Bisakah mengontrol suasana hati setiap harinya?
Tentu saja bisa.
Tubuh kita ibarat sebuah handphone yang harus di isi baterai setiap harinya, dan pengisian itu bisa melalui tidur yang cukup, memakan makanan enak, melakukan kegiatan yang kau sukai, seperti, menonton film, membaca, melukis, bermain bulu tangkis, menicure, pedicure, meditasi, grounding, atau bahkan hanya diam saja. Tidak melakukan apa-apa.
Saat berkomunikasi dengan orang lain, tubuh akan mengeluarkan begitu banyak energi bagi orang yang pendiam, sedangkan untuk orang yang suka berbicara, dan berinteraksi dengan orang lain, itu seperti laju pengisian daya.
Karena mereka memang menyukai hal itu.
Perlu diketahui bahwa orang yang tersenyum dan ceria didepan orang lain, membutuhkan begitu banyak energi, dan esoknya, mereka akan kehabisan daya juga. Ada saat-saat seperti itu, walaupun betapa banyaknya energi yang dikandung.
Waktu dimana orang itu akan Berubah menjadi mudah tersinggung, dengan wajah tertekuk, dan berubah drastis hanya mengeluarkan satu dua kata saja.
Jadi yang harus dilakukan adalah, penyeimbangan.
Saat sedang senang, jangan terlalu senang. Saat sedang sedih jangan terlalu sedih.
Jangan berlarut-larut.
Berada di tengah-tengah.
Dengan begitu, energi tidak mengalir deras keluar. Dan masih ada daya baterai yang cukup untuk penyimpanan sehari-hari.
Saat berumur 22-25 tahun adalah masa akhir pembentukan karakter, maka dari itu manusia diharapkan melakukan sedemikian rupa kebiasaan agar karakter yang mereka inginkan kemudian terbentuk. Karna jika melewati masa itu akan terlalu berat merubahnya kecuali tuhan menghendaki.
Tetapi itu bukanlah faktor yang bisa disesali. Karna tenggelam dalam rasa penyesalan hanya akan memperburuk keadaan. Hanya, hargai yang kalian miliki saat ini. Lihatlah sekeliling, barang barang, hewan peliharaan, atau bahkan orang-orang. Itu adalah apa yang kalian punya. Maka jaga. Tetapi jika kalian tidak nyaman di lingkungan itu, benda-benda itu, hewan, maupun orangnya.
Hanya.. pergi saja. Lepaskan.
Karna diri sendiri adalah sebuah hal nomor satu yang harus dihargai, diayomi, dimanjakan, dikenali, dan dijaga.
Kemalasan bukanlah suatu hal yang akan terjadi jika tidak dibiasakan, karna kebiasaan itulah maka hal itu bisa terjadi. Begitu juga dengan kebodohan, itu bukanlah bawaan, hanya ketidak mampuan seseorang untuk berubah.
''Bagaimana cara kakak mendefinisikan orang jahat?'' Aira tersenyum saat dia duduk di kursi belajar besar yang dibelikan oleh kakak Ricky baru-baru ini untuknya, serta meja yang bewarna cream, diletakkan bersanding di sebelah meja tempat kakak Ricky menangani dokumen. Mengambil posisi kesamping, dia menanyakan pertanyaan dengan sangat asal-asalan pada pemuda yang sedang serius membaca berbagai hal tentang pekerjaan, ''Apakah itu dilihat dari kelakuannya yang tidak sopan, atau kecenderungannya untuk selalu berkata bohong serta menipu, atau orang yang ringan tangan dan selalu memakai kekerasan untuk menyelesaikan beberapa hal?''
''Orang jahat seperti itu sangat mudah dikenali..'' Ricky meletakkan map yang berisi selembar kertas penting diatas meja, dan duduk megikuti arah gadis disebelahnya berputar, ''Atau dengan kata lain, belum sepenuhnya bisa dikatakan sebagai orang jahat''
''Lalu manusia seperti apa yang bisa dijuluki sebagai orang jahat?" Aira menyandarkan lengannya di dagu, saat matanya fokus pada kakak Ricky.
Ricky menatap matanya, dan suaranya agak pelan. Sambil tersenyum, dia berkata. ''Mereka yang melakukan hal hal buruk ketika kepentingannya terancam''
Aira entah kenapa merasakan hawa dingin muncul ke tengkuknya, tapi dia pikir dia hanya membayangkannya saja. Sambil menggosok lehernya sendiri Aira memikirkan tentang apa yang kakak Ricky katakan, ''Tetapi keegoisan adalah sifat alami manusia, apa yang bisa dilakukan dengan itu?"
''Maka dari itu semua manusia di dunia ini harus memiliki keseimbangan Aira, ada banyak orang yang mampu menekan sifat egois dalam diri mereka sendiri, dan orang-orang seperti itulah yang bisa dijuluki sebagai orang baik, dengan kata lain sifat mereka yang rendah diri, yang melindungi mereka dari keegoisan yang mereka miliki. Tetapi tidak baik menjadi terlalu rendah diri'' Ricky berdiri, berjalan ke rak buku berderet di belakang kursi, dan mengambil salah satu buku bersampul abu-abu, ''bagaimanapun juga kau harus lebih berhati-hati di masa depan, dan jangan pernah mempercayai orang lain''
Aira mendongak pada pemuda yang berdiri didepannya, ''tidak mempercayai kakak juga?''
''Betul, tidak mempercayaiku juga'' Ricky menyeimbangkan posisi berjalan kearah Aira, dia maju kedepan perlahan-lahan, sampai wajah mereka sangat dekat, ''terutama aku Aira. Kau harus waspada terhadapku lebih lagi, atau aku akan mengambil keuntungan darimu seperti ini..''
Senyum, dan ketidak takutan ada dibibir Aira saat mereka menyatukan nafas. Tangan Aira dengan alami berpindah untuk mengalungkan belakang leher kakak Ricky, saat dia bergerak untuk membuka bibirnya, mempersilahkan kakak Ricky untuk memperdalam.
Sampai saat ini, mereka telah berciuman beberapa kali, Aira tidak tau bagaimana hal itu tersulut, tetapi ada kalanya hawa panas akan merasuki mereka saat mereka diposisi terus menerus hanya dua orang didalam satu ruangan.
Sambil menghembuskan nafas saat bibir berpisah, Ricky mendekat lagi untuk menggiggit bibir gadis itu secara perlahan, ''Seperti ini. Aku adalah orang jahat Aira. Aku melakukan hal-hal buruk padamu. Aku mengambil keuntungan darimu, bahkan saat kepentinagnku tidak terancam. Aku lebih jahat dari orang jahat''
Aira terkekeh saat semua tawanya dimakan lagi oleh kakak Ricky.
Wajah Aira sudah memerah saat dia keluar dari kantor, dia menuju ke dapur untuk memasak.
Aira ternyata sudah terbiasa, dan juga terlena dengan perasaan itu. Dia memegang pipinya sendiri untuk mendinginkan suhu tubuh.
Mereka sendiri sangat jarang berinteraksi disekolah setelah konfirmasi hubungan mereka.
Ada banyak faktor kenapa itu terjadi, yang pertama adalah karna Aira malu, yang kedua karna Risma, dan yang ketiga karna mereka bahkan tidak pernah berpapasan dimanapun dilingkungan sekolah.
Gedung yang mereka tempati berbeda, kakak Ricky juga menyukai berada di lapangan pacu kuda, sedangkan Aira menyukai berada di perpustakaan, tidak ada kegiatan yang membuat mereka bertemu disekolah. Kecuali kantin. Dan itupun hanya kakak Ricky saja yang bisa melihatnya.
Jika ada yang bertanya kenapa dia tidak ke kantin utama, padahal dia salah satu pendonasi, jawabannya kembali lagi, Aira malu melakukan itu.
Kakak Ricky tidak pernah memaksa Aira melakukan ini dan itu, dia begitu membebaskannya. Tetapi hanya soal perlindungan saja pemuda itu begitu keras kepala.
KAMU SEDANG MEMBACA
AIRA (On Going)
RomancePada usia 17 tahun Aira bunuh diri Lalu dia terbangun lagi, kembali diawal untuk mengubah kebodohan- kebodohannya dimasa lalu. ••••• "AIRA VELIKA! KAU MULAI LAGII!" Tertidur diranjang rumah sakit dengan lemah, teman- t...
