65. Like The Beginning

11 3 0
                                        

Clara berlari pergi, namun langkahnya terhenti setelah beberapa soap bubble, mengudara di depan matanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Clara berlari pergi, namun langkahnya terhenti setelah beberapa soap bubble, mengudara di depan matanya. Ia pun segera berbalik, menatap pekatnya gelembung-gelembung yang berterbangan, hingga pandangan itu tertuju pada Haruto.

"Putri tidur, coba tangkap gelembungnya," suruhnya kemudian meniup soap bubble itu kembali.

Sebuah keajaiban terlihat jelas, sesaat kedua kaki Clara kembali bergerak. Dengan seulas senyuman lebar, gelembung itu akhirnya pecah karena kedua tangan Clara. Kebahagiaan saat melihat soap bubble, telah menghilangkan air mata, yang hampir saja membasahi pipi Clara.

Haruto mendekati Clara. "Gue bisa meniup gelembung-gelembung ini setiap hari buat lo."

Clara menghentikan aksinya, dalam menangkap gelembung di udara. Bola mata itu saling pandang, dengan sepasang kaki yang saling berhadapan. "Haru, lo bisa melakukan apa pun yang gue suka. Tapi, apa lo bisa melakukan sesuatu yang buat lo bahagia?"

Haruto mengangguk singkat, memasukkan gagang soap bubble tersebut ke botol

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Haruto mengangguk singkat, memasukkan gagang soap bubble tersebut ke botol. "Bahkan, sekarang gue lagi melakukan sesuatu itu."

"Sesuatu yang buat gue bahagia," lanjutnya menatap Clara dalam.

Senyuman lagi-lagi terlihat di kedua sudut bibir Clara, sampai akhirnya tubuh itu mendarat pada tempatnya; sebuah pelukan hangat yang Haruto rasakan saat ini. "Maaf, karena baru sekarang gue mencintai lo. Dan, maaf karena ...."

Haruto langsung membalas pelukan itu, begitu erat. Hingga botol soap bubble terjatuh tanpa di sengaja, membuat perkataan Clara terhenti. "Terima kasih, karena udah hadir dikehidupan gue. Terima kasih, karena udah mencintai gue."

Usapan lembut mulai Clara rasakan pada punggungnya, dari telapak tangan lunak yang berukuran besar itu. "Lo nggak marah, karena gue terlambat menyadari semua ini," ucap Clara pelan, sambil mengatur napasnya saat mendengar detak jantung Haruto.

"Lebih baik terlambat, Ra. Daripada nggak sama sekali, justru itu akan buat lo semakin menyesal nantinya."

Pelukan itu terlepas, akan tetapi keduanya masih saling memandang. "Gue mau, lo ingat satu hal."

DIFFERENT to be SPECIAL || TREASURE [ REVISI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang