Aira menjawabnya di sela-sela menghabiskan makanan yang ada dipiringnya. ''aira tidak menginginkan apapun'' melihat ayahnya, aira melanjutkan dengan gurauan. ''petikkan saja aira bunga mawar di jalan''
Erika mendengar itu dan terkekeh. ''aldi kau harus mendengarkan anak perempuan kita, tetapi jangan petik bunga mawar yang ada didalam kastil. dan.. satu lagi, jangan tersesat diperjalanan''
Aira melihat ibunya, dan tertawa. ''ibu.. Kau tau maksudku''
Melihat aldi yang memasang wajah tidak mengerti, erika menjelaskan. ''kau tau kan cerita beauty and the beast, nah.. Ayahnya berencana pergi berdagang di luar kota, dan salah satu dari ketiga anaknya hanya meminta setangkai mawar merah, diantara saudara-saudaranya yang menginginkan perhiasan dan barang-barang mahal lainnya. Ayahnya tersesat saat itu dan memasuki sebuah kasti di dalam hutan yang dikiranya tidak berpenghuni''
melihat rene dengan wajah ingin tahu, erika melanjutkan dengan bersemangat, dia sadar bahwa dia tidak pernah menceritakan sebuah dongeng pada anaknya yang masih kecil itu.'' lalu dia memakan makanan disana, dan memetik mawar merahnya, siapa yang sangka bahwa kastil sebesar itu ternyata dihuni oleh mahluk buas yang bisa bicara. Dengan keterpaksaan ayanya pulang dengan membawa perjanjian, ditukar dengan anaknya, jika tidak orang itu akan dibunuh. Tentu saja putri nya yang cantik dan baik hati itu bersedia menukar nyawa ayahnya dengan nyawanya sendiri.''
Erika berhenti sampai disana, dan aira melanjutkannya, sambil mengelus kepala rene. '' dan lelaki buruk rupa itu sebenarnya adalah orang yang sangat tampan, dan juga seorang pangeran yang ternyata dikutuk, dengan bantuan putri yang baik hati, menjaganya tampa pamrih, dia menjadi tampan lagi, dan menjadi pasangan yang bahagia selamanya''
Aira sedikit mengubah cerita, dan tidak menyebutkan bagian dari ciuman cinta sejati, dan hal hal lainnya. Melihat bahwa adiknya masih berumur seperti ini. Tetapi melihat betapa tampannya adiknya sendiri, yang mengejarnya disekolah pasti banyak dan tidak akan kurang.
Dan lagi siapa yang masih tidak pernah mendengar cerita itu, adiknya dan ayahnya sangat diluar kepercayaan. Mungkinkah ayahnya hanya mebaca buku akutansi, atau menghitung saat dia masih kecil, dan tidak pernah mengambil buku cerita. Beruntung dia terkadang membeli buku cerita bergambar kecil yang biasa dijual di depan sekolah dasarnya saat dia masih kecil dengan harga murah, sehingga di sedikit banyak mengenal semua cerita disney semacam itu.
Aldi tertawa saat dia telah mengerti.
Saat mereka melanjutkan bercakap tentang ujian yang akan diadakan keesokan harinya disekolah.
Ibunya dan ayahnya memberitahu anak-anaknya bahwa tidak usah memusingkan tentang hal itu.
Serta tidak usah memikirkan terlalu banyak tentang perjamuan akhir tahun nanti.
Tentu saja mereka tidak memikirkannya, untuk apa mereka memikirkan itu, saat mereka masih sangat bersuka cita dengan ditemukannya anak perempuannya ini.
Mereka berfikir, walaupun nanti anaknya ada di peringkat terakhirpun, mereka akan dengan senang hati tersenyum seperti orang idiot diantara para tamu.
***
ruangan itu sunyi. yang terdengar hanyalah suara lembaran-lembaran soal yang dibalik dan coretan yang dibuat para siswa untuk membuat bulatan tekanan di kertas ujian mereka. tanda-tanda yang mereka silang, dan juga suara coretan dimana mereka dengan sangat serius merenungkan, memilah dan mengingat hafalan mereka sendiri untuk menjawab essai.
ada dua guru yang mengawasi, serta cctv yang terdapat di sudut kanan ruangan yang bisa mendeteksi banyak pergerakan yang dibuat, sehingga tidak ada yang mamapu berkutik. tentu saja mereka tidak terpikir bahkan untuk melakukan hal itu, karna jika mereka terdapat melakukakan hal memalukan seperti melihat isi jawaban orang lain, atau bertukar catatan di saat ujian, itu bisa lebih memalukan lagi jika di bicarakan di saat perjamuan dilaksanakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AIRA (On Going)
RomancePada usia 17 tahun Aira bunuh diri Lalu dia terbangun lagi, kembali diawal untuk mengubah kebodohan- kebodohannya dimasa lalu. ••••• "AIRA VELIKA! KAU MULAI LAGII!" Tertidur diranjang rumah sakit dengan lemah, teman- t...
