''rene, bagaimana ... Apa kau suka balonnya?'' Aira sedikit melirik tangan rene yang masih memegang balon berbentuk doraemon.
Saat ini dia sedang sedikit frustasi.
Dia memang terlalu menyepelekan sifatnya yang melakukan suatu hal tanpa berfikir terlebih dahulu.
Sekarang, di harus mewaspadai itu!
mau diapakan balon-balon itu dimasa depan?!
Dia menghela nafas.
Membeli balon setiap hari..
Aira memandang wajah adiknya yang tampan.
Jadi disinilah dia berada. Dia tidak punya pilihan lain selain memberikan balon sebanyak itu, dan mengirimkan-
nya ke sekolah rene saat jam istirahatnya.
Aira berfikir lebih baik membagikan-
nya kepada teman-teman rene, daripada membuangnya, atau memberikannya pada orang yang lewat.
Rene memberi kakaknya senyumnya yang lebar. Dia masih terbawa perasaan dengan pujian dari teman-temannya yang mengatakan bahwa kakak nya sangat perhatian.
Dia menjawabnya dengan riang. ''rene sangat menyukainya! Teman rene juga berebut untuk meminta balon.''
Dia tidak berbohong, teman-teman disekolahnya memang berebut meminta mereka, mereka berkelahi hanya karna ingin balon berkarakter tokoh kartun favorite mereka.
Aira ikut tersenyum melihatnya bertingkah seperti ini. Lihatlah pipinya yang berisi itu, lihatlah matanya yang melengkung itu.
Betapa imutnya dia..
Aira tak berdaya. tangan kanannya mencubit pipinya yang berisi itu.
''ah.. Baguslah! Dimasa depan kakak akan mengirimnya setiap hari''
Baguslah.. Ternyata mereka menyukainya. aira sempat khawatir karna sekolah rene adalah sekolah yang sama dengan sekolahnya, itu merupakan sekolah dasar terbaik di kota ini.
menurutnya teman-teman rene tidak akan menyukai hal-hal seperti itu, tapi siapa yang tahu bahwa mereka akan berebut balon-balon. Apakah itu karna gambar adiknya yang tampan ini? yah, adiknya memang cocok untuk mempromosikan suatu hal.
Dan anak-anak tetaplah anak-anak mereka akan menyukai hal-hal lucu seperti itu.
Rene memiringkan kepalanya, tidak mengerti. ''setiap hari?''
''ya, em... '' aira mulai berfikir keras, alasan apa yang terbaik untuk mempengaruhi anak 9 tahun.
lalu dia mendapatkan ide.
dia berjalan kearah meja belajar rene dan merobek kertas disana, dia berbalik kearah rene dan menarik tali balon itu, mengikatkan kertas itu di talinya dengan erat.
''Ayo, ikut kakak'' dia menggandeng tangan kecil itu ke arah balkon kamar. ''kakak akan menunjukan sesutu yang menarik."
***
Berdiri di balkon kamar adiknya, dengan rene yang ada di sampingnya, dia mulai melepaskan balon yang digenggamnya ke langit.
balon berbentuk doraemon itu terbang terbawa angin diatas langit, warna balon yang bewarna biru, seperti menyatu dengan langit itu sendiri, dapat terlihat dari jauh bahwa balon itu membawa sepucuk kertas kecil berlipat kotak yang diikatkan di ujung tali.
mereka melihatnya sampai berubah menjadi titik.
''kakak.. kenapa balonnya diterbangkan?" Rene merasa tidak mengerti, dan sedih. Dia melihat balon itu yang tidak terlihat lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
AIRA (On Going)
RomancePada usia 17 tahun Aira bunuh diri Lalu dia terbangun lagi, kembali diawal untuk mengubah kebodohan- kebodohannya dimasa lalu. ••••• "AIRA VELIKA! KAU MULAI LAGII!" Tertidur diranjang rumah sakit dengan lemah, teman- t...
