14. Baby, don't Cry Tonight

29 4 2
                                        

Clara sudah berada di jok belakang motor Haruto, namun ia sibuk dengan handphone-nya saja, tanpa melingkarkan sepasang tangannya di pinggang Haruto

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Clara sudah berada di jok belakang motor Haruto, namun ia sibuk dengan handphone-nya saja, tanpa melingkarkan sepasang tangannya di pinggang Haruto. "Ra, berhenti main handphone. Cepat pegang pinggang gue, nanti lo jatuh."

"Lo nyumpahin gue jatuh, Haru?" Clara merengut kesal, tetapi pandangannya tetap mengarah pada layar handphone itu.

"Bukan gitu, Ra. Gue cuman nggak mau lo jatuh, karena nggak pegangan." Clara mengembuskan napasnya, kemudian melingkarkan satu tangannya pada pinggang Haruto.

"Ra, kalo lagi di jalan jangan main handphone!" teriak Kevin yang mensejajarkan motor sportnya, supaya bersebelahan dengan motor Haruto.

"Gue lagi cari nomor telepon ambulance!" seru Clara membuat Haruto melirik pada Clara, begitu dengan Kevin yang kebingungan.

"Buat apa?" tanya Haruto.

"Buat jaga-jaga aja, takutnya lo kenapa-kenapa waktu balapan. Jadi, gue bisa langsung hubungi ambulance 'kan," jawab Clara membuat Haruto mengambil handphone di tangan Clara, dan memasukkannya ke dalam saku seragamnya.

"Itu artinya, lo mau gue kenapa-kenapa? Sampai lo harus cari nomor telepon ambulance segala," ketus Haruto.

"Haruto, nggak akan kenapa-kenapa, Cla! Dia udah sering balapan, jadi lo nggak usah takut kehilangan dia!" Keanu yang tadinya berada di belakang motor Haruto, menyusul ke depan dengan perkataan yang ia lontarkan, cukup keras.

Clara terdiam, ia merunduk supaya Haruto tidak bisa melihat raut wajahnya saat ini. Sial, Haruto bisa-bisa salah paham sama maksud gue tadi. Padahal, gue sama sekali nggak takut kehilangan dia, mau dia pergi kek, mau dia mati sekali pun, gue bodoamat. Yang jelas, gue cuman nggak mau dia terluka, nanti gue juga yang jadi repot karena mengurus dia, hum, batin Clara.

Suara bising sudah terdengar jelas, sorakan-sorakan ria dari para anak muda telah menggema di malam hari. Sorot lampu dari sebuah motor membuat Clara sedikit menutup matanya, karena sinar yang begitu terang menembus kornea mata itu. "Haruto!" Suara panggilan, disusul dengan sorot lampu motor yang mulai menghilang. Membuat Clara membuka lebar matanya kembali, dan melihat jelas seorang laki-laki berpostur tinggi, dengan jaket kulit hitamnya, ditambah dengan senyuman simpul itu.

"Cakep juga," puji Clara didengar oleh Haruto, sehingga Haruto menarik tangan Clara, dan menyelipkan jemari panjang miliknya, pada jari-jari mungil milik Clara.

"Sekali lagi lo puji dia, gue nggak akan antar lo pulang ke rumah," gertak Haruto menatap tajam Clara.

Clara mendecak, "Terus lo mau antar gue ke mana?"

"Ke penghulu, kita nikah sekarang juga." Haruto melepas helmnya. "Turun."

Clara mengerucutkan bibirnya, dan membuka helm bogo itu secara kasar. "Kalo lo sampai melakukan itu, gue akan membunuh lo sekarang juga, Haru." Clara menyodorkan helm pada Haruto, dengan perkataan tajam.

DIFFERENT to be SPECIAL || TREASURE [ REVISI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang