Setelah mengemukakan kebohongannya, aira menyelesaikan makan dengan cukup santai, mereka mengobrol sebentar, setelah itu aira naik ke atas untuk berganti pakaian. Meskipun ini hari libur, masih ada 6 hari lagi sebelum masuk sekolah.
Dia memilih dress bewarna peach dengan panjang yang menutupi luka dikakinya, duduk didepan kaca untuk memberikan sedikit riasan pada wajahnya.
Keluarganya begitu percaya pada semua kata-katanya, sehingga dia sendiri menjadi merasa bersalah, dan juga bahagia.
Disisi lain, diruang makan besar, beberapa orang sedang makan dengan tenang, tidak ada suara dari mulut mereka ketika mereka makan, hanya suara garpu dan pisau yang mengiringi.
Lalu laki-laki paruh baya yang duduk di kursi kepala melihat anak lelakinya sebelum menyeka mulutnya dengan tisu, dan berkata. "ricky, sepertinya hotel beroperasi dengan cukup baik, aku melihat stastistik pengunjung yang semakin meningkat setiap harinya."
Suara itu mengawali seluruh orang untuk meletakkan garpu dan pisau yang mereka gunakan, dan menyeka mulut masing-masing.
Ricky menjawab dengan anggukan sopan. "ya, ayah. Tidak ada cukup masalah saat ini, karna ini baru, dan orang-orang cenderung menyukai hal-hal yang populer"
Pemuda yang ada disebelah ricky berbicara dengan hangat mengikuti.
"ya paman, percayalah, ricky mewarisi gen luar biasa paman dalam bisnis"
Lelaki yang ada di kursi kepala, tersenyum, dan bertanya. "Bagaimana keadaan ayahmu baru-baru ini ciam, apakah dia masih berkutat membeli saham milik wahardian?"
"Tidak, dia sudah meninggalkan ambisinya. tetapi begitulah, masih sangat sibuk, ditambah kakak laki-laki yang tidak pernah pulang saat ini.
Aku hanya bisa berada disini untuk memeriahkan ricky" ciam menjawab dengan tawa.
Suara-suara itu berbicara dengan sangat akrab, sementara ricky hanya mendengarkannya.
Lalu william datang kearahnya dengan langkah tenang, dan membisikan sesuatu. "Tuan muda, nona aira mengirim pesan"
Ricky mengangkat matanya sebentar, melihat ayah dan ciam berhenti mengobrol saat william datang, dan menyuarakan. "Biarkan dulu, aku akan melihatnya sebentar lagi"
William mengangguk sopan pada semua orang, sebelum pergi dengan sopan. Awalnya dia ingin memberitahu nanti, tetapi melihat semakin hari, tuan muda, mementingkan nona muda ini, dia ragu-ragu sebelum menyampai-
Kan.
Ciam melihat william pergi, dan bertanya dengan penasaran. " ada apa, apakah itu masalah pekerjaan?"
Melihat ayahnya yang mengarahkan mata kearahnya, dia menjawab dengan jujur tanpa perubahan fluktasi.
"bukan, itu dari Aira"
Ricky sadar, ayahnya sangat tajam pada pandangannya, selama lebih tahun hidupnya dia mempercayai matanya, dan jika ada sesuatu yang salah, tidak pernah akan menghiraukannya, dan mencari tahu hal dengan sangat detail.
Makadari itu. berbohong, maka anda akan diteliti sampai keakarnya.
Mengangkat alis, lelaki paruh baya, yang duduk dikursi kepala minum dengan perlahan, menunggu kata-kata selanjutnya.
Tetapi ciam yang menumpang disana lebih cepat mengubah ekspresinya dan menyuarakan. "Malaikat? anak aldi martin? Kalian benar-benar saling berkontak sekarang?"
Karna terkejut, ciam hampir berdiri dan menghampiri ricky untuk lebih banyak mengintograsinya. Akan tetapi melirik orang yang ada dikursi kepala, yang auranya sangat kuat. Ciam harus menelan kelanjutan pertanyaannya dan melihat sahabatnya dalam diam.
Ricky mengangguk sebagai jawaban.
Lelaki paruh baya, sedikit menimbang-nimbang sebelum menyuarakan. "Anak aldi martin.. ibumu sering menyebutkan anak perempuan itu, kau tertarik padanya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
AIRA (On Going)
RomancePada usia 17 tahun Aira bunuh diri Lalu dia terbangun lagi, kembali diawal untuk mengubah kebodohan- kebodohannya dimasa lalu. ••••• "AIRA VELIKA! KAU MULAI LAGII!" Tertidur diranjang rumah sakit dengan lemah, teman- t...
