Sebuah mobil berwarna putih, berjalan lambat di belakang seorang gadis yang sedang berjalan, tidak jauh dari sana. Mobil itu tidak berada cukup dekat hingga menarik perhatian tetapi cukup dekat untuk melihat keluar, hingga seseorang pemuda yang berada di dalam mobil dapat melihat dengan jelas kearah gadis itu.
Ricky menyangga dagunya di telapak tangan, melihat kearah punggung gadis itu. gadis yang disukainya. Dia mengetahui apa keinginannya sendiri, dan yang dia inginkan saat ini adalah dia. Dia ingin perlahan-lahan mengukir hubungan, tetapi ricky sangat sadar bahwa gadis ini, tidak sedikit tertarik padanya.
Tepat saat dia terus berfikir, mobil berhenti, dia juga melihat bahwa gadis itu juga menghentikan langkah kakinya.
Aira berhenti saat melihat bola menggelinding tepat di bawah kakinya, melihat seorang anak sekitar usia 6 tahun yang berlarian ke arahnya, dia tersenyum lalu berjongkok untuk mengambil bola itu.
Bergerak maju untuk menghampiri anak kecil itu, aira memberikan bola itu padanya. ''jangan berlarian..''
Anak kecil itu menerima bolanya, lalu berkata dengan senyumannya yang ceria. ''terimakasih kakak''
Melihat senyumnya, tangannya gatal untuk menggosok puncak kepalanya, tetapi sebelum aira dapat melakukan hal itu, anak kecil itu telah berlari lagi, ke arah ibunya yang tengah mengobrol dengan ibu-ibu lainnya.
Menggelengkan kepalanya, aira melanjutkan perjalannya lagi ke arah pintu gerbang di depan.
Tepat saat dia mengambil langkah memasuki pintu gerbang taman yang besar, jantungnya berdetak, kakinya terdiam, tidak ingin mengambil langkah. Aira memiliki firasat buruk tentang hal ini.
dia memperlambat menoleh ke belakang.
Anak kecil yang tadinya berlarian dan mencapai samping ibunya, menjatuhkan bolanya kembali saat tengah memainkannya sendiri. Bola itu terus menggelinding, dan anak kecil itu berlari ingin menangkapnya.
Melihat laju bola itu mengarah ke arah jalan, aira dengan panik melihat ke arah laju mobil dan motor di arah jalan raya.
Tubuhnya mulai berlari, mengikuti anak kecil itu.
Ricky didalam mobil tegang, melihat ke arah aira yang tengah berlari, lalu melihat ke belakang, kearah laju mobil yang akan datang di belakangnya. bagaimana dia tidak mengerti pemikiran gadis itu.
Dia membuka pintu mobil dengan sentakan. Sambil mengumpat. ''sial!''
Bola itu menggelinding ke tengah jalan, dan berhenti disana, mobil masih cukup jauh untuk sampai kearah sana. Awalnya orang-orang yang tengah berjalan di sekitar luar taman, tidak mengerti kenapa gadis cantik itu berlarian, mereka tersenyum mengira bahwa gadis itu tengah bermain dengan teman-temannya, tetapi saat mereka melihat arah gadis itu berlari, mereka langsung kehilangan senyum mereka seketika, dan digantikan dengan kepanikan.
Anak kecil itu tengah berlari ke arah jalan raya!
Mereka sama sekali tidak menyadari anak bertubuh kecil itu berlari kearah sana. Baru saat inilah melihat gadis itu berlari dengan tergesa-gesa, mereka berbondong-bondong untuk berlari mengikuti, tetapi sayangnya, tidak ada seorang pun yang berada di pinggir jalan untuk menghentikan anak kecil itu dari berlarian ke arah jalan raya. Mereka tidak bisa tidak bertambah panik.
Tubuh aira bergerak sendiri, aira menyadari tentang hal itu, tetapi dia tidak ingin menghentikannya. yang dia fikirkan hanya satu, yaitu dengan cepat menangkap anak kecil itu. Fikiran itu membuatnya tidak menyadari bahwa dia sekarang berada di tengah-tengah jalan raya. Karna ini, hari liburan bagi murid-murid sekolah, banyak mobil dan motor yang berlalu lalang.
KAMU SEDANG MEMBACA
AIRA (On Going)
RomancePada usia 17 tahun Aira bunuh diri Lalu dia terbangun lagi, kembali diawal untuk mengubah kebodohan- kebodohannya dimasa lalu. ••••• "AIRA VELIKA! KAU MULAI LAGII!" Tertidur diranjang rumah sakit dengan lemah, teman- t...
