[ SEBELUM MEMBACA DIHARAPKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU !! ]
Clara Maurine Nasution, yang memiliki catatan buruk di mata seluruh guru, serta murid SMA Bhineka Bangsa. Justru, memilih untuk berpacaran dengan Haruto Rasendra Pratama, yang dikenal pembuat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Baiklah, Bapak akan menghukum kalian berdua."
"Sekarang, kalian berdua harus membersihkan toilet guru, dan toilet umum. Besok, kalian bersihkan ruang musik. Besoknya lagi, kalian bersihkan lantai bawah dan lantai atas. Terus, lusanya kalian bersihkan ruang perpustakaan dan ruang olahraga."
Haruto berdiri. "Pak, banyak banget."
"Mau bapak tambah?"
"Pak, kita cuman buat kesalahan kecil. Jadi, nggak perlu dihukum sebanyak itu. Kita murid di sekolah ini, bukan OB," ucap Clara telak.
"Kalian berdua berani melawan perintah Bapak? Atau, mau orang tua kalian berdua bapak panggil ke sekolah?"
"Kita berdua mau dihukum, asalkan hukumannya cuman satu hari aja," protes Haruto.
"Udahlah, Haru. Gakpapa, yang penting orang tua kita nggak di panggil ke sekolah."
"Nggak bisa, Ra. Hukuman yang Pak Santoso kasih itu banyak banget, memangnya lo sanggup membersihkan semua ruangan di sekolahan ini."
"Nggak semua ruangan, Haruto. Cuman beberapa saja, tapi kalau kamu mau semua ruangan di sekolahan ini dibersihkan. Silakan, dengan senang hati bapak kasih izin."
"Pak, nggak bisa gitu dong." Clara dan Haruto tetap enggan mengiyakan perintah dari Pak Santoso, sebagai hukuman atas kesalahan mereka berdua.
"Semua hukuman yang Bapak kasih, itu belum seberapa. Dibandingkan dengan perilaku kalian berdua, yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Jadi, kalian berdua harus menjalankan semua hukuman itu, mulai sekarang!"
"Kita nggak mau, Pak!" seru Haruto berlalu pergi bersama dengan Clara, keduanya bergandengan ke luar dari ruangan itu.
"Haruto, Clara!!" teriak Pak Santoso geram, lalu memanggil satpam sekolah, menggunakan telepon genggam di mejanya.
"Mang Ujang, tolong kejar Haruto dan Clara. Bawa mereka berdua ke hadapan saya, sekarang!" perintah Pak Santoso. Lantas, Mang Ujang buru-buru menyusul kepergian mereka berdua, dengan langkah cepat.
"Haruto! Clara!" panggil mang Ujang.
"Ah, mang Ujang pakai kejar kita segala," decak Haruto yang terus berlari bersama Clara di sampingnya.
"Lo sih, pakai kabur dari ruang BK. Pak Santoso, pasti semakin marah sama kita."
"Habis lo nggak mau orang tua kita dipanggil ke sekolah," sembur Haruto menatap Clara sambil berlari.
Clara memicingkan matanya. "Lo juga nggak mau menjalani hukumannya."
"Memangnya lo mau? Membersihkan semua ruangan, yang tadi pak Santoso sebutkan? Itu banyak banget, Ra. Gue sih ogah, jadi babu di sekolahan."
"Terus, ini kita mau kabur ke mana, Haru!" seru Clara tetap berlari karena mang Ujang terus mengejar mereka berdua di belakang.
"Zoy, Zoya!!" teriak Clara mengentikan langkahnya, begitu dengan Haruto. Saat mendapati Zoya dan Ajun, berada di minimarket dekat kantin.