiap kali cairan berwarna merah tua itu akan terus bertambah, meluncur dari atas, dan menetes ke bawah. kehausan dan bau darah membuat mereka menjilati air berwarna merah pekat yang sekarang tergenang dilantai.
mengalir menutupi semua lubang atau retakan yang ada di sekitar lantai.
suara mencicit yang dihasilkan dari tikus-tikus yang berebut makanan, membuat ruangan menjadi sangat gaduh. dapat dilihat dari kelakuan binatang pemakan segalanya itu, bahwa mereka telah lama kelaparan, sehingga mereka mampu memakan apa saja yang disugguhkan, tidak perduli apa, mereka seperti binatang yang secara naluriah mengisi perut mereka sendiri, dan bertarung untuk itu.
semilir angin laut yang berhembus memasuki ruangan, membuat mayat yang tergantung di atas langit-langit, dengan leher yang setengah terbuka, serta kepalanya yang hampir teputus sedikit bergoyang.
darah merah menetes dari atas kebawah tanpa berhenti keluar dari area lehernya. mayat itu tergantung hanya dengan seutas robekan selimut putih yang sekarang berubah warna menjadi merah pekat disekitar area leher.
Tampaknya selimut yang digantikan sebagai tali itu sangat erat diikatkan, sehingga tidak terlepas walaupun ada mayat yang menggantung disana, dan sangat tajam sehingga mampu sedemikian rupa untuk membuat leher seseorang menjadi setengah terputus.
Penjara kaban adalah penjara yang lokasinya berada di tengah laut.
Penjara itu diperuntukan untuk narapidana yang mendapatkan hukuman mati atau seumur hidup. Bangunannya sangat tua, sebagian bangunan sudah ditutupi lumut, dan catnya telah luntur, lantainya telah retak, dan noda hitam karna terkelupas dan warna yang pudar dibiarkan begitu saja.
Ruangan-ruangan yang diletakan berjauhan dan tidak ada kedekatan sama sekali, dengan ujung ke ujung, sehingga para narapidana tidak akan bisa saling menyapa satu sama lain di dalam sel mereka, tidak akan ada kerja sama, mereka hanya bisa bertemu saat mereka telah ada di akhirat. Terlepas dari neraka atau surga, itu bukanlah urusan orang lain.
sipi-sipir yang diperuntukkan dalam penjara kaban, adalah sipir-sipir yang kejam, mereka telah terlatih untuk menyiksa, dan pekerjaan mereka memang diperuntukkan untuk itu.
ruangan dengan alat terlengkap dan sangat digemari di penjara kaban, adalah ruangan penyiksaan.
alat-alat yang berada di ruangan itu akan lebih sering disajikan daripada makanan atau minuman, mereka akan terus menyiksa, lebih dari tiga kali sehari, sehingga narapidana lebih memilih untuk mati.
banyak penjahat yang awalnya mencibir, memberlakukan penjara ini, tidak lebih dari penjara lainnya, dan pasti akan sama mudahnya, dan mereka akhirnya mati bunuh diri.
Itu bukanlah sebuah kejutan sama sekali, karna kehidupan mereka yang telah di berikan ke bangunan penjara itu adalah seseorang yang telah dibuang oleh masyarakat, atau mereka telah menyinggung tokoh tertentu.
penyiksaan setiap kali, kelaparan dan kehausan, mereka tentu saja lebih memilih untuk mati.
tetapi untuk mati disana juga tidak mudah. sipir-sipir di penjara kaban sangatlah ketat, sehingga akan diberlakukan pemeriksaan setiap jam.
Seperti biasa, seorang sipir yang berbobot besar, tengah melakukan pemeriksaan sel.
Terkadang narapidana di temukan tengah meringkuk, mengerang kesakitan di ranjang, atau duduk di sudut dinding gemetar, karna takut akan kehadiran sipir.
tetapi saat sipir sampai pada sel bernomor 23, dia hanya melewatinya, dan berpura-pura tidak melihat apapun. walaupun jelas terlihat bahwa di dalam ruangan itu sebuah tragedi sedang terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
AIRA (On Going)
RomancePada usia 17 tahun Aira bunuh diri Lalu dia terbangun lagi, kembali diawal untuk mengubah kebodohan- kebodohannya dimasa lalu. ••••• "AIRA VELIKA! KAU MULAI LAGII!" Tertidur diranjang rumah sakit dengan lemah, teman- t...
