109. Why Are You Keeping Our Distance?

7 1 0
                                        

Sehari setelah acara empat puluh harinya Haruto, keadaan pun berubah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sehari setelah acara empat puluh harinya Haruto, keadaan pun berubah. Clara sudah memaafkan Kevin, bahkan sudah menghapus rekaman Vidio di handphone miliknya, supaya tidak ada yang mengetahui bukti itu. Begitu juga dengan Kevin yang menempati janjinya, untuk menjauh dari Clara.

Namun, entah kenapa Devano pun tampak sedang menjauh dari Flora. Kemarin satu hari penuh di sekolah, Flora akhirnya dapat merasakan kebebasan. Sebab, Devano sibuk dengan pacar-pacar barunya itu. Jarak yang sudah dibuat oleh Devano sendiri, tetap tidak membuat Flora cemburu.

Sehingga, hari ini Devano mencoba untuk kembali mendekati Flora. Dengan rasa percaya diri, untuk ditolak kesekian kali. "Menurut lo, gue harus putusin cewek-cewek itu?" tanya Devano pada Keanu yang sibuk membaca buku, dengan kacamata bulat. "Hum," deham Keanu masih konsentrasi membaca.

Devano menghela napas panjang. "Mau gue punya pacar, mau gue nikah atau mati sekali  pun. Kayanya, Flora nggak bakalan peduli sama gue," gerutu Devano.

"Guys, tolong izinin gue, ya. Gue mau ke ruang BK, ketemu sama Pak Santoso," ucap Clara mendadak, yang baru saja memasuki ruang kelas. Dan, hanya meninggalkan tas-nya di bangku, lalu beranjak pergi.

"Ah, Kea. Lo juga izinin gue, ya, gue mau ketemu sama Flora," sambar Devano bangkit, sekaligus membuat pandangan Keanu beralih padanya.

"Gue bilang apa nanti sama pak Bani? Hari ini mau ada Quiz Fisika, No."

"Ya, bilang aja gue diare jadi istirahat di UKS gitu aja ribet." Devano pun bergegas pergi, sebelum pak Bani memasuki kelas.

Keanu hanya bisa menggerutuki nasibnya itu, lalu beberapa saat bel masuk pun berbunyi.  "Selamat pagi anak-anak, sesuai dengan janji saya Minggu lalu, hari ini akan diadakan quiz, ya. Jadi, saya akan kasih waktu lima menit, untuk mempelajari materi terakhir yang saya terangkan waktu itu." Para murid langsung membuka buku Fisika yang cukup tebal, dan kembali memahami materi yang sudah tercatat di setiap masing-masing buku mereka.

Sementara, di bagian kooridor kelas. Tampak Clara sedang menggerutu, sambil menghentakkan kedua kaki ke lantai. "Kena hukuman lagi."

"Ahg, tapi kenapa hukumannya bersihin toilet mulu sih. 'Kan gue bosen liat pemandangan yang warnanya kuning terus, nggak bisa apa pemandangan di toilet itu ganti warna, jadi ijo kek, atau ungu sekalian biar kaya terong," umpat Clara dengan bibir yang menye-menye tidak karuan.

Brotttttt!

"Um, buset. Baru aja ini kaki masuk ke dalem, udah disambut sama suara menggelegar," pekik Clara dengan selangkah kaki, yang berhenti di ambang pintu toilet perempuan di lantai dua.

"Ahhh!!" Seorang murid perempuan berjalan keluar, dengan ekspresi yang bahagia.

"Udah? Lega?" tanya Clara menghentikan langkahnya. Murid itu pun hanya tersenyum lebar, sambil mengusap perutnya. "Alhamdulillah, udah kebuang semua." Lalu, dia berlalu pergi meninggalkan Clara.

DIFFERENT to be SPECIAL || TREASURE [ REVISI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang