bab 68 : ketenangan hidup

7.3K 736 41
                                        

Dari : berliana jelita

Perihal : ketenangan hidup

tanggal : 16 oktober, 2021 15:43

kepada : Aira velika
 
 
Dear Aira..
 
Apa yang aku katakan, sebenarnya aku juga tidak tau, tetapi aku memutuskan untuk mengatakan ini padamu.

Kau benar, masih banyak hal diluar sana yang belum aku lihat, mungkin aku terlalu terkurung didalam sangkar kebencianku sendiri sehingga aku terus bergerak mengelilingi itu, anggota tubuh ku yang lain telah habis terbakar oleh emosi hanya tersisa mata untuk dihancurkan, tetapi kau me-
nyelamatkan mata itu, sehingga bisa melihat lagi, sehingga bisa mengobati anggota tubuhku yang lain.

ngomong-ngomong aku mendapat banyak teman disini--- walaupun aku masih banyak tersesat dengan bahasa mereka, maka dari itu aku memutuskan untuk kursus terlebih dahulu, kursus bahasa untuk 5 bulan ini, mengulang untuk kelas satu lagi di tahun depan menurutku juga baik baik saja jika dipikirkan lebih dalam lagi, aku menjadi lebih muda disekolah darimu satu tahun, kau tahu, aku sekarang akan menjadi adik kelasmu yang berbeda sekolah, hahaha
 
Orang disini sangat baik, mereka sangat ramah padaku dan menyukai kulit sedikit gelap yang kumiliki, mereka bilang itu menarik.

Aku pernah berlibur keluar sudah banyak kali, tetapi itu dengan wisnu, orang yang kusukai, mungkin karena itu aku menjadi tidak tertarik untuk melihat hal hal disekelilingku, atau memulai hubungan dengan orang lain.

Dia merupakan teman satu satunya yag aku miliki dulu, teman sekaligus lelaki yang kusukai, kucintai.  Mungkin aku yang terlalu bergantung padanya sehingga itu memberatkannya, dia memutuskan untuk lari dariku, saat aku sekarang memikirkan dengan lebih jelas lagi, memang, ada banyak kesalahan masa lalu yang bisa aku koreksi sekarang, sikapku memang sangat kekanak kanakkan, keras kepala, dan menjengkelkan, aku jadi berfikir, bagaimana kau bisa tahan berbicara diatas atap saat itu denganku malaikat maut? Sangat tenang, dan membujuk, kau sangat luar biasa aira.

Kau harus sadar itu.
 
Sekarang, mataku telah terbuka dan aku sudah melihat aira, aku ingin  berterimakasih dengan langsung padamu, tetapi nyatanya sekarang aku tidak bisa.

Aku tidak mengenalmu, tetapi aku merasa kau adalah malaikat seperti julukanmu, kau membuat orang merasa tercerahkan, dan mengambil jalan yang benar.
 
Awalnya saat mendengar julukanmu, aku hanya berfiki bahwa kau hanyalah orang yang munafik seperti adikk tiriku, sekarang aku sudah bisa memanggilnya begitu, biasanya aku hanya memanggilnya jalang.

Sebenarnya aku bukan kakaknya, katakan saja begitu, kami hanya terpaut beberapa hari. Tunggu ngomomg ngomong kenapa juga aku membicarakan ini?
 
Entah lah mungkin karena ini adalah  pesan terpanjang yang pernah aku buat dalam hidupku selama 15 tahun ini.
 
Adik tiriku, alena, dia sangat baik pada semua orang, bahkan dengan binatang. Kau tau, saat pertama kali aku dan wisnu bertemu dengannya dimana? Kami bertemu dengannya saat aku dan wisnu sedang bermain ayunan di taman belakang rumahku, disana, kami melihatnya terjatuh dari atas pohon dengan menggendong seekor kucing kecil, terlihat sangat lusuh dengan baju putihnya yang kotor, serta rambutnya yang ada beberapa helai daun disana, kukira dia hanya anak seorang pembantu di rumahku dan tidak terlalu memikirkannya, aku ingin membantunya, tetapi Saat melihat tatapan mata wisnu yang tidak pernah beralih sejak saat itu, aku jadi sadar.

Satu persatu hal kepunyaanku, atau satu persatu dari mereka orang ini akan mengambilnya. 
 
Tetapi karena kata katamu aku jadi menyadari, karna sikapku yang mudah dimanipulasi olehnyalah juga merupakan kekuranganku. kau mencerahkanku aira. kau membuatku sadar.

kau membuatku sadar, bahwa teman bukan hanya untuk memuji, tetapi juga untuk menasehati, mencela, memberitahu pada diri kita apa yang salah yang telah kita perbuat.
 
Sahabat sahabat yang kau miliki, serta kakak ricky... Mereka beruntung memilikimu.
 
Baiklah, aku hanya ingin mengatakan itu saja padamu. Dengan kata lain aku ingin mengatakan aku baik baik saja disini, malah lebih baik disini, saat aku pulang, aku tidak melihat aku yang  disingkirkan di meja makan, saat aku pulang aku tidak melihat ayah dan simpanan ayahku yang sedang hangat dengan anak mereka. Aku jadi tidak takut untuk pulang lagi sekarang.
 
Disini, aku memilih untuk tinggal diasrama, asrama bahasa disini bisa dibilang memiliki banyak orang, dan kamar mandinya juga kurang bagus, tetapi disini sangat ramai, ada 4 orang disetiap kamarnya, mereka sangat, sangatt baik. ibuku telah menyewakan apartemen, tetapi aku tidak mau tinggal, aku memiliki keputusanku sendiri. benar bukan aira?
 
Hidup ini adalah hidupku, aku harus menghargainya, aku harus mencintai diriku sendiri.
 
Itu adalah kata kata terindah yang pernah aku dengar.
 
Tetapi tetap saja, aku masih mebutuhkan banyak waktu lagi disini, aku ingin menenangkan diriku, dan mengubah sikap sikap yang jelek dalam diriku.
 
Hanya itu yang ingin aku katakan, sekali lagi salam untukmu, aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu. Dan orang orang disekelilingmu juga pasti sangat beruntung memilikimu juga.
 
 
Dari orang yang kau selamatkan
 
Berliana jelita.

_________________________________________
 
 
 
Aira tersenyum melihat email dari berliana, sebenarnya roh didalam tubuhnyalah yang seperti malaikat, dia menolong orang tanpa memperdulikan semuanya, benarkah ada orang yang seperti itu?

Memang. Ada.

tapi, orang yang sangat seperti malaikat itu sekarang terkurung didalam tubuhnya

kenapa orang yang baik selalu berakhir tragis?

"itu karna mereka bodoh" jawaban dari kakak ricky terngiang dikepalanya saat dia mempertanyakan ini.

''dunia ini kejam aira, orang baik tidak akan selalu berakhir dengan baik juga, ada ketidak adilan dimana mana, kita tidak bisa mengontrol semua itu satu persatu, semua orang memiliki penyimpangan mereka sendiri dan masalah hidup, masing masing memiliki mental yang kuat dan ada yang lemah, saat yang lemah itu juga memiliki sifat yang baik hati, maka mereka akan binasa jika tidak ada orang disekeliling yang melindunginya"

entah kenapa aira selalu merasa bahwa kakak itu selalu menyuruhnya untuk menjadi orang jahat saja.

Dia melihat pada jendela yang menampilkan pohon disana, menolong seekor kucing, betapa baik hatinya.

Tetapi apakah itu benar benar suatu kebetulan?
 
Aira tidak tau, dia sudah pernah merasakan fikiran negatif yang membuatnya hancur, aira dapat mengerti bagaimana ketulusan orang lain berada dititik jelasnya, dan mengantarkan makanan pada saudara tiri yang membencinya setiap hari dan memilih tempat yang umum untuk memberikannya adalah...
 
Bagaimana dia mengatakan, menarik perhatian?
 
Ingin memberitahukan bahwa, oh, lihatlah aku, aku adalah orang yang sangat baik, jadi lihatlah aku disini.
 
Dan begitulah..
 
Mungkin orang orang yang belum pernah memiliki orang seperti itu yang memanfaatkan dengan terang terangan tidak akan mengerti
 
Orang yang dianggapnya teman, dan dewi penolong juga begitu, baik pada semua orang tetapi semua orang itu ada untuk dimanfaatkan
 
Dia memanfaatkannya untuk objek korban yang ditolong, supaya orang mengagapnya baik, dan juga memanfaatkan uang yang aira miliki
 
Jika dia berfikir betapa bodohnya dan polosnya dia di dalam mimpi masa depannya itu, aira merasakan perlunya dinding untuk mendatarkan kepalanya yang bodoh ini.
 
Menghakimi orang lain itu boleh, asalkan mengetahui permasalahan mereka dari sudut sudut yang tidak pernah kita lihat. Karna kita tidak mengenalnya, atau mengetahui kehidupannya, kita tidak tau, seberapa hancur dia, dan jika kita juga ikut memojokkanya maka.. Dia akan benar benar mati rasa.
 
Seperti gelas kaca yang pecah
 
Seperti nasi yang telah menjadi bubur
 
Dan seperti kertas yang telah menjadi abu
 
Semuanya tidak bisa diperbaiki lagi.

Ada pepatah yang mengatakan, tidak ada hal yang tidak bisa diubah, semuanya mungkin jika kita berusaha.
 
Tetapi apa usaha yang harus dilakukan saat benar benar terpojok?
 
Rasa malu yang telah membludak, tidak adanya orang orang yang membantu, kata kata yang menghujam jantung tetapi mereka mengaggap itu sebagai ucapan selamat pagi, semua orang seperti kehilangan hati saat mereka tidak mengerti.
 
Mereka tidak mengerti kehidupan orang lain, bahkan masalah mereka sendiri, dan mereka masih sempat untuk menikam, membunuh, lalu mengubur orang orang yang tidak mereka kenal lebih dalam itu tanpa merasakan bahwa mereka yang telah melakukan perbuatan itu.

AIRA (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang